Popular Posts

LIFE MUST GO ON

Keanekaragaman Informasi dalam IDN Times yang Memberi Inspirasi




Media berita dengan platform digital sudah sangat dekat dengan kehidupan siapa saja. Hal ini didukung dengan kemudahan mendapat informasi dalam genggaman. Artinya, gadget sudah menjadi bagian dari kebutuhan pokok yang mampu menyebarkan informasi secara cepat. Kebutuhan ini dipenuhi oleh generasi milenial (Y) dan generasi Z.
Dengan adanya media massa berbasis web berita dan startup, publik dapat mengakses informasi secara interaktif. Kecepatan update berita dan ketepatan variasi informasi yang dapat diakses berulangkali, membuat media berita versi digital semakin personal dan opsional. Setiap web dapat dinikmati sesuai kebutuhan dan pilihan informasi dari pengguna dimana saja dan kapan saja. Kondisi ini menjadi magnet terbesar bagi sebagian besar konsumen media massa elektronik untuk beralih ke media berita siber. 
Informasi yang disebar melalui media siber bisa terkoneksi langsung dengan media sosial. Dari situ, konten-konten unik bisa saja menjadi viral seketika. Ruang informasi pun terbuka dengan segala referensi didalamnya.

Berdasarkan data dari comScore bulan Desember tahun 2017, ada salah satu media siber terbaru yang berada di peringkat ke-7 dari urutan 10 besar media digital terbesar di Indonesia. Media siber ini dikenal dengan nama IDN Times. Dengan total Unique Visitor (UV) 8.908 dan total Page Views (PV) 67.323, IDN Times bersaing dengan media-media siber lain yang sudah lama ada.
Kemudahan akses internet dalam genggaman telah mendukung performa IDN Times sebagai media siber yang sangat memiliki pengaruh bagi penyebaran informasi. Resistensi informasi yang berisi sesuai dengan tagline ‘The Voice of Millenials and Gen Z’. Media siber ini berhasil memberi efisiensi tersendiri dalam membaca dan menulis berita yang penting untuk dikabarkan.
Keunikan IDN Times sebagai media siber multi-platform memiliki pendekatan jurnalistik dan suara kreatif. Informasi diproduksi dengan menekankan pada visual, listicle, dan teks konten interaktif. Aksesibilitas untuk membaca dan menulis melalui IDN Times pun begitu praktis sehingga kita bisa melakukan apa saja saat membuka media siber yang telah hadir sejak tahun 2014.
     Konten positif IDN Times ikut serta membangun peradaban masa depan yang lahir dari revolusi digital. Pantas saja lalu lintas traffic media siber ini mampu hadir pada page one google karena sudah terindeks SEO dan memenuhi unsur algoritma yang bersaing dengan media siber lain.
Fokus IDN Times semakin mengukuhkan diri sebagai News & Entertainment Portal melalui pembagian kategori news, hype, life, quiz, community, business, sport, food, automotive, health, travel, fiction, opinion, tech, men, and science. Keanekaragaman minat informasi yang dihadirkan terasa begitu memuaskan pengguna yang mengakses media siber ini. Perspektif pun semakin kaya karena konten kreatif dibuat dengan begitu indah. Bukan hanya sekadar tulisan yang tak berfaedah.

Saat membuka media siber IDN Times, kita akan melihat 3 opsi di halaman depan yang memuat informasi:
1. What’s Hot berisi tulisan-tulisan yang menjadi headline dan banyak dishare oleh para pengguna.
2. Trending memungkinkan siapa saja melihat informasi yang sedang happening untuk diperbincangkan sehingga tulisan yang masuk ke dalam fitur ini memiliki viewers paling banyak dibaca.
3. Artikel Terkini merupakan kumpulan konten tulisan terbaru yang telah dibuat sesuai urutan tanggal hari ini dan sebelumnya.

IDN Times hadir memenuhi kesadaran, keterlibatan, dan tindakan yang berkolaborasi antara konten kreator dan pembaca. Melalui tools dengan pencarian pada kata kunci mampu memudahkan siapa saja untuk berpartisipasi melihat informasi sesuai berita yang diminati. Komentar dalam setiap tulisan juga akan menunjukkan bahwa media siber ini telah melakukan komunikasi dua arah yang interaktif. Sebagai pengguna, kita pun tidak hanya terlibat sebagai pembaca melainkan bisa menjadi konten kreator yang menjangkau seluruh lapisan dunia.
Bagaimana cara mendapatkan jutaan rupiah sebagai konten kreator?
Tulisan yang telah kita buat akan mendapat kesempatan untuk dibaca dan dibagikan ke jutaan pembaca di Indonesia. Setelah terbit secara digital, kita akan mendapat apresiasi berupa poin. Nilai poin tersebut bisa dikonversikan menjadi uang. Langsung saja, ikuti langkah-langkah seperti di bawah ini:
  1. Pastikan kita sudah memiliki akun IDN Times dan segera login. Jika belum, klik tombol “create post” di pojok kanan atas. Lalu registrasi akun menggunakan akun Facebook atau email. Setelah terdaftar, mulai lengkapi profil dan buat tulisan secara konsisten.
  2. Tulis sebuah artikel atau topik yang kita suka atau sesuai dengan kategori di IDN Times. Pastikan judul dan isi tulisan menarik supaya bisa mencapai page views yang tinggi.                                                                  Ada dua bentuk tulisan yang bisa ditulis. Pertama, bentuk listicle. Tulisan ini memiliki poin-poin yang memudahkan pembaca untuk menyerap informasi dengan efektif secara detail. Kedua, bentuk narasi. Tulisan ini bertutur seperti uraian atau deskripsi yang lebih mengalir. Kedua bentuk tulisan ini bisa ditambahkan unsur visual agar konten tidak membosankan.
  3. Setiap konten yang telah lolos penyuntingan dan mendapat 100 views, maka akan mendapatkan 1 poin. Kumpulkan poin sebanyak-banyaknya. Lalu tukarkan poin dengan uang atau barang yang telah disediakan. Minimal poin yang dapat ditukar adalah 500 poin dan proses redeem poin akan diproses maksimal selama 7 hari kerja.
  4. Untuk menambah poin dengan jumlah banyak, ikuti online competition yang memberi bonus poin. Tenang saja, tidak ada masa hangus sehingga poin bisa ditukarkan kapanpun.
  5. Pelajari infografis di bawah ini untuk menjangkau pembaca lebih banyak.

Sebagai media siber berbentuk multi platform, IDN Times juga mulai mengembangkan prospek bisnis ke depan. Tidak hanya bisa diakses melalui web saja, IDN Times telah tersedia dalam bentuk aplikasi yang dapat diunduh melalui Google Play Store atau App Store. Media siber ini juga mulai merambah konten video melalui channel IDN Times di YouTube yang berisi informasi secara audio visual dan mulai konsisten memproduksi webseries dalam IDN TV.
Tidak hanya bersifat online, IDN Times pun hadir secara offline. Melalui acara inovatif yang mutakhir, IDN selalu melibatkan konten kreator dan pembaca bisa melakukan kopi darat alias bertemu langsung untuk berinteraksi. Sebut saja, BeautyFest Asia, IDN CreativeFest, IDN MusicFest, IDN GameFest, dan masih banyak lagi acara bisa terselenggara dengan aktif menyeimbangkan kehidupan dunia maya dan dunia nyata.

Perkembangan industri media siber IDN Times juga tidak luput dari peran serta tim dibalik layar proses penciptaan karya kreatif yang disebut Timmy. Nama ini juga dikembangkan sebagai maskot yang menggambarkan sosok pekerja keras, dinamis, inovatif, dan selalu kreatif dalam membuat konten positif anti hoax (berita kebohongan). Mereka adalah super tim yang memiliki obsesi dan semangat yang cerdas, ramah, serta saling mendukung satu sama lain demi peningkatan kualitas IDN Times yang semakin terdepan.

Blogger Eksis berniat untuk bergabung menjadi konten kreator di IDN Times. Hanya saja masih ada beberapa kejanggalan yang harus diperhatikan oleh media siber ini, diantaranya:

1. Sebagai konten kreator, kita masih sulit menulis melalui di mobile app IDN Times versi smartphone. Maka akses untuk menulis lebih mudah menggunakan komputer atau laptop saja.
2. Interaktivitas konten kreator dengan admin belum terlihat fiturnya. Jika mengalami kendala, maka kita kesulitan untuk menghubungi admin.  
3. Proses redeem poin hanya bisa dilakukan melalui rekening BCA. Bagi yang belum memiliki rekening, maka poin tidak bisa ditukar.

Semoga saja kekurangan tersebut bisa segera diatasi ke depan. Besar harapan Blogger Eksis bisa bergabung memajukan literasi di Indonesia melalui empowerment tulisan. Tidak lagi hanya menjadi pembaca setia, tetapi juga sebagai konten kreator yang memberi inspirasi bagi siapapun.

Ibarat Indonesia dengan slogan "Bhineka Tunggal Ika”. Jika Indonesia punya heterogenitas suku, maka IDN Times memiliki keanekaragaman informasi. Heterogenitas di Indonesia menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, sementara keanekaragaman IDN Times memberi inspirasi bagi siapa saja tanpa mengenal kepentingan pribadi dan golongan. #UnityInDiversity



Ashley Hotel Jakarta; Lebih dari Tempat Perayaan Blogger Day


Blogger Day 2018 sudah berlalu. Pasti dong, banyak momen penuh kenangan yang menyenangkan. Ada yang reuni dengan sahabat blogger, ikut workshop dengan antusias, sampai foto bareng di hotel yang instagramable. Bayangkan! Lebih dari 100 blogger berkumpul dengan berbagai niche blog. Bahkan ada yang rela datang dari luar kota demi ikut keseruan acara yang diadakan di Hotel Ashley (17/3).
      Meski tahun sebelumnya, Blogger Day diadakan sampai menginap di luar kota. Namun, saat itu Blogger Eksis belum bisa ikut serta dan hanya bisa melihat keseruan acara melalui timeline social media. Biarlah tahun ini terselenggara full day, tapi hal terpenting acara sudah berjalan lancar dan memberi kesan yang memuaskan bagi semua blogger termasuk Blogger Eksis. Salah satu yang paling mengesankan bagiku yaitu tempat acaranya, Hotel Ashley Jakarta.


Hotel Bisnis dengan Konsep Manis

Tanpa kompromi dalam kualitas, Hotel Ashley menawarkan premium dan kenyamanan bisnis bersama. Apalagi desain kontemporer modern bikin betah lama-lama di tempat ini.
Begitu menginjakkan kaki ke dalam hotel, kita akan disambut oleh pelayanan security dan resepsionis yang stand by selama 24 jam. Di area lobi yang disebut E-Corner, konsep interior sudah terasa elegan. Ada sofa nyaman yang bisa digunakan. Dilengkapi dua iMac yang bisa kita manfaatkan untuk mengintip fasilitas dan tipe kamar yang tersedia.
Melangkah lebih jauh ke dalam, kita akan menemukan konsep lorong yang semakin membuat cozy dan nyaman. Lorong ini mengantar kita menuju ruang pertemuan. Ada 10 tempat pertemuan untuk meeting yang serius namun menyenangkan. Masing-masing ruang diberi nama downing 1 sampai downing 10. Hal yang membedakan yaitu ukuran ruangan dan fasilitas meja serta kursi yang disesuaikan dengan jumlah peserta didalamnya. Setiap ruang akan dilengkapi sound system, layar, dan LCD Projector. Dengan jangkauan minimal 10 pax, para peserta meeting juga bisa merasakan coffee break dan 3 jam pemakaian ruangan yang membuat suasana pertemuan semakin mengesankan.




Oh iya, kalau kita mau mengadakan event besar dengan kapasitas 100-500 orang, kita juga bisa sewa tempat di hotel ini. Ruangan ini biasa disebut ballroom dengan konsep dekorasi yang minimalis. Hitungan harga untuk menggunakan ruangan ini juga sudah termasuk makan siang atau malam. Disesuaikan dengan waktu acara yang akan diadakan. Paket komplit kan.
dokumentasi blogger crony
Udah gitu, kalau mau sewa kamar di hotel ini bisa dengan harga yang terjangkau karena sudah termasuk sarapan. Pengunjung pun bisa menikmati fasilitas laundry dan free wifi. Kebayang dong, kalau menginap disini bisa style staycation seperti apa.
Supaya kamu semakin kepo, Blogger Eksis kasi lihat nih video kamar Hotel Ashley yang terdiri dari 186 kamar dan bisa membuat kamu tertidur pulas didalamnya. Dijamin bisa intim di atas ranjang deh.
Jadi, selesai meeting atau setelah acara bisa langsung puas menginap nih. Kita bisa pilih salah satu dari 5 jenis kamar yang tersedia seperti Studio, Executive, Deluxe, Superior, dan Ashley Suite. Siap-siap deh bobok kece di atas kasur berkualitas internasional dari King Oil yang empuk. Bisa juga sambil menonton acara favorit dari balik layar Samsung LED TV 40” yang dilengkapi kecanggihan audio portable dari JBL Horizon. Di dalam kamar juga tersedia hair dryer, safe deposit box, dan complimentary bottles water berikut coffee & tea maker.


Jika ingin mencari suasana lain, kita juga bisa memanfaatkan fasilitas Adele Restaurant. Tempat ini bisa digunakan untuk makan sambil mengobrol dengan orang-orang kesayangan. Pilihan menu tersedia dari seluruh dunia. Ada western food hingga asian food termasuk makanan Indonesia, seperti gado-gado, mie tek-tek, bubur ayam, soto betawi, dan masih banyak lagi. Suasana modern restoran ini membuat siapa saja yang makan disini terasa santai.

Konsep hotel bisnis yang terasa manis. Dengan tagline 3B (Broadband, Bed, and Breakfast), Hotel Ashley Jakarta mengedepankan konsep teknologi, gaya hidup, dan layanan yang praktis. Begitu masuk hotel, kita akan langsung terhubung dengan akses internet super cepat diseluruh area tanpa menggunakan password.
   Apalagi kalau kita sudah tahu lokasi strategis hotel Ashley. Dijamin kamu bisa bolak balik ke sini. Hotel ini berada di Jl. KH. Wahid Hasyim No. 73-75, Menteng, Jakarta Pusat. Dekat dengan pusat perbelanjaan seperti Sarinah, Plaza Indonesia, dan Pasar Tanah Abang. Dari hotel ini, kita bisa menuju landmark ibukota seperti Monumen Nasional (MoNas) dan Bundaran HI. Jika mau wisata religi, kita juga bisa mengunjungi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Lokasi yang dekat dengan pusat kota kan. Untuk segera melakukan pemesanan, kamu bisa menghubungi (021) 3100 355 atau melalui e-mail reservation@ashleyindonesia.com yaa.

Ratusan Blogger dalam Blogger Crony Community 3rd Anniversary

Yup, selain Ashley Hotel Jakarta yang berkesan dengan so sweet moment. BloggerDay 2018 juga punya kesan tersendiri bagi Blogger Eksis.
Sudah menjadi rahasia umum kan, jika blogger berkumpul, maka pergaulan pun terbangun. Hal ini sejalan dengan motto komunitas Blogger Crony yaitu “Blogging, Networking, dan Empowering”. Blogger Eksis juga baru pertama kali mengikuti event seru dalam rangka ulang tahun ke-3 Blogger Crony yang mengambil tema “BCC Digital People”.
Awalnya, Blogger Eksis sempat ragu untuk datang ke Blogger Day 2018 di Ashley Hotel Jakarta karena bentrok dengan acara keluarga. Untung acara keluarga diundur, jadi aku langsung konfirmasi H-1 dengan mimin penyelenggara acara. Mimin langsung merespons dengan jawaban yang memuaskan. Blogger Eksis pun bisa numpang eksis dan bertemu langsung dengan rekan-rekan blogger yang baru kenal di media sosial.


Acara diawali dengan registrasi dan pembagian goodie bag yang berisi pouch dan snack dari Anns Bakehouse. Begitu masuk venue, aura kebahagiaan para blogger sudah terpancar dari wajahnya masing-masing. Tidak ada beban deadline yang menghiasi raut muka mereka pada hari itu. “Sungguh aura positif!”, ujarku dalam hati. Kondisi demikian menambah semangatku mengikuti rangkaian acara yang menginspirasi.
      Mulai dari workshop tentang transformasi digital dengan pembicara Mas Tuhu Nugraha. Ia menceritakan pengalaman kolaborasi bersama digital influencer dalam brand Indosat Ooredoo yang selalu memiliki strategi kreatif menjangkau konsumen pada ranah digital. Dilanjutkan dengan workshop menulis kreatif melalui mind mapping yang diberikan oleh Anwari Natari sebagai  trainer, pendidik atau pengajar di berbagai instansi juga media nasional ternama. Betapa bahagia Blogger Eksis mendapat ilmu yang bermanfaat.

          Di sela sesi workshop, seluruh peserta juga mendapat suguhan Lunch Box Tumpeng Ayu Dapur Solo untuk menu makan siang. Ada juga pembagian doorprize dari sponsor-sponsor ternama seperti produk dan voucher Markamarie yang sudah dikenal sebagai modest fashion Indonesia yang bersifat currated boutique, Rejuve Skin Lab yang memberi voucher perawatan wajah agar selalu awet muda dan sehat, dan voucher Sandeeva Spa & Reflexology untuk treatment tubuh agar lebih rileks.
Hadiah doorprize yang paling berkesan tentu persembahan BCC BloggerPreneur. Alasannya, BCC BloggerPreneur ini merupakan program baru dari komunitas Blogger Crony. Program ini memfasilitasi blogger yang telah punya usaha atau brand untuk bisa berkembang memasarkan secara berkelanjutan. Walaupun nama Blogger Eksis belum beruntung dapat doorprize ini, tapi aku cukup appreciate karena konsepnya menggunakan filosofi dari blogger, untuk blogger, dan oleh blogger. Inspiring!
Kesan mengikuti Blogger Day beberapa minggu lalu begitu memuaskan. Sebelum pulang, Blogger Eksis juga menyempatkan diri berfoto bersama mengabadikan momen Blogger Day tahun ini di Photobooth Alfa Kreasi. Supaya semua kenangan terekam dengan aksentuasi.

Terima kasih untuk Hotel Ashley yang telah memberi impresi manis dalam blogger gathering kali ini. Terima kasih juga untuk komunitas Blogger Crony yang menyelenggarakan acara dengan ragam kemeriahan tak terhingga. Salam kenal untuk semua BCC Digital People and Happy Blogger Day.


Kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi.
Kalau ada umur panjang, sampai jumpa di Blogger Day tahun depan lagi.

Inilah 6 Kumpulan Kata-Kata Bijak tentang Hubungan Asmara yang Bisa Kamu Jadikan Inspirasi


Kehidupan umat manusia di muka bumi ini tidak bisa terlepas dari apa yang namanya kata-kata. Pasalnya, kata-kata merupakan sebuah harmoni bagi kehidupan umat manusia untuk meraih kesuksesan. Disaat kita mengalami sebuah masalah dan diambang keputusasaan, adakalanya kita membutuhkan ketenangan berupa kata bijak. Ya, kata-kata bijak tersebut memang dapat mendamaikan hati seseorang, bahkan bisa membangkitkan seseorang dari keterpurukan hidup. Terutama dalam permasalahan hubungan asmara, dimana selalu melahirkan kata-kata yang puitis dan romantis. Saking puitisnya kata-kata tersebut, tak sedikit orang-orang yang menangis terharu karena maknanya yang begitu mendalam. Nah, untuk mempersingkat waktu, di bawah ini ada 6 kumpulan kata-kata mutiara tentang hubungan asmara yang bisa menjadi inspirasi.

1. Jika untuk memiliki ragamu adalah sesuatu yang mustahil, maka bukanlah hal yang mustahil bagiku untuk mendapatkan cintamu. Ya, makna dari kata mutiara tersebut dimana kita masih bisa memiliki cinta berupa saling komunikasi, meskipun kita tidak bisa mendapatkan raganya.

2. Terkadang aku ingin menggelapkan pandangan mata sejenak, karena aku tidak sanggup melihatmu telah menjadi milik orang lain. Siapa sih yang sanggup melihat kekasih yang selama ini menjadi pujaannya telah menjadi milik orang lain?

3. Jika aku beranggapan bahwa cinta itu bisa membunuhku, maka ada yang salah dengan pikiranku. Sebab, cinta itu selalu memberikan kehidupan dan kebahagian yang sejati.

4. Mengapa aku selalu menemukan kehangatan cinta dari orang-orang yang selama ini tidak aku perhatikan. Adakalanya kita terlalu fokus pada satu orang yang belum tentu memberikan perhatian, sehingga kita tidak menyadari bahwa ada orang lain yang selalu memberikan perhatian kepada kita.

5. Jika dia orang yang kamu cintai, mengapa selama ini kamu bilang bahwa akulah tempat yang paling nyaman bagimu untuk bersandar. Memang sungguh menyakitkan disaat kita telah dekat dengannya, namun ia malah memilih orang lain.

6. Jika syaratku untuk bisa memilikimu harus mampu menyebrangi lautan api, maka selama ini aku telah mencintai orang yang salah. Ya, sepasang kekasih yang sejati itu tidak akan pernah meminta hal-hal yang dapat menyulitkan satu sama lain.

   Itulah 6 kumpulan kata-kata bijak tentang hubungan asmara yang bisa kamu jadikan inspirasi. Dengan ketersediaan waktu yang terbatas, maka perjumpaan dengan Blogger Eksis cukup sampai disini dulu.




Hipotesis Takut Kawin dari Sudut Pandang Pria

Keputusan untuk menikah bukanlah hal yang mudah. Keraguan kadang timbul untuk percaya bahwa kita akan selamanya bersama pasangan. Pernikahan itu hanya sekali seumur hidup, jadi harus serius menentukan agar suatu hari nanti tidak ada penyesalan.
Nyatanya lama berpacaran juga tidak akan menentukan dengan kesiapan menikah yang lebih matang. Kondisi itu yang juga sering menghantui para jojoba (dibaca: jomblo-jomblo bahagia) termasuk Blogger Eksis. Merajut pernikahan butuh pemikiran yang matang demi kehidupan rumah tangga mendatang.

Film Takut Kawin bercerita tentang Bimo (Herjunot Ali) dan Lala (Indah Permatasari) yang sudah lama berpacaran dan ingin mengakhiri masa itu. Mereka selalu dipertanyakan kapan kawin karena desakan dari orangtua dan teman-teman seangkatan yang telah menikah terlebih dahulu. Ada hal yang mengusik pikiran Bimo, meski Lala ingin segera melangsungkan pernikahannya. Kesiapan mental dan finansial terasa mengganggu prosesi yang harus disegerakan ini.
Lama-kelamaan kemantapan hati datang. Bimo memutuskan untuk menikahi Lala. Layanan katering, gedung, undangan, dan pelaminan mulai dipesan. Persiapan foto pre-wedding pun tampak dilakukan. Sampai apartemen yang akan digunakan untuk tinggal bersama sudah disetor uang mukanya.
Badai itu tiba menjelang hari H. Keraguan Bimo muncul karena kabar buruk dari sahabat yang belum lama menikah bernama Romy (Junior Liem). Romy memutuskan ingin cerai dari istrinya. Sahabat Bimo lain seperti Harris (Adjis Doaibu) dan Ganda (Babe Cabita) juga turut mempengaruhi pemikiran Bimo sebelum melangkah lebih jauh.
Selain itu, pernikahan orangtua Bimo juga mengalami pertengkaran. Mami Bimo (Asri Welas) memiliki penghasilan lebih tinggi dibanding papinya (Denny Chandra). Mami pun berkuasa dan mendominasi di lingkungan keluarga Bimo. Kondisi rumah tangga yang penuh konflik dan sulit terlihat mulus.
“Buat apa aku nikah? Kalau aku ngelihat papi sama mami ribut!”

Menikah seolah menjadi awal dari penderitaan berumah tangga. Ada penghasilan yang harus dibagi kepada pasangan. Ada tantangan yang harus dipenuhi demi kebutuhan. Ada kekurangan yang harus diterima apa adanya.
Lalu, apa yang terjadi? Bimo ingin menunda pernikahannya dengan Lala. Keputusan ini tentu membuat Lala berubah pikiran.
Seperti apa kelanjutan kisahnya? Saksikan di bioskop ya!

Film Takut Kawin yang bergenre komedi telah diproduksi Amanah Surga Production (ASPro) dibawah naungan sutradara Syaiful Drajat. Blogger Eksis hadir pada gala premiere di CGV Grand Indonesia. Ada prosesi unik karena premiere ini juga menghadirkan konsep nikah masal.
Ide cerita film begitu bagus memandang ketakutan perkawinan dari persepsi pria. Hanya eksekusi cerita tidak cerdas sehingga lebih terasa film televisi yang ditampilkan dalam bentuk layar lebar. Alim Sudio tidak berupaya cadas membungkus cerita dengan perpaduan drama antara elemen romantis dan komedi yang manis.
Pengadeganan pun berjalan tidak logis sehingga alur berlalu cepat. Seharusnya film berfokus pada konflik batin antara Bimo dan Lala. Hanya saja sutradara cenderung membangun cerita dengan terlalu banyak karakter yang tak mendapat porsi secara proporsional. Mereka hadir masing-masing sehingga energi film terkesan tidak menyatu.

Ekspetasi terhadap pemeran utama juga tak sampai. Nama besar bintang film seperti Herjunot Ali dan Indah Permatasari belum bisa memuaskan penonton. Chemistry sebagai pasangan tidak terlihat nyata bagai mimpi di siang bolong saja. Adegan Bimo dan Lala berantem di bundaran Hotel Indonesia (HI) tampak begitu kaku.
Apalagi karakter Junot seolah berada di dua sisi. Ada momen dramatis, namun bisa juga Junot hadir dalam sisi yang komedi. Ada keluguan sebagai anak rumahan yang membuatnya sulit untuk menentukan keputusan. Karakter Bimo pun terbentuk labil. Ia takut mengambil resiko. Di sisi lain, Bimo terlihat punya jaringan persahabatan yang asyik dan karir yang memadai.
Semua terasa serba tanggung. Kenapa Junot tidak hadir sebagai Bimo yang konyol saja agar bisa ikut mengocok perut penonton supaya masuk ke unsur komedi secara langsung.
Lala yang berkarakter ambisius, keras kepala, perfeksionis, dan tegas juga tidak berhasil diperankan oleh Indah Permatasari. Kegalauan hatinya belum tersampaikan dengan lugas kepada penonton.
Sebagai film komedi, hanya adegan-adegan saat stand up comedian in frame yang bisa menggelitik penonton. Komika seperti Babe Cabita dan Adjis Doa Ibu terlihat lebih menjiwai sebagai sahabat yang saling mempengaruhi. Selebihnya lelucon hadir setengah-setengah sehingga penonton sulit untuk menanggapi.
Ekletis para pemeran pendukung juga terlihat lebih dominan. Asri Welas, Deny Chandra, dan Junior Liem lebih berkarakter. Hanya saja porsi mereka untuk tampil tidak terlihat banyak.

Overall, Blogger Eksis cukup excited dengan original soundtrack yang merdu. Lagu bertajuk Kau Seputih Melati yang dinyanyikan oleh Harsya Rieuwpassa begitu menggoda. Lantunan lagu mengiringi akhir cerita yang biasa saja namun terasa lebih syahdu.


Akhirnya, Takut Kawin memberi pesan tentang pandangan pernikahan dari persepsi kaum pria. Pernikahan dituding sebagai persiapan kehidupan rumah tangga. Dibutuhkan kemampuan finansial yang mapan dan kemantapan mental yang terdepan.
Pengendalian diri atas ego diperlukan untuk menyatukan dua pemikiran berbeda. Pernikahan harus didasarkan untuk menerima kelebihan dan kekurangan satu sama lain. Meski ada hal yang bertolak belakang, kita harus siap untuk saling melengkapi.
Ikuti langkah untuk menikah. Kuasai jalan pemikiran agar tidak tersesat. Meski keputusan terasa sulit, yakinlah ada hari-hari baik yang bisa dilalui dengan mudah esok hari. rumput tetangga belum tentu lebih hijau daripada rumput sendiri.

Takut Kawin, isu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pernikahan tidak lagi menjadi hal yang didamba semua orang karena kita sering kali terlalu banyak pertimbangan. Jadi, kamu masih takut kawin?


Sekala Niskala; Filosofi Tradisi dari Bali


“Kematian itu adalah merayakan kehidupan”


Apresiasi Film Indonesia

       Setelah Film Athirah dan Marlina Si Pembunuh Empat Babak, salah satu film Indonesia yang berjaya di ajang penghargaan Internasional yaitu Sekala Niskala atau dalam bahasa asing diberi judul The Seen and Unseen. Film ini diproduksi oleh Treewater Productions dan Fourcolours Films.
    Kamila Andini selaku produser, sutradara, dan penulis skenario film Sekala Niskala berhasil meraih piala kemenangan di Berlin International Film Festival ke-68. Film ini menang dalam sesi kompetisi Generation Kplus lewat penghargaan yang diberikan juri internasional pada Sabtu, 24 Februari 2018. Keikutsertaan film ini di Berlin juga didukung oleh Bekraf dan Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.
    Generation Kinderplus merupakan salah satu sesi pemutaran dalam Berlinale yang dibuat khusus untuk anak-anak sejak tahun 1978. Sekala Niskala menerima penghargaan Grand Prix dari tiga juri dewasa untuk kategori Generation Kplus. Film panjang ini menang bersama film pendek asal Nepal berjudul Jaalgedi (A Curious Girl) garapan Rajesh Prasad Khatri.
     Kabarnya, film ini diberikan karena teruji keaslian cerita dan dipenuhi unsur gaib yang tidak terjamah dalam akal pikiran secara biasa dari visual film yang dipenuhi dengan tarian. Ada perjalanan emosional sebagai bentuk serah terima antara marah dan sedih yang penuh dinamika. Sinematik eksklusif juga tercermin dalam film yang mengandung keseimbangan dongeng puitik secara visual. Sekala Niskala pun berhasil mengguncang dunia dengan keunikan yang membuka jendela budaya Indonesia, khususnya tradisi dari Bali.
       Sebelumnya, Sekala Niskala meraih anugerah film remaja terbaik (Best Youth Feature Film) dalam Asia Pacific Screen Awards (APSA) ke-11 di Brisbane, Australia pada November 2017. Film ini mengalahkan empat film lain, seperti Big Big World  (Turki), Jasper Jones  (Australia), The Skier  (Iran), serta The Summer is Gone  (Tiongkok). Bersama Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak, film ini juga meraih hadiah utama (grand prize) dari juri dalam Tokyo FILMeX ke-18. Selain itu, film ini pernah masuk dalam program pemutaran dan nominasi kompetisi Singapore International Film Festival dan terlebih dahulu tayang di festival film Toronto International Film Festival (TIFF) 2017 serta Busan maupun Dubai.
       Apresiasi di dalam negeri mulai didapat sejak diputar dan didaulat sebagai film terbaik dalam gelaran Jogja-Netpac Asian Film Festival ke 12 melalui Golden Hanoman Award. Sekala Niskala pun mendominasi penghargaan karena mampu menyampaikan visualisasi dengan rasa yang berbeda.

Tradisi Cerita dalam Visual Budaya

Durasi 86 menit film tayang membungkus sensitivitas masa anak-anak. Imajinasi visual yang sederhana bertutur pada konteks magis yang seadanya.
Sekala Niskala menjadi film kedua karya Kamila Andini setelah The Mirror Never Lies. Film ini bercerita tentang kekerabatan erat antara Tantri (Ni Kadek Thaly Titi Kasih) dan Tantra (Ida Bagus Putu Radithya Mahijasena) yang berusia 10 tahun. Kembar buncing yang lahir dan tinggal di sebuah pedesaan yang ada di wilayah Bali.
Cerita diawali dengan Tantra yang mengambil telur di tempat persembahan yang seharusnya diperuntukkan bagi dewa. Telur yang diambil oleh Tantra diberikan kepada Tantri untuk digoreng sebagai lauk pauk. Keadaan ekonomi keluarga mereka memang tergolong miskin dan  sangat sederhana. Telur yang mereka goreng pun selalu dibagi dua untuk makan bersama. Sebelum menggoreng telur tersebut, Tantri sudah menanyakan dari mana asal telur itu, tetapi Tantra malah berbohong dan menyuruh Tantri untuk menggoreng telur itu saja.
Tidak lama setelah makan telur, Tantra menghilang. Tantri yang pertama menyadari hal tersebut segera mencari Tantra. Singkat cerita, Tantra ditemukan dalam keadaan koma dan terpaksa harus dirawat di rumah sakit dalam waktu yang lama.
         Tantri pun kehilangan dan selalu ingin berada di samping Tantra. Meski di rumah sakit, mereka terkadang mencuri waktu untuk sekedar bermain musik sambil bernyanyi, menari, dan menanam sebatang padi. Keceriaan diperlukan untuk menghibur saudara kembarnya.
      Lama-kelamaan kondisi kesehatan Tantra semakin melemah. Tantri pun mengalami kejadian magis yang relate dengan kekuatan batin saudara kembarnya. Melalui ekspresi dan gerakan tubuh, Ia selalu berada pada garis batas kenyataan dan khayalan.                 
         Hubungan emosional kembar buncing juga tervisualkan dengan bulan dan telur. Bulan purnama menjadi tempat curhat Tantri yang riang saat malam hari. Ia sering bermain dan menari ditemani oleh anak-anak kecil berpakaian putih yang mengepak dan berguling layaknya janin. Seperti ada hal mistik yang ingin disampaikan melalui rombongan tak kasat mata itu. Jika siang tiba, Tantri harus menghadapi kenyataan saat melihat Tantra yang masih lemah tak berdaya di atas bangsal rumah sakit.
      Selain bulan, telur juga menjadi saksi yang membawa penonton memutar imajinasi dalam batas yang logis. Tantri hanya suka makan putih telur, sementara kuning telur sering diberikan kepada Tantra. Suatu ketika, saat Tantri makan telur rebus, Ia tidak menemukan bagian kuning telur. Tantri pun tampak gelisah dan terlihat bahwa Ia telah kehilangan sebagian diri seorang Tantra. Kedukaan terus dialami Tantri hingga Ia merasakan kehilangan sejati.

Proses penciptaan karya kreatif yang begitu panjang

Film Sekala Niskala membutuhkan waktu pembuatan hingga lima tahun untuk melewati tahap pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Berawal dari kerangka berpikir yang relate terhadap eksplorasi karakter anak, Sekala Niskala menawarkan konsep berbeda. Ada kehilangan dan bayangan tentang kematian dalam kelam malam yang begitu syahdu di sepanjang penayangan.
Isu sudut pandang anak-anak juga mengerucut pada konteks kembar buncing yang deep connection terhadap hal-hal nyata dan tak kasat mata. Waktu penciptaan karya kreatif yang panjang tidak dilalui dengan mudah untuk mendapat hasil maksimal.Terkendala finansial membuat film ini cukup tersendat untuk melaju pesat. Butuh banyak diskusi juga untuk menggali tradisi di Bali yang begitu kental sehingga layak ditonton sebagai bahan renungan.
Dalam tradisi Bali, pantang bagi siapa saja untuk mengambil sesuatu tanpa permisi apalagi hal itu persembahan yang sudah disuguhkan bagi Dewa. Jika siapapun melanggar, pasti akan ada akibatnya.Sebagai tokoh protagonis, Thaly terlihat lebih menghayati setiap gerak yang dilakukan. Ia begitu menawan hadir sebagai aktris pendatang baru yang memukau. Kelenturan koreografi yang diajarkan oleh seniman, Ida Ayu Wayan Arya Satyani membuat Thaly terhanyut berperan sebagai Tantri yang menyentuh relung rasa dan menggetarkan jiwa. 
Meski harus diakui, kedua pemeran utama yang masih anak-anak memang tampak lihai mendalami peran karena sudah terbiasa belajar seni tari. Mereka berhasil membangun simpati penonton untuk tetap duduk di kursi bioskopnya masing-masing menyaksikan visual dengan konsep teaterikal yang megikat hubungan emosional dan spiritual.

In My Humble Opinion (IMHO) ada beberapa adegan yang masih kurang berfaedah. Mungkin eksekusi terlihat membosankan seperti adegan sabung ayam yang terlihat berlebihan. Selain itu, kekurangan esensi sewajarnya juga tampak pada properti latar gorden yang tidak ditutup saat semua sudah terlelap dalam tidur di malam hari. Unsur-unsur nyata yang mengarah pada ketidaklogisan semata nyatanya tak mampu dibangun seiring bergulir kisah fiksi yang penuh ilusi.

   Di balik itu, Blogger Eksis bagai terkena sihir saat menyaksikan film Sekala Niskala usai pemutaran di XXI Plaza Indonesia, dalam rangkaian Plaza Indonesia Film Festival 26 Februari 2018 lalu. Adegan paling menarik menurutku yaitu saat Tantra mendongeng melalui sosok bayangan. Ia menyiratkan dirinya sebagai rembulan yang bisa kapan saja sirna sinarnya. Kepiluan begitu terdeskripsi dalam tingkah kepolosan para pemerannya.


Secara keseluruhan, semua detail tersampaikan melalui keindahan visual yang dikenal dengan poetic. Relate kembar buncing juga jelas terukir dramatis. Akhir film menutup dengan sangat emosional tanpa unsur melankolis yang menggurui.
Setelah keliling dunia mengikuti festival bergengsi internasional di akhir tahun 2017, Film Sekala Niskala yang mengisahkan tradisi lokal Bali masih tayang di bioskop tanah air dan sudah bisa ditonton para pencinta film Indonesia sejak Kamis 8 Maret 2018. DUKUNG TERUS KIPRAH SINEAS-SINEAS TANAH AIR!