Tulis yang kamu cari

Adv

Koperasi Digital untuk Generasi Milenial


Dahulu, Blogger Eksis hanya mengenal koperasi di lingkungan sekolah. Belajar dari pelajaran ilmu ekonomi dan mempraktekkan langsung menjadi anggota koperasi sekolah. Seiring berjalan waktu, koperasi harus mengikuti tantangan zaman yang didominasi generasi milenial. Koperasi pun berkembang dan harus mendekatkan diri dengan tren kekinian agar bisa bertahan di era digital.



Sejarah Koperasi di Indonesia

          Blogger Eksis membuka kembali buku Hukum Koperasi Indonesia yang pernah ditulis oleh Sutantya Rahardja Hadikusuma dan diterbitkan PT. Raja Grafindo Persada pada tahun 2001. Dalam buku disebutkan, bahwa Pemerintahan Orde baru bertekad untuk mengembalikan citra koperasi sesuai dengan kehendak dari UUD 1945. Pada waktu itu, terbentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat sementara (MPRS), di mana salah satu ketetapan yang penting yaitu Tap MPRS No. XXIII/MPRS/1966 mengenai pembaharuan kebijaksanaan landasan ekonomi, keuangan dan pembangunan.

Pada tanggal 18 Desember 1967, Pemerintah orde baru membuat UU Koperasi No. 12 Tahun 1967 mengenai Pokok-Pokok Perkoperasian. Dengan keluar UU ini, maka koperasi-koperasi yang ada pada waktu itu mulai ditertibkan. Jumlah koperasi pada akhir tahun 1967 telah mencapai 64.000, di mana dari jumlah tersebut hanya 45.000 yang berbadan hukum. Dengan penertiban sesuai dengan UU No.12 ini, maka pada akhir tahun 1968 jumlah koperasi yang ada tinggal 15.000 koperasi dan koperasi ini sesuai dengan ketentuan dalam UU No. 12 Tahun 1967.

   Seiring berjalan waktu, Undang-Undang mulai disempurnakan kembali dengan pengesahan Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992. Pasal 1 ayat 1 menjelaskan pengertian koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Maka, koperasi perlu lebih membangun dirinya dan dibangun menjadi kuat dan mandiri sehingga mampu berperan sebagai sokoguru perekonomian nasional.

        Adapun prinsip koperasi yang harus tetap dilaksanakan, yaitu:
1. keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.
2. pengelolaan dilaksanakan secara demokratis.
3. pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besar jasa
    usaha masing-masing anggota.
4. pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.
5. kemandirian.

Kontribusi Koperasi Digital dengan Tren Terkini

     Berdasarkan latar belakang sejarah tersebut, Pemerintah berupaya melakukan rebranding koperasi dengan meresmikan koperasi digital pertama di Indonesia. Koperasi yang diberi nama Koperasi Digital Indonesia Mandiri (KDIM) telah disahkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM. Koperasi digital ini sebagai bentuk gagasan bersama dari Masyarakat Telematika Indonesia (MasTel) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

            Koperasi Digital diharapkan mampu menyusun strategi bisnis yang efektif sehingga dapat memenuhi kebutuhan ekonomi anggotanya melalui layanan digital. Dengan kehadiran koperasi digital, kedaulatan ekonomi digital di Indonesia juga bisa menyentuh kalangan milenial. Ada tiga pilar yang menjadi alasan pembentukan koperasi ini, yaitu pasar, talenta, dan entrepreneurship.

          Pertama, pasar Indonesia dinilai memiliki potensi yang bisa menjadi sebuah kekuatan lokal untuk bersaing di dunia internasional. Generasi milenial merupakan bagian dari bangsa Indonesia yang begitu besar. Mereka berani berkreasi dan terus berinovasi sehingga menghasilkan banyak brand lokal dalam wadah Usaha Kecil Menengah (UKM).
(infografis data APJII, ada 3 fokus pasar melalui koperasi digital seperti 30% pangsa pasar ponsel pintar, 70% pangsa pasar aplikasi, dan 50% pangsa pasar satelit). Hal ini akan diproyeksikan untuk sepuluh tahun ke depan.

            Dari hal itu, akan terbentuk talenta yang mampu merealisasikan koperasi.

          Jika pasar dan talenta sudah terbentuk, maka entrepreneurship akan tumbuh pesat di Indonesia.

Kolaborasi dengan netizen demi jangkau generasi milenial

Blogger Eksis berharap pada Kementerian Koperasi dan UKM terus melibatkan netizen  untuk mengoptimalkan peran koperasi di kalangan generasi milenial. Netizen yang terdiri dari blogger, vlogger, dan influencer memiliki peran yang sangat strategis sebagai sosok yang berpengaruh untuk mengadvokasi, komunikasi, memberi informasi, dan edukasi melalui media sosial.

Kementerian Koperasi dan UKM juga bisa mengadakan forum silaturahmi dan wadah koordinasi dengan netizen untuk menguatkan fungsi-fungsi penyebaran prinsip koperasi secara terpadu. Pemberdayaan netizen terhadap kepedulian koperasi bisa dilakukan melalui pelatihan sehingga netizen turut menjadi mitra dan anggota koperasi digital. Ibaratnya, netizen akan menjadi fasilitator yang akan menumbuhkan kepercayaan publik terhadap koperasi zaman now.

Jika pelatihan tersebut dilakukan secara intensif, maka tujuan koperasi akan tercapai. Koperasi digital mampu mensejahterakan anggota bukan untuk kepentingan pengurus. Anggota koperasi pun akan termotivasi untuk mengoptimalkan peran sebagai pemilik dan pengguna  koperasi digital. Jika sudah menjadi kebiasaan, lama-kelamaan mereka akan aktif berkiprah di koperasi digital dan memahami hak serta kewajiban dalam koperasi secara berkelanjutan.

Pengalaman Belanja Online dengan Bonus Hadiah


Blogger Eksis cerita pengalaman belanja online

Alhamdulillah, bulan Ramadan telah berlalu. Saatnya kita masuk bulan baru yang sering disebut dengan bulan Syawal.

"Gimana nih dengan lebaran kamu?"
'Masih menebar kehangatan dengan keluarga, kerabat, dan teman-teman kan??'

Blogger Eksis mau berbagi pengalaman tentang persiapan lebaran 1439 H yang telah dilakukan kemarin. Mau tau kebutuhan apa saja yang biasa aku siapkan sebelum lebaran. Berikut cerita selengkapnya.

     Kebutuhan setiap orang dalam merayakan hari lebaran memang berbeda. Ada yang butuh baju baru, sepatu baru, gadget baru, jam tangan baru, atau pasangan baru *eaaa.
Kalangan emak mulai heboh buat kue lebaran. Kaum bapak sibuk renovasi rumah supaya lebih kinclong dipandang. Sementara anak-anak kecil pasti menagih upah puasa karena telah berhasil menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.
Semua kalangan seolah punya kebutuhan masing-masing. Katanya sih semua itu harus serba baru di hari lebaran. Tapi, bagi Blogger Eksis yang penting hatinya aja baru supaya bisa selalu kembali pada fitri alias lembaran hidup baru.
Aku gak mau munafik juga sih karena lebaran tahun ini aku tetap berburu sesuatu yang baru. Apalagi kalau sudah melihat tren fashion yang lagi seru. Lumayan kan bisa tampil beda di hari kemenangan. Siapa tau ketemu juga sama jodoh yang baru. Uhuk*

Baju baru..  Alhamdulillah
Tuk dipakai di hari raya
Tak punya pun tak apa-apa
Masih ada baju yang lama

Sebenarnya pakaian aku dari tahun lalu masih banyak. Pakaian itu tersimpan rapi di lemari. Tapi yaa itu tadi, aku mudah tergoda dengan gaya busana muslim yang lagi happening. Lumayan kan kalau aku pakai, nanti dicekrek, dan bisa langsung unggah di media sosial instagram @me_eksis. Siapa tau nambah followers.
Setelah aku blog walking dengan teman-teman sesama blogger. Tren baju muslim yang sedang ramai diperbincangkan itu Baju Koko Avengers. Katanya sih baju koko ini terdiri dari dua seri, yaitu Baju Koko Black Panther dan Baju Koko Thanos.
Baju koko kekinian yang terinspirasi dari kostum Black Panther
“Kayanya seru yaa kalau Blogger Eksis bisa pakai baju koko ini.
   Berasa jadi jagoan Marvel kan?!
Baju koko kekinian yang terinspirasi dari Thanos

Walau ada beberapa netizen yang banyak mencibir. Kata netizen julid itu kalau baju koko Avengers jadi tren, pasti akan banyak yang pakai pas hari lebaran. Maka, tren tersebut jadi terasa pasaran sehingga kita tidak bisa tampil beda dihari kemenangan.
Ah, sudahlah!. Abaikan kata-kata netizen yang nyinyir itu. Biar bagaimanapun yang upgrade penampilan itu kan aku. Baju koko itu, aku juga yang pake. Kalau memang sudah nyaman dipakai di badan untuk apa mendengar ocehan tak berfaedah dari mereka. Toh, demi tampil istimewa di hari raya, semua punya gaya busana masing-masing sesuai selera.

Mulailah Blogger Eksis berburu baju baru di pusat-pusat berbelanjaan baju muslim seperti Pasar Tanah Abang dan ITC Cipulir. Setelah kesana-kemari mencari alamat, eh bukan mencari baju koko maksudnya. Hasilnya pun nihil alias zonk.
Otak ku mulai berputar. Bukan karena pusing setelah keliling, tapi aku berpikir untuk mencari baju koko itu di dunia maya saja. Sekarang kan era digital, pasti pakaian kekinian tersebut lebih mudah didapat secara online. Apalagi sudah banyak portal belanja online yang telah memberi kemudahan bagi para konsumen. Cukup di depan layar gadget saja, kita sudah bisa menjelajah kemanapun yang kita suka.
Dimanapun kita berada dan kapanpun, kita bisa membeli barang apapun sepuas hati dari toko-toko yang menjajakan barang dagangan secara virtual. Belanja daring bagai pilihan ideal yang membuat waktu kita bisa dimanfaatkan secara efisien. Efektivitas dari proses belanja juga bisa diminimalisir hanya dengan sentuhan jari di layar ponsel.
Smart online shopping

Dengan semakin banyak ragam pilihan portal belanja online, kita dituntut untuk selalu menjadi konsumen cerdas nih. Istilah kerennya mah smart online shopping. Sebagai konsumen daring, kita harus pintar dalam menjelajah portal-portal belanja online yang tersedia. Kalau dalam bahasa ilmiahnya, survei atau riset pasar gitu. Berat kali bahasa aku!. Hahaha.
Hal tersebut harus dilakukan karena sebagian besar item memiliki harga yang berbeda di berbagai portal. Alangkah bijak jika konsumen cerdas bisa membeli dari toko yang tepat. Masing-masing e-commerce kan punya promo unik supaya dilirik oleh para konsumen daring. Siapa yang paling menarik, toko itu punya kualitas terbaik.
Supaya belanja online semakin efektif dan efisien, Blogger Eksis selalu menggunakan situs belanja agregat untuk mencari tahu di mana saja kita bisa mendapat kesepakatan harga terbaik. Nama situs belanja yang biasa aku gunakan sudah dikenal dengan sebutan Hadiah.me.
Smart online shopping

"Ayo, siapa yang sudah pernah belanja melalui Hadiah.me?"

Blogger Eksis bocorin dulu nih. Hadiah.me itu didirikan oleh PT. Digital Poin Indonesia yang bertujuan untuk memberi reward poin bagi para anggota dari aktivitas belanja online yang dilakukan melalui website Hadiah.me. Website ini bisa dengan mudah diakses menggunakan perangkat gadget apa saja. Setelah masuk, kita akan menemukan kumpulan cashback, diskon, dan promo dari aneka e-commerce di Indonesia. Berasa menemukan surga belanja deh karena situs e-commerce yang hadir sudah populer di Indonesia. Sebut saja Bilna, Blibli, Booking.com, Lazada, Zalora, Tokopedia, dan masih banyak lagi yang lain.
Hal yang membedakan dengan situs belanja agregat lain, Hadiah.me berani beri kita bonus hadiah atau kejutan berupa poin. Jumlah poin atau persentase yang bisa konsumen dapat akan bervariasi untuk setiap online shop yang kita pilih. Poin yang sudah didapat bisa ditukar dengan produk yang lebih beragam. Poin-poin tersebut bisa dipergunakan juga untuk transfer rekening, e-money, Tokopedia Gift Card, pulsa, dan Doku.

Kok bisa yaa konsumen dapat poin secara cuma-cuma?
   Iyalah. Banyak online shop yang memiliki program afiliasi. Mereka memberi komisi bagi siapa saja konsumen yang mengunjungi lapak online mereka. Melalui situs Hadiah.me, kita bisa bergabung menjadi member atau anggota sehingga bisa mendapat komisi tersebut.

            Terus kamu makin kepo dengan cara belanja online di Hadiah.me? 
Mudah bingit loh*

Cukup akses aja website www.hadiah.me melalui gadget yang kamu punya. Setelah muncul tampilan situs, lihat pojok kanan atas ada tulisan login. Jika sudah punya akun, kamu bisa langsung masuk ke portal tersebut. Jika belum, kamu bisa langsung membuat akun dengan daftar melalui facebook account atau alamat email yang kamu punya.
Bila kamu masih bingung, bisa langsung klik daftar di Hadiah.me yaa. Nanti akan ada instruksi yang mudah kamu ikuti. Jangan lupa, perbaharui profil kamu di menu bar 'area member'. Masukkan nama, jenis kelamin, tanggal lahir, nomor handphone, dan domisili. Setelah data terisi, secara otomatis kamu langsung mendapat bonus hadiah 100 poin.
Baru deh tinggal pilih e-commerce tujuan belanja kamu. Bisa juga kamu cari terlebih dahulu pada kategori yang tersedia. Sesuaikan dengan kebutuhan produk yang kamu mau beli. Telusuri pilihan cashback, diskon, promo yang paling menguntungkan dan klik di hati. Setelah klik, halaman web akan langsung beralih menuju e-commerce yang kamu pilih.
Jika sudah mendapat produk, kamu bisa langsung selesaikan transaksi seperti biasa di merchant pilihan kamu. Lakukan step by step hingga pembayaran berhasil. Begitu transaksi dinyatakan selesai atau tervalidasi dari pihak merchant, kamu bisa langsung dapat poin dari transaksi tersebut.

Tampilan web merchant Blibli di portal Hadiah.me

Berhubung Blogger Eksis lagi cari baju koko. Aku terpincut dengan situs e-commerce Blibli. E-commerce ini setiap pekan ada promo yang dinamakan Fun Weekend Deal (FWD) untuk para shopinista yang selalu belanja di akhir pekan. Apalagi aku melihat ada kupon diskon Blibli dengan harga miring dari paket lengkap pakaian muslim (baju koko, sarung, sajadah, dan tasbih).
Langsung deh, aku lanjutkan proses belanja seperti biasa. Walau baju koko yang aku beli itu bukan model Avengers. Aku pun tetap nekat menyelesaikan transaksi karena bisa belanja hemat di Blibli bersama Hadiah.me.
Beli Produk Blibli dapat bonus hadiah

Oia, semakin sering kita belanja menggunakan Hadiah.me, semakin besar pula keuntungan dalam bentuk poin. Jumlah poin bisa lebih banyak karena cepat terkumpul dari setiap transaksi. Bukan hanya poin, konsumen akan banyak mendapat cashback dari setiap pembelian produk yang diinginkan. Hadiah.me hadir sebagai platform yang membantu situs e-commerce untuk menjangkau konsumen sepertiku dalam memenuhi kebutuhan produk dengan harga terbaik.

Inilah pengalaman menarik Blogger Eksis saat menjadi konsumen cerdas dalam belanja online. Kebiasaan ku keliling ke pusat-pusat perbelanjaan di ibukota sudah mulai tergantikan dengan keberadaan situs belanja agregator seperti Hadiah.me. Ibaratnya, aku cukup duduk manis sambil melihat mall online dalam genggaman tangan. Semua kebutuhan lebaran pun telah terpenuhi sehingga bisa lebih hemat waktu, uang, dan tenaga. 'Kapan lagi, bisa belanja online dapat bonus hadiah langsung!'

Bonus Hadiah dari Hadiah.me

Fragmen Pancasila dalam Film Lima


Pancasila adalah wujud keberagaman. Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, serta kepercayaan bersatu padu membentuk Indonesia. Semoga bangsa Indonesia senantiasa terus bertoleransi dalam keberagaman! 

Mari, kita bersatu, berbagi, dan berprestasi*

(Blogger Eksis)

Film Lima telah tayang di bioskop sejak tanggal 31 Mei 2018
    
PANCASILA. Kata itu pertama kali Blogger Eksis kenal di sekolah. Setiap hari Senin saat upacara bendera, teks Pancasila selalu dibacakan di depan lapangan. Aku sering bertugas menjadi pemimpin untuk membaca teks Pancasila supaya diikuti oleh peserta upacara lain.
      Tak hanya di luar kelas, aku pun mendapat pengetahuan tentang Pancasila dari pelajaran yang diajarkan di dalam kelas. Nama pelajaran ini sering disebut Pendidikan Kewargaan Negara, lalu diubah menjadi Pendidikan Moral Pancasila (PMP), kemudian berkembang menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), disederhanakan kembali menjadi Kewarganegaraan, dan sampai sekarang disebut dengan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sesuai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Meski nama sering berubah mengikuti standar kurikulum yang ada, inti ajaran Pancasila tetap sama yaitu membina warga negara agar memiliki budi pekerti yang luhur dan mematuhi norma-norma yang berlaku di masyarakat.
       Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Panca itu artinya lima, maka ada lima sila yang harus kita amalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk lingkup keseharian. Rasanya memang sulit untuk merumuskan dalam bentuk implementasi tindakan karena kita hidup pada kondisi bangsa yang majemuk. Jika kita memegang teguh semboyan negara Bhineka Tunggal Ika, maka kita bisa lebih menghormati perbedaan demi bersatu menjaga NKRI.
Bhineka Tunggal Ika, Walaupun berbeda tetap satu jua

            Banyak hal sederhana yang sebenarnya bisa kita coba sebagai bukti pengamalan setiap sila Pancasila. Tapi, masih banyak penempatan ideologi yang kaku sehingga membuat situasi dan kondisi menjadi tegang. Toleransi pun menjadi korban atas segala bentuk kesewenang-wenangan yang tak bisa menghargai perbedaan. Semua studi kasus tersebut bisa kita tonton dalam film Lima.

            Film indonesia yang sudah tayang sejak tanggal 31 Mei 2018 di layar bioskop ini memiliki cerita yang unik. Penempatan sudut pandang begitu istimewa. Ada sebuah keluarga yang hidup dalam satu atap pada konteks kehidupan multikultural. Kepercayaan terhadap agama didasari atas masing-masing keyakinan. Mereka harus tetap hidup berdampingan, meski konflik tak bisa dihindari karena perbedaan agama.

            Blogger Eksis berkesempatan menonton film Lima pada Jum’at (1/6/2018) di Djakarta Theatre, Sarinah. Pemutaran film dilakukan sekaligus memperingati hari kelahiran Pancasila. Energi kebangsaan begitu terasa apalagi acara nobar pada hari itu diikuti oleh member community ShopBack.
Undangan Nonton Bareng Film Lima Bersama ShopBack

Film dibingkai melalui potret keluarga Ibu Hajjah Maryam Hassanah (Tri Yudiman). Ia punya 3 anak yang memiliki perbedaan agama. Mereka terlahir dari pernikahan beda agama yang sesuai dengan realita di kehidupan kita.

 Keluarga seperti itu ada disekitarku. Begitu dekat aku mengenal teman-teman yang ada di lingkungkan komplek perumahanku yang mengalami hal sama dalam film. Pertentangan atas beda paham menuntut mereka untuk memiliki pemikiran terbuka. So far, anak-anak akan menjadi korban dari kehidupan keluarga beda agama ini.
           
           Jenis film yang diproduksi oleh Lola Amaria Production hampir mirip seperti omnibus. Hanya saja film Lima memiliki beberapa alur yang saling berkesinambungan. Kakak pertama bernama Fara (Prisia Nasution) merupakan seorang pelatih atlet renang. Sebagai peran utama wanita, Ia menghadapi berbagai pertentangan tentang keberagaman. Ia harus menyikapi konflik yang terjadi dengan solusi untuk kedua adiknya, Aryo (Yoga Pratama) dan Adi (Baskara Mahendra) serta asisten rumah tangga yang bernama Bi Ijah.

           5 sutradara, 5 cerita, dan satu keluarga berasal dari Indonesia mampu memvisualkan nilai-nilai Pancasila ke dalam film yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Shalahuddin Siregar bertugas menyutradarai kisah sila pertama, Tika Pramesti mengomandoi cerita sila kedua, Lola Amaria memimpin cerita di visualisasi sila ketiga, Harvan Agustriansyah mengarahkan konsep untuk sila ke empat, dan Adriyanto Dewo memegang komando pada sila ke lima.

Film Lima yang Berisi Fragmen Pancasila

Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Kontemplasi dalam sila ini dimulai pada babak awal film. Banyak adegan yang menjadi punching line dalam film Lima sehingga penonton bisa masuk ke dalam cerita. Prosesi pemakaman dengan paham beda agama menjadi pusat konflik yang begitu kompleks.
Sosok ibu yang pernah murtad lalu kembali memeluk agama Islam hingga bergelar Hajjah dibentuk dengan sangat unik. Ibu suka menggunakan kuteks menjadi point of information dari karakter yang out of the box. Dilematis bagi anak-anaknya saat menghadapi kematian sang ibu yang harus dikebumikan dengan cara yang sesuai pada tata cara agama yang harus diamalkan.
Debat kusir terjadi antar anak dan keluarga yang datang. Fara yang Islam tetap teguh untuk menghapus kuteks di jari jemari ibu sebelum dikebumikan. Sementara Roy sebagai anak dari ibu namun beragama Kristen juga tidak berhak masuk ke liang lahad saat menguburkan jenazah ibu dalam tata cara muslim.
Biarlah, dosanya saya yang tanggung!”, ujar Fara memperbolehkan Roy untuk masuk ke dalam liang lahad. Adegan penguburan pun berhasil membuat penghormatan kepada jenazah dari dua agama yang berbeda. Sungguh adegan menakjubkan dan memang pernah terjadi di kehidupan nyata.

Sementara untuk sila kedua, Film Lima coba menggali dari sisi gaduh seleksi Asian Games. Pemahaman terhadap unsur kemanusiaan yang adil dan beradab coba ditunjukkan oleh Fara. Ia rela meninggalkan profesionalitas kerja hanya karena kisruh seleksi atlet renang yang membedakan antara golongan pribumi dan non-pribumi.
Awalnya, Fara diminta untuk menilai atlet terbaik yang dikirim ke pelatihan nasional (pelatnas) sesuai dengan performa saat latihan. Setelah menentukan, Fara justru harus menghadapi sikap pimpinan klub renang tersebut yang memiliki kepentingan demi kepuasan tersendiri. Ada perbedaan warna kulit yang coba diungkit, meski para atlet renang yang ada dalam klub tersebut tak pernah mempermasalahkan perbedaan tersebut.
Ini tidak mengada-ada, tapi fakta dalam kehidupan sosial politik di negeri kita. Korupsi, kolusi, dan nepotisme itu masih menjadi virus yang mengekang idealisme. Jalan tengah pun diambil untuk mengajak penonton memutar balik sudut pandang yang tak pernah kita duga.

Prosesi kematian sang ibu juga berlanjut sebagai perwujudan konteks sila ketiga, Persatuan Indonesia. Keluarga multikultural itu terus diuji tentang status wasiat yang ditinggalkan almarhumah Ibunya. Tanpa diduga, mereka masih memiliki warisan untuk melangsungkan kehidupan ke depan.
Aryo (Yoga Pratama) lebih berperan dalam cerita ini. Setelah bisnis yang dibangun bersama temannya sukses, Ia justru dibuang karena tidak fokus merintis usaha tersebut. Aryo diusir begitu saja dari kantor.
Fara yang memutuskan untuk berhenti bekerja sebagai pelatih renang dan Aryo yang baru saja dipecat dari kantor begitu bingung menghadapi kehidupan mereka ke depan. Notaris pun hadir di tengah keluarga yang berada dalam persimpangan. Warisan menjadi polemik kembali yang memicu konflik. Namun, penyelesaian akan pertentangan dalam keluarga yang mengatasnamakan persatuan begitu rapi terbentuk sehingga masing-masing anggota keluarga tak perlu meluapkan emosi berlebihan.

           Hanya saja dari babak tengah menuju babak akhir, cerita justru tidak begitu kuat. Sila ke-4 disimbolkan dalam adegan adik yang paling bungsu bernama Adi melihat pencuri yang dibakar dalam kondisi masih hidup. Semenjak kematian ibu, Adi sering dibully oleh teman sekolahnya. Sampai Adi babak belur karena berupaya menolong seorang pencuri yang dibakar oleh teman sekolahnya tersebut. Sungguh peristiwa yang tidak berperikemanusiaan karena tidak ada hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

            Apalagi di babak akhir, penonton hanya disuguhkan cerita tentang anak Bi Ijah yang dihukum karena mencuri buah coklat di perusahaan perkebunan terbesar di Indonesia. Tanpa sengaja kisah ini harus dihadapi Bi Ijah saat pulang ke kampung halaman. Ia harus menuntut keadilan bagi anak-anaknya.
Penyelesaian kasus tersebut dalam Film Lima coba memihak sisi hukum yang melindungi masyarakat golongan ke bawah. Adegan debat di ruang sidang menjadi konflik yang coba dilirik, meski tidak semua dialog terasa menarik. Toh, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia masih kurang kuat tergambar dalam adegan di akhir ini.

            Secara keseluruhan, film Lima tidak pernah menggurui penonton. Karakter antagonis dan protagonis dibentuk sebagai bentuk pertentangan yang memiliki hubungan sebab akibat. Keberanian Film Lima dalam mengambil sudut pandang masalah diusahakan menjadi lebih netral. Ada isu politik yang digulirkan, tapi tak memihak lawan politik yang penuh intrik. Dari persoalan yang dihadapi oleh keluarga multikultural ini, solusi hanya satu yaitu kembali pada dasar negara yang kita akui sejak dahulu, PANCASILA.
Pancasila yang dicetuskan Bung Karno

Pancasila dasar negara

Rakyat adil makmur sentosa

Pribadi bangsaku

Ayo maju, maju

Ayo maju, maju

Ayo.. maju, maju


            Setelah melihat beberapa adegan yang merepresentasi pengamalan nilai-nilai dari Pancasila, Blogger Eksis terus merenung tentang kebhinekaan yang terjadi dan sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Film Lima mampu menempatkan arti penting toleransi dan apresiasi terhadap kemajemukan bangsa Indonesia. Krisis penghayatan terhadap Pancasila sudah mulai luntur. Jika terus tergerus dengan ideologi asing, maka harapan Indonesia damai di masa datang bagai sebuah tantangan yang harus pudar begitu saja.

            Intinya, kita harus tetap saling menghormati dan menghargai perbedaan yang ada. Bukankah sejak dahulu kala, Bung Karno, Bung Hatta, dan Bung Syahrir selalu memandang suatu perbedaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai suatu keniscayaan yang langka sehingga membentuk kekuatan bangsa. Apa guna kalau perbedaan yang ada dipermasalahkan sehingga menyebabkan konflik Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan. Semua itu hanya menimbulkan kegelisahan dan kekacauan yang tak pernah berujung akhirnya.

          Bukankah semua agama tidak menganjurkan umatnya untuk saling membenci. Agama itu bagai pedoman hidup kita untuk menjadi insan yang selalu memaknai arti kesucian dalam diri atau fitri agar semua bisa saling mengasihi. Toh, dalam agama juga banyak paham yang berbeda namun hal itu yang bisa membuat kehidupan beragama menjadi lebih indah.

Ideologi Pancasila

            Sekarang waktu untuk mewujudkan Pancasila yang tidak terbatas pada ideologi ilmu pengetahuan semata. Garuda Pancasila itu bukan hanya sebatas simbol. Teks pancasila juga bukan kalimat yang harus dihafalkan.

      Blogger Eksis punya 4 kiat untuk menjaga dan merawat keberagaman dengan Pancasila:
1. Meningkatkan intensitas pembinaan pemahaman Pancasila
2. Mengembangkan inklusivitas, bermakna memberi dan menerima
3. Menjadikan Pancasila sebagai sumber kreasi dan prestasi
4. Memasukkan nilai-nilai Pancasila dalam problematika yang ada di masyarakat

Jadi, Pancasila harus menjadi jiwa dari perilaku kita di kehidupan sehari-hari. Resapi dan pahami nilai-nilai yang terkandung didalamnya, niscaya egosentris kita bisa melebur jadi satu.  Hentikan ujaran kebencian yang radikal apalagi mengatasnamakan agama agar segala bentuk perpecahan, kejahatan, dan ketidakadilan tak perlu terjadi lagi di Indonesia. Esensi film Lima hadir bukan untuk sebuah narasi kebangsaan tentang intoleransi atau terorisme. Lebih dari itu, ada fragmen visual positif yang menginginkan negara Indonesia tetap maju berlandaskan PANCASILA.

Monumen Insinyur Soekarno di Jakarta Fair Kemayoran

"Pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turun-temurun yang sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat. Dengan demikian, Pancasila tidak saja falsafah negara, tetapi lebih luas lagi, yakni falsafah bangsa Indonesia." (Ir. Soekarno)

Jakarta Fair Aman untuk Dikunjungi Semua Kalangan

Liputan Blogger Eksis di Jakarta Fair
#BloggerEksis

Selasa (5/6/2018), Blogger Eksis mendapat kabar dari WhatsApp Group tentang kebakaran yang terjadi di Pekan Raya Jakarta. Kabar yang mengagetkan ini coba aku telusuri kembali melalui beberapa akun media sosial resmi @JakartaFairID dan menjelajah di situs-situs media mainstream terpercaya. Ternyata kebakaran terjadi bukan di area Jakarta International Expo (JIExpo), bencana itu menimpa Gedung Tjipta Niaga yang tepat berada disebelahnya. 

Alhamdulillah, #JakartaFairAman, ujarku.





Jakarta Fair tetap aman walaupun kebakaran
Suasana Kebakaran
  Beranjak ke hari Jum’at tanggal 8 Juni 2018, aku pun memantapkan hati untuk melangkah pergi mengunjungi pesta rakyat ini. Rencananya, aku ingin menggunakan transportasi umum seperti TransJakarta. Hal ini dikarenakan selama event berlangsung, pihak penyelenggara telah berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengaktifkan halte bus Transjakarta, menambah rute, dan meningkatkan jumlah armada bus Transjakarta yang memudahkan aksesibilitas transportasi umum ke JIExpo Kemayoran.

    Dari domisiliku yang berada di wilayah Cengkareng, untuk menuju ke Jakarta Fair harus transit terlebih dahulu di halte TransJakarta Monas (Monumen Nasional). Dari halte tersebut, baru aku bisa melanjutkan menuju TKP. Tapi, apa boleh buat. Jam sudah menunjukkan pukul 15:30 WIB, sementara aku sudah janji dengan teman-teman blogger lain pada pukul 16:00 WIB harus tiba di lokasi.

    Aku pun memutuskan untuk transit di Harmoni dan lanjut dengan transportasi ojek online. Beruntunglah aku mendapat kode promo “UNTUNGJUNI” sehingga saat menggunakan layanan GrabBike, aku hanya membayar tarif sekitar Rp 3.000,-. Bisa lebih hemat kan?.

  Setelah sampai di lokasi, aku langsung menuju pintu 9. Pintu ini memang sudah ditetapkan sebagai meeting point dengan rekan-rekan blogger lain. Tampak loket baru saja dibuka, antrian pun sudah panjang. Sepertinya, pengunjung sudah membludak setiap hari. Begitu antusias warga ibukota yang ingin datang ke acara ini, bahkan beberapa pengunjung yang aku temui juga sengaja datang dari luar kota.
Pintu 9 salah satu area pintu masuk Jakarta Fair
Pintu 9 dekat Gedung Tjipta Niaga sebagai salah satu pintu masuk

       
Perhelatan Jakarta Fair Kemayoran 2018 yang bertepatan dengan bulan Ramadan dan libur lebaran memang seharusnya jadi momentum menguntungkan bagi semua kalangan. Hal ini mengingat kebutuhan belanja dan hiburan semakin meningkat jelang lebaran. Semua kebutuhan kita bisa terpenuhi di pameran terbesar se-Asia Tenggara ini.



      Jika kamu punya rencana untuk belanja di Jakarta Fair, bisa baca spot diskon terbaik yang telah aku rangkum yaa. Kalau ditulisan ini, Blogger Eksis mau memberi tau spot-spot apa saja yang punya konten acara menarik dan wajib kamu datangi saat  berada di Jakarta Fair. Berikut pilihannya:

1. Arena Panggung
  • Panggung utama
       Tempat ini merupakan area konser musik yang disajikan oleh pihak penyelenggara yang akan menampilkan ratusan artis dan band papan atas setiap hari. Penampilan penyanyi solo akan meramaikan panggung ini seperti Afgan, Agnes Monica, Ari Lasso, Iwan Fals, Raisa, Virgoun, Ayu Ting-Ting, dan masih banyak lagi dari berbagai aliran musik. Band top Indonesia juga bergiliran tampil di atas panggung besar ini, sebut saja GodBless, Hivi, Endank Soekamti, Maliq & D’essentials, Nidji, RAN, Sheila on 7, Slank, Superman is Dead, Tipe-X, Tony Q Rastafara, Wali, dan musisi-musisi ternama lain.

       Mereka akan menggelar konser musik setiap malam. Untungnya, Blogger Eksis pada malam itu bisa menyaksikan pertunjukan musik dari Pas Band. Jadi ingat nih lagu “Kesepian Kita”

Ingatkah kawan kita pernah berpeluh cacian
Digerayangi dan digeliati kesepian
Walaupun, sejenak nafas dari beban
Tuk lewati ruang gelap yang teramat dalam
[Reff]
Hidup ini, hanya kepingan, yang terasing dilautan
Memaksa kita, memendam kepedihan


     Disebelah panggung utama, pengunjung juga bisa karaoke nih tepatnya di booth GenFm. Siapa yang ikut karaoke akan mendapat merchandise kece. Terus selama bulan puasa di area panggung utama juga akan dibagikan takjil gratis. Jadi, jangan lupa para pemburu takjil bisa standby disini sejak sore hari.

Pengisi Acara di Panggung Utama Jakarta Fair Kemayoran
Jadwal Pengisi Acara di Panggung Utama
  • Panggung Budaya
       Panggung ini memiliki daya magnet tersendiri bagi pengunjung JFK. Beda dengan panggung utama, panggung budaya berlokasi di area Gambir Expo. Ada pertunjukkan kesenian di panggung budaya ini, mulai dari penampilan musisi indie, carnaval perform, hingga Miss Jakarta Fair show.
Rangkaian acara di Panggung Budaya Jakarta Fair 2018
Jadwal Acara di Panggung Budaya

2.  Area Food Court
JFK 2018 bisa jadi tujuan ngabuburit asyik bareng teman-teman. Tidak hanya menjadi pusat pameran multiproduk terlengkap, JFK juga menyediakan spot-spot kuliner yang bisa memanjakan lidahmu. ‘Mohon bersabar, ini ujian!’. Godaan iman pasti begitu hebat saat melihat kanan-kiri dijejali berbagai produk kuliner nikmat.
  • Pasar Malam
Lokasi ini menjadi salah satu tempat favorit bagi siapa saja. Dengan konsep unik dan desain istimewa, pengunjung bisa menemukan lokasi santai untuk sekedar nongkrong atau bermain sambil menikmati berbagai fasilitas yang ada. Mulai dari arena games, snack corner, trick art area, peramal, karikatur, fashion, aksesoris, souvenir, dan lainnya.
Berbagai kudapan kekinian tersedia di area yang tepat berada dibelakang Hall E. Backdrop photo yang instagramable pun memenuhi lorong untuk mengabadikan momen sambil swafoto atau wefie. Di area ini juga ada wahana rumah hantu Sacred Riana dan permainan Virtual Realiy Cinema 9 Dimensi. Ayo, siapa yang berani bertualang sambil kulineran?
Spot foto area pasar malam Jakarta Fair
Salah satu spot foto yang instagramable
  • Wisata Kuliner Bali
            Konsep tempat ini memang baru hadir di perhelatan akbar JFK. Dari namanya, kita sudah tau bahwa area yang berada di belakang Hall D menyajikan makanan khas dari Bali. Suasana Kuliner Khas Bali ini juga asik banget, tiap booth didesain dengan konsep yang menarik, bikin atmosfer area menjadi seperti Pulau Dewata. Dijamin deh bikin kamu betah nongki disini.
Pintu masuk wisata kuliner Bali di JFK 2018
Pintu Masuk Wisata Kuliner Bali
  • Kampung Betawi
Area ini ada di dekat Pintu Masuk F. Area sengaja didedikasikan khusus untuk pertunjukan berbagai seni budaya lokal dan pameran aneka kerajinan serta kuliner khas Betawi. Pengunjung tak hanya bisa membeli kerak telor, area ini juga menyediakan soto betawi, bir pletok, dan gado-gado.
Area Kampung Betawi di JFK 2018
Deretan pedagang kerak telor dan toge goreng
  • Expo Resto
Di tahun 2018 ini, Expo Resto memberikan berbagai macam makanan yang siap menggoda lidah pengunjung. Ada ayam bakar sambal matah, nasi daun jeruk, Hainan ayam, Hainan bebek, dan masih banyak lagi. Ragam kuliner lokal dan internasional bersatu dalam kenikmatan yang tiada tandingannya.
Pilihan makanan di Expo Resto Jakarta Fair
Salah satu makanan yang dijual di Expo Resto
  • Kuliner Nusantara
Area ini ada di belakang Hall D. Aneka makanan lezat dan minuman segar yang menggugah selera sangat cocok menjadi menu pilihan untuk memanjakan lidah siapa saja. Cita rasa sudah terjamin keaslian lokal warisan kuliner dari Indonesia.
Sop Iga di Kuliner Nusantara
Sop Iga yang dipesan di Kuliner Nusantara

3. Tempat Pelayanan Publik


Tempat penukaran uang baru di JFK 2018
Layanan Kas Keliling Bank Indonesia
            Jakarta Fair 2018 menempatkan Hall C sebagai anjungan Provinsi DKI Jakarta. Di dalam hall ini, pengunjung bisa mengetahui lebih banyak destinasi wisata, makanan khas, dan pembangunan kota di berbagai provinsi di Indonesia. Beberapa pelayanan publik seperti pembayaran pajak, pembuatan akta keluarga, dan urusan birokrasi lain bisa dilakukan disini. Pengunjung juga bisa berfoto karena ada spot-spot instagramable yang unik dan keren dari Bappeda DKI Jakarta, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, PT. Jakarta Propertindo,  MRT Jakarta, TransJakarta, Bank DKI, dan PT. Kereta Api Indonesia (KAI).

4. Wahana Permainan
  • Kids Area


Pintu masuk Kids Area Jakarta Fair
Siapa aja nih yang mau bawa anak-anak ke Jakarta Fair? Tenang aja di Jakarta Fair pengunjung bisa menemukan berbagai wahana seru yang bisa dicoba. Wahana-wahana tersebut ada di area outdoor, indoor dan area Gambir Expo. Wahana yang bisa dimainkan oleh anak-anak diantaranya Bianglala, Bom-Bom Car, Kora-Kora Mini, Mandi Bola, Trampoline, dan masih banyak lagi. Keseruan bermain wahana ini pasti terasa menyenangkan sambil anak-anak tersebut menunggu orangtuanya berbelanja.
  • Fun World


Bianglala untuk anak-anak di Jakarta Fair
Biasanya, anak-anak bisa bermain Fun World di mal yang ada di Jakarta. Tapi kali ini, mereka bisa merasakan sensasi berbeda karena aneka ragam atraksi permainan disuguhkan hanya dengan membayar tiket seharga Rp 20 ribu sampai Rp 25.000. Lokasi Fun World sengaja ditempatkan di berbagai sudut Jakarta Fair agar mudah dijangkau oleh para pengunjung.

5. Dunia Pesta Bola

Area Dunia Pesta Bola
Buat kamu yang suka bola atau sering menemani pacar/gebetan/istri/anak belanja tapi nggak mau ketinggalan nonton Piala Dunia 2018, tenang saja karena kamu bisa NoBar di area Dunia Pesta Bola tepatnya di Gambir Expo. Ini merupakan area khusus yang baru ada di Jakarta Fair Kemayoran 2018. Pengunjung bisa menyaksikan 64 pertandingan secara live di layar raksasa yang tersedia. Dunia pesta bola, dijadwalkan ramai dari tanggal 14 Juni sampai 15 Juli 2018. Bersiaplah nonton bareng bersama sambil menyaksikan tim kesayangan berlaga!

6. Ragam Fasilitas Lain
Akomodasi wara wiri di JFK 2018
Fasilitas transport wara-wiri untuk pengunjung JFK 2018
 Setiap tahun, pihak penyelenggara selalu melakukan evaluasi agar penyelenggaraan Jakarta Fair makin sukses. Berbagai fasilitas oke selalu dihadirkan untuk dimanfaatkan oleh pengunjung. Tahun 2018, Jakarta Fair Kemayoran menyediakan Free Shuttle Service, Bus Wara-wiri, Parkir motor, Prayer Room, Medical Station, Nursery Room, Toilet, Information Center, Media Room, ATM Service, Stan JIExpo Souvenir, dan masih banyak lagi fasilitas lain.
     Sejumlah peningkatan berupa sarana dan prasarana dilakukan oleh panitia penyelenggara untuk terus meningkatkan kenyamanan bagi seluruh pengunjung. Panitia menjamin kebersihan arena pameran yang berstandar internasional, menyiapkan ratusan toilet dan urinoir yang tersebar di setiap sudut. Bahkan, tempat ibadah juga tersedia untuk salat Tarawih berjamaah di area belakang Hall B-C3.
  Pihak panitia pun bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk meningkatkan keamanan dan kelancaran arus menuju area Jakarta Fair Kemayoran dengan menyiapkan sarana parkir yang mampu menampung kendaraan roda dua dan roda empat. Meski, Blogger Eksis sarankan agar kamu yang mau datang ke JFK 2018 tak perlu repot membawa kendaraan pribadi ke lokasi. Demi mencegah kepadatan arus lalu lintas ada baiknya menggunakan alternatif akomodasi yang begitu mudah, seperti fasilitas transportasi publik berupa bus Trans Jakarta yang memiliki rute langsung menuju halte pintu 2 area Jakarta Fair Kemayoran.
Foto Bersama di Booth Nestle Jakarta Fair
Foto bersama teman-teman blogger di booth Nestle

    Kamu sudah yakin kan kalau Jakarta Fair tetap aman terkendali dan masih banyak spot terbaik yang harus kamu kunjungi. Nah, jelang hari raya lebaran pada tanggal 9 hingga 13 Juni 2018, Jakarta Fair dibuka mulai pukul 10:00 hingga 23:00 WIB. Pada hari raya lebaran, ajang ini juga akan tetap dibuka untuk umum yakni mulai pukul 14:00 hingga 23:00 WIB. Dan pada masa libur lebaran yakni mulai tanggal 16 hingga 20 Juni akan dibuka mulai pukul 10:00 hingga 23:00 WIB.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan cek Instagram, Facebook, dan Twitter @JakartaFairID. Selamat bersenang-senang di Jakarta Fair 2018*
Akun Instagram Jakarta Fair 2018
Akun Instagram Jakarta Fair