LIFE MUST GO ON

Ev Hive Bukan Sekedar Coworking Space Biasa



Industri ekonomi kreatif digital di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami kemajuan yang pesat. Indikator atau‘bahan bakarnya’ terlihat dari mulai banyak para pelaku kreatif yang tersebar di seluruh Indonesia. Seperti para pekerja mobile untuk pengembang aplikasi, desainer, programmer, arsitek, seniman, penulis, hingga kalangan entrepreneur itu sendiri. Perkembangan tersebut juga diikuti dengan mulai bermunculan bisnis coworking space yang semakin menjanjikan.

Tempat kerja bersama ataucoworking spacesudah muncul di kota-kota besar. Fenomena ini terkait dengan semakin bertambah pekerja lepas atau freelancer yang biasa menjadikan rumah atau kafe sebagai tempat kerja mereka dalam pembuatan konsep. Itu juga sekelumit pengalaman hidup yang aku alami.

Tak ada yang lebih mengerikan daripada terkurung di ruangan bertembok setiap hari dalam kurun waktu 4 tahun. Aku pun pernah merasakan saat menjadi bangsawan (bangsa karyawan).

Aku telah mencicipi asam garam bekerja di perusahaan perbankan berlabel BUMN selama 4 tahun. Dengan jabatan dan ruang kantor yang monoton, aku menyerah di akhir tahun 2016 silam. Aku bebas dari “kurungan” ruang berdinding itu setiap hari meski konon berada dalam zona nyaman.

Di awal tahun 2017, aku memberanikan diri untuk menjadi seorang freelance writer. Sebagai pekerja independen, aku memantapkan diri dengan prinsip bahwa bekerja tidak harus di kantor. Maksudnya, para pekerja seperti penulis lepas terbiasa mencari ide dimana saja dan tak selalu harus berada di dalam kantor. Kebosanan memutar otak untuk bekerja dan mencari uang bisa dilakukan di rumah, kedai kopi, bahkan coworking space sekalipun. Ini yang akan menjadi tren ala generasi milenial selama 10 tahun ke depan saat layanan internet dan perangkat komputer terus berevolusi.

Awalnya aku bekerja dari rumah untuk membuat konten dan tulisan digital. Lalu, aku pun mencari suasana tempat kerja yang baru dan bergeser ke kafe atau kedai kopi. Hingga akhirnya, aku membutuhkan ruang kerja yang bisa memberikan fasilitas untuk menumbuhkan konsentrasi terhadap pekerjaanku. Minimal untuk duduk di meja, membuka komputer jinjing dan tersambung dengan layanan internet. Akhirnya, aku memilih coworking space untuk memulai hari demi hari dalam menekuni pekerjaanku saat ini.

Coworking space merupakan tempat atau ruang bekerja lengkap dengan fasilitas yang mendukung para pelaku industri ekonomi kreatif yang inovatif. Di coworking space fasilitas kerja lebih memadai seperti ruangan, kursi, meja, listrik, dan internet. Tempat ini biasa digunakan untuk berkolaborasi satu sama lain antar kalangan independen maupun profesional khususnya di dunia digital. Kita berkumpul, menyatukan ide dan gagasan baru dalam sebuah tempat kerja yang lebih fleksibel.

Coworking space mengedepankan konsep sharing atau berbagi. Dalam satu ruangan terdapat berbagai individu, komunitas, maupun perusahaan, khususnya startup. Biasanya terdapat satu ruangan terbuka untuk digunakan bersama dan ruangan-ruangan kecil yang dapat disewa per individu atau per komunitas maupun perusahaan. 

Konsep kerja yang dinamis menjadi salah satu budaya yang tumbuh di masyarakat kekinian, utamanya kita yang dekat dengan kehidupan digital. Suasana kerja berbeda, dengan ruang dan fasilitas yang tersedia membuat kita bisa mengembangkan jaringan kerja yang lebih luas. Maka, coworking space menyimpan potensi yang besar untuk kesempatan berkolaborasi.

Aku sempat berpindah-pindah coworking space, mulai dari yang di mal, dekat rumah, hingga aku menemukan kenyamanan saat aku berkunjung ke Ev Hive The Maja. Ev Hive sebagai penyedia coworking space hadir dengan desain tempat yang menarik, nyaman, dan lengkap dengan fasilitas ruang kerja maupun internet guna mendukung produktivitas. Coworking space ini mencoba menonjolkan suasana cozy dan homey bagi para pengguna di dalamnya.

EV Hive merupakan co-working space milik perusahaan East Ventures yang baru beroperasi sejak awal Juni 2015. Ruang kerja bersama ini memiliki luas 250 meter persegi dan menyediakan dua tipe ruang kerja, yakni private space dan shared space.

Salah satu dari lokasi Ev Hive yang aku kunjungi yaitu Ev Hive The Maja. Coworking space ini memberi banyak keuntungan karena dari sisi lokasi tergolong strategis dekat dengan alternatif pusat bisnis kawasan Blok M. Tepatnya, di Jl. Kyai Maja No. 39, Jakarta Selatan. Berada tepat di sebelah kantor pos, gedung ini juga dekat dengan akses perbankan dan makanan. Ada ATM BRI, BCA, dan Bank Mandiri di sekitar lokasi. Lalu, pilihan makanan seperti Rumah Makan Padang ‘Sederhana’dan Blenger Burger juga cocok mengisi perut yang mulai keroncongan saat menyelesaikan pekerjaan. Hanya saja, halaman parkir yang cukup aman selama 24 jam baru bisa diakses oleh kendaraan pribadi, seperti mobil karena dikelola oleh valley parking

 Dari luar, bangunan Ev Hive yang terletak di Lantai 2, Gedung The Maja tampak seperti restoran. Maklum saja, lantai 1 Gedung The Maja ini disewa oleh Blue Jasmine Restaurant. Saat kita beranjak ke lantai 2, kita baru akan menemukan konsep tempat ruang kerja berbasis komunitas untuk kolaborasi kerja bersama yang bisa menampung kapasitas 50-100 orang. Sementara itu, di lantai 3 gedung ini belum digunakan untuk apapun.

Jika dilihat dari dalam, luas ruangan Ev Hive The Maja memiliki luas yang pas dan sesuai sehingga tidak terlalu besar maupun terlihat sempit. Kapasitas ruangan yang bisa digunakan oleh sekitar 35 orang sekaligus juga sudah seimbang dalam konsep tata ruang. Dalam ruangan tersebut menggunakan sumber cahaya atau penerangan tidak langsung sehingga menggunakan beberapa lampu untuk menerangi ruangan ini. 

Konsep interior dan material yang digunakan begitu serasi dengan nuansa young, energitic and warm. Ruang kantor ini didesain ala-ala San Fransisco. Untuk melengkapi interior yang nyaman, furnitur juga dikreasikan dengan konsep feel like at home. Hasilnya memang terasa membuat aku betah di tempat ini.

Secara umum, pengunjung Ev Hive bisa memilih 4 layanan untuk menggunakan tempat ini. Mulai dari Flexi Desk, Small & Large Private Office, Event Space, dan Meeting Room. Rate price juga cukup kompetitif dan lebih hemat untuk penggunaan bulanan dibandingkan dengan menyewa ruko atau rental office space tradisional. Apalagi Layanan ini juga berlaku di lima lokasi ekspansi yang tersebar pada:
  1. Ev Hive Tower @IFC 1 Lt.11, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta Selatan.
  2. Ev Hive JSC Hive Karet Kuningan, Jakarta Selatan.
  3. Ev Hive D.Lab Menteng, Jakarta Pusat.
  4. Ev Hive The Maja Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
  5. Ev Hive The Breeze BSD City, Tangerang.
       Layanan pertama, Flexi Desk terdiri dari daily, monthly, dan dedicated space. Untuk mendapat layanan internet, listrik, meja, dan free flow drinks dalam 12 jam, pengunjung hanya perlu membayar biaya seharga Rp 50.000 per hari. Sedangkan untuk bisa bekerja sepuasnya tanpa dibatasi waktu, pengunjung bisa membayar sewa seharga Rp. 1.000.000 per bulan atau Rp. 1.500.000 jika ingin mendapat dedicated space yang lebih spesial. Pengunjung juga bisa memilih shared space ini untuk indoor ataupun outdoor.
 
Layanan kedua, small & large private office yang bisa digunakan dari jam 5 pagi hingga 4 sore disewakan dengan harga mulai dari Rp 4 juta. Dengan kapasitas 6-10 orang, harga sudah termasuk locker pribadi, office printers, faxing, scanning, dan absensi finger prints yang bisa digunakan oleh para pekerja di perusahaan bersangkutan.

Ev Hive tidak hanya menyediakan ruangan di luar kantor, tapi juga aktivitas yang menggugah kreativitas pengunjungnya. Hal ini berhubungan dengan layanan ketiga, event space yang bisa dimanfaatkan untuk menggelar presentasi atau seminar setelah pukul 6 sore dengan tarif Rp. 1.000.000-Rp. 1.500.000 (tergantung lokasi dan hari pemakaian). Untuk JSC Hive, event space juga bisa digunakan pada pagi dan siang hari. Apalagi di tempat ini juga tersedia Rooftop sebagai pilihan meet up para startup. Sudah dipastikan hampir setiap minggu digelar diskusi menarik di Ev Hive ini. Pembahasannya beragam, mulai dari pembangunan bisnis startup sampai mendulang untung dari pengembangan teknologi digital skala internasional. 

Selain ruang kerja, Ev Hive juga dilengkapi dengan ruang rapat yang bisa digunakan untuk berkoordinasi dan berkolaborasi bersama. Layanan keempat, meeting room dikenakan tarif Rp 200.000 per jam pada hari kerja dan Rp 300.000 per jam pada akhir pekan. Dengan kapasitas maksimal delapan orang, ruangan ini disediakan untuk memenuhi keperluan diskusi tertutup atau conference call. 

Ev Hive juga memperhatikan supporting needs atau office amenities yang menunjang para pengunjung, seperti stop kontak listrik yang disetting di meja dan lantai hingga fasilitas presentasi yang mendukung kebutuhan kegiatan di kantor pada umumnya.

Namun, Ev Hive The Maja terbukti bukan sekedar menyewakan tempat kerja saja. Fasilitas ruang yang spesial disini yaitu ada mini cafe atau mini bar alias pantry. Pengunjung bebas minum kopi dan teh berapapun porsinya dan kapanpun waktunya selama berada disini. Alat dan bahan tersedia pada tempatnya. Jadi, semua pengunjung bebas minum tanpa batas. Tersedia juga cemilan berupa healthy snack yang bisa dibeli dengan harga terjangkau.

Salah satu spot di Ev Hive The Maja yang menarik perhatian yaitu mood-boosting gaming & recreation rooms. Ini merupakan pilihan tempat santai untuk relax dengan konsep chill-out lounges.

Ev Hive juga sering mengadakan pesta kecil yang meriah. Hal ini terjadi saat aku berkunjung ke Ev Hive The Maja yang mengadakan farewell party saat beberapa member lama akan meninggalkan coworking space ini karena telah mendapat gedung kantor yang baru. It hope they can make the most out of their membership.

Untuk bekerja di tempat ini, pengunjung juga tidak diharuskan berpakaian formal. Cukup berpakaian sopan saja, kita bisa bekerja disini. Jadi, jangan kaget saat melihat ada sandal jepit yang juga tersedia di Ev Hive The Maja untuk dipergunakan para pengunjung sebagaimana mestinya.

Selain itu, pelayanan dan keamanan di coworking space Ev Hive The Maja tergolong relatif lebih bagus. Ada CCTV yang mengontrol sistem keamanan dan mobilisasi orang-orang didalamnya. Kita pun tidak perlu khawatir kehilangan barang-barang bawaan.

Jika ditinjau dari aspek lingkungan fisik, Ev Hive The Maja juga telah memenuhi unsur kebersihan, baik di ruang kerja maupun di toilet. Ada petugas cleaning service yang membuat ruangan bebas debu di setiap sudutnya dan tercium aroma wangi yang memungkinkan pengunjung betah bekerja dan terasa semakin menyenangkan selama berada di ruangan ini.

Suhu udara didalam ruangan Ev Hive The Maja pun sudah baik dimana terdapat AC untuk setiap sudut ruangan. Jika pengunjung ingin merasakan bekerja di luar ruangan tanpa AC juga tersedia 4 meja dengan latar alami yang siap merelaksasi ketegangan dalam menyelesaikan pekerjaan. Area beranda ini semakin sempurna, karena pengunjung tetap tidak diperkenankan untuk merokok.

Sesuatu yang paling berharga selama aku bekerja menggunakan layanan Ev Hive yaitu aku juga bisa berbincang, bertukar ide atau berbagi informasi dengan pengunjung lain dari latar belakang pekerjaan berbeda. Aku pun mendapat konklusi bahwa bekerja di coworking space tidak hanya mendapat tempat kerja, ruang pertemuan, tetapi juga jaringan yang bisa membuat bisnis semakin berkembang. Maka, budaya kerja itu yang harus disebarkan pada pengembangancoworking space di Indonesia seperti yang telah dilakukan oleh Ev Hive. Untuk lebih lengkapnya silakan kunjungi situs EV Hive di www.evhive.co

Ev Hive to do impactful work and contribute to the society. The purpose is bigger than the place*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar