Popular Posts

LIFE MUST GO ON

Selasa, 27 Desember 2011

Menjadi Yang Terdepan

Ketika berpikir bahwa kita harus keluar dari rutinitas yang membosankan, itulah kebangkitan dari orang-orang terdepan di masa akan datang. Kita tidak ingin hidup dan mati layaknya bayangan yang tidak pernah dilihat dan dikenang orang, bukan? Kita harus menjadi history maker dengan apa yang bisa kita lakukan bagi diri sendiri maupun orang-orang disekitar kita. Kelak, nama kita akan tersimpan abadi dalam hati orang-orang yang mengenal kita. Maka, mulailah menjadi yang terdepan dan buatlah perubahan bagi bangsa ini.
Menjadi yang terdepan merupakan proses menjadi seorang yang memiliki satu titik kemampuan dengan sejuta fungsi bukan menjadi seorang yang memiliki jutaan titik yang tak memberikan manfaat bagi lingkungannya. Inilah peranan yang harus dihayati jika kita ingin menjadi seorang wakil rakyat. Program kerja yang kita buat harus direalisasikan dengan skala prioritas profesional nan proporsional. Adapun program kerja yang akan saya wujudkan seandainya menjadi anggota DPD-RI melalui 6S (Studi, Strategi, Sosialisasi, Subsidi, Standarisasi, dan Stabilisasi) meliputi :
1.      Studi aspirasi yang merata melalui media internet, video, dan foto di berbagai pelosok kota. Setiap orang bebas mengemukakan aspirasi yang bertanggung jawab kepada Pemerintah melalui media tersebut untuk melaksanakan kehidupan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
2.    Strategi kajian pendidikan untuk semua melalui aplikasi infrastruktur terhadap pembangunan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Didukung pula apresiasi terhadap guru-guru berprestasi yang mumpuni.
3.     Sosialisasi permasalahan terkait hak penyandang cacat dan kesehatan masyarakat semisal AIDS, narkoba, dan penyakit lainnya sebagai upaya kontrol sosial hak asasi manusia di setiap daerah.
4.      Subsidi rutin terhadap anak-anak yatim piatu dan anak-anak jalanan yang berada dalam lingkup rumah singgah/yayasan sosial berkredibel sesuai peraturan perundang-undangan berlaku.
5.      Standarisasi budaya dan wisata sebagai upaya pengelolaan sumberdaya alam serta sumberdaya ekonomi yang menjunjung tinggi konservasi nilai pelestarian kearifan lokal. Diharapkan program ini mampu membentuk mentalitas bangsa modern, tangguh dan adaptif terhadap dinamika perkembangan zaman tiap-tiap daerah yang memiliki kekayaan kebudayaan yang harus diakui statusnya sebagai identitas bangsa.
6.   Stabilisasi lingkungan sehat yang layak untuk keseimbangan alam melalui pengembangan rancangan kebijakan (perundangan) yang relevan untuk mengatur tata ruang tiap-tiap daerah. Hal ini berguna untuk alokasi pemanfaatan potensi sumber daya geografis dan sumber daya ekonomi yang mencakup atmosfir ramah untuk bumi dan ramah untuk lingkungan demi terselamatnya bumi untuk anak cucu.

Program 6S di atas akan dilaksanakan secara berkelanjutan sesuai polemik yang terjadi dalam bingkai kehidupan bangsa Indonesia. Hal ini bertujuan memberikan pertanggungjawaban moral dan politis kepada pemilih dan daerah pemilihan anggota DPD-RI. Dalam menjalankan program tersebut, jargon saya ‘Menjadi Yang Terdepan’ akan konsisten dipegang teguh sesuai etika dan norma adat daerah yang saya wakili serta kode etik maupun peraturan tata tertib DPD itu sendiri.

Menjadi yang terdepan bukan soal seberapa hebat dan seberapa besar bakat yang kita miliki, melainkan bagaimana kita bertindak dan memberikan perubahan bagi sekitar kita. Menjadi yang terdepan tidaklah sulit dilakukan. Dibutuhkan tekad, kerja keras, dan kemauan tinggi untuk keluar dari belenggu hidup yang biasa saja. Kecamkan pada bangsa tercinta ini, siapapun kita di bumi pertiwi, entah penguasa ataupun rakyatnya, kita adalah sama dalam memikul tanggung jawab bersama untuk keutuhan bangsa.
Menjadi yang Terdepan; Never Ending Contribution!

Minggu, 25 Desember 2011

Optimalisasi Sinergi Perwakilan DPD Mengatasi Ketertinggalan




Banyak masyarakat berusaha mencalonkan diri menjadi wakil rakyat. Para elite politik pun berlomba menjadi anggota DPD-RI dengan rayuan gombal janji-janji manis yang tidak sesuai porsinya. Janji memberikan perubahan terhadap kehidupan rakyat agar hidup layak, hal itu memang sepertinya masuk akal, karena rakyat memiliki harapan yang sangat besar terhadap perubahan nasibnya.
Namun, apa yang terjadi, hari demi hari hanya kita lewati dengan tontonan anggota dewan yang mahir bersandiwara dalam lakon pionir kepentingan negara. Semua rakyat tersihir hingga enggan berpikir kedaulatan suatu negara. Di negeri budaya timur yang semakin luntur, semuanya terkesan bisa diatur. Keanehan sekeji apapun bisa membaur. Kebijakan pun bisa terbentur jungkir balik sesuai keinginan yang mengatur.
Ketidakpedulian wakil rakyat terhadap mimpi rakyatnya, disinyalir atas kurangnya integritas yang dimiliki dalam menerjemahkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Mereka tidak mampu berperan sebagai sosok teladan, melainkan hanya mampu berperan sebagai subjek candaan. Hal ini dikarenakan, ucapan dan tingkah mereka hanya sebatas wacana belaka tanpa realitas semata. Padahal, tiap-tiap pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat kelak, maka menjadi wakil rakyat yang selayaknya di pemerintahan tidak hanya sekedar formalitas.
Untuk menghindari opini-opini negatif tersebut, seorang wakil rakyat harus bersemangat dalam menunaikan tugas sebaik-baiknya dengan tetap menjaga mutu dan kualitas kerja tanpa harus main suap-suapan, namun harus tepat janji. Jika ada kesempatan, saya pun tertarik mencalonkan diri menjadi wakil rakyat untuk membuktikan bahwa janji yang sudah tercipta bukan hanya menjadi bagian tanggung jawab saya tetapi juga tanggung jawab bersama.

 Seandainya saya menjadi anggota DPD, saya akan merekomendasikan KonSoLiDaSi :
1.      KONtrol aspirasi masyarakat dan daerah melalui kewajiban anggota DPD yang  menyerap, menampung, dan menindaklanjuti opini umum dan tanggap atas permasalahan melalui metode yang disebut rekonstrukturisasi dan reaktualisasi yang responsif. Selain itu, saya juga akan melakukan kontrol pengawasan fungsi dan kewenangan anggota DPR melalui metode Investigation Reporting untuk menghasilkan kinerja DPR yang produktif, komitmen kuat, dan pengambil keputusan yang bijak. Diharapkan dengan metode kontrol aspirasi dan pengawasan ini, masyarakat akan terlibat aktif mengawasi kebijakan pemerintah untuk publik sehingga tercipta iklim trust and respect; sebuah budaya yang saling percaya dengan adanya keterbukaan dan kejujuran.
2.      SOsialisasi kesadaran hukum untuk publik.
Hal ini diperlukan dalam mengatasi korupsi dan intervensi dari pihak lain melalui rehabilitasi regulasi untuk mewujudkan reintegrasi terhadap sense of belonging & sense of responsibility untuk kepentingan masyarakat luas berasaskan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
3.      LIsensi kelayakan transportasi umum dan pihak-pihak pelayanan terkait yang mengutamakan keramahan lingkungan dalam reformasi birokrasi lingkungan hidup. Semoga program ini mampu mengatasi krisis lingkungan, kriminal, kemacetan, dan kerusakan jalan yang mendominasi kepentingan umum.
4.      DArmabakti upaya peningkatan kesejahteraan rakyat melalui jaminan kesehatan, pendidikan, dan pekerjaan dengan metode target yang tepat guna untuk perbaikan ekonomi yang signifikan.
5.      SIaga akan situasi dan kondisi keamanan yang mengancam NKRI terutama di wilayah perbatasan demi mempertahankan dan memelihara kerukunan nasional serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Itulah KonSoLiDaSi yang akan saya lakukan sebagai optimalisasi sinergi perwakilan DPD untuk mengatasi ketertinggalan. Ingatlah kalimat bijak, “Hiduplah seperti hidupmu akan berakhir hari ini dan berkaryalah seperti kita akan hidup selamanya.”.