Tulis yang kamu cari

Adv

Persuasi Tulisan dengan Cinta hingga Dapat Penetrasi Rasa

“Cinta, bagiku, selalu bisa diperjuangkan, dijaga, dan dipelihara. Ibarat tanaman, cinta butuh perhatian, disuburkan, dan tentu saja dinikmati keindahannya. Aku selalu berhati-hati menggarap cinta… . Cinta juga bisa membuat sesuatu yang sulit menjadi lebih mudah. Mengubah sesuatu yang mustahil menjadi mungkin.”
(Novel Muhasabah Cinta, 8)

        Itulah cinta yang sering aku tuangkan dalam tulisan. Aku mencintai tulisan sejak kecil dan berharap menggugah hati para pembaca. Hanya saja, cinta itu tidak cukup jika dalam setiap tulisanku belum menembus rasa.
        
           Menulis dalam konsep kekinian tidak hanya sebatas suka. Ada hal-hal yang harus terbebas dari pilihan suku kata. Sebagai seorang blogger, aku harus membedakan antara tulisan yang bersifat ulasan dari pengalaman maupun titipan para pihak yang memberi penghasilan.
        
          Aku pun menjadi ragu untuk menyesuaikan dengan sudut pandangku. Terkadang ada hal yang ambigu dan membuat kaku. Lama-kelamaan jari jemari tanganku kelu. Tarian pemikiran justru membuat semakin saru.


        Alhamdulillah, aku mendapat pelajaran baru dari seorang penulis novel Trilogi Cinta, Dini Fitria. Bersama komunitas ISB (Indonesia Social Blogpreneur) telah berlangsung Workshop Menulis Dengan Cinta Batch 2 dalam tema Mengungkap Rasa Melalui Tulisan. Workshop pun diikuti oleh sekitar 30 blogger pada Selasa, 6 Maret 2018 di Blibli Corner, Slipi, Jakarta.

         Menulis dengan rasa diawali pada pengenalan terhadap premise dan feature stories. Premise itu bagai ide pokok keseluruhan yang ditetapkan pada awal tulisan agar memiliki tujuan. Sementara feature stories lebih menekankan pada konsep penulisan yang bertutur, deskriptif, informatif, memiliki gaya penulisan, memuat unsur 5 W + 1 H (What, When, Where, Who, Why, and How), dan mendekatkan pada sisi human of interest. Ketika kita sudah mengenal hal tersebut maka bisa dengan mudah menyentuh para pembaca. Bahkan, membawa mereka pada suasana yang kita bangun melalui permainan kata.

       Semua pengalaman yang kita tulis bisa diterapkan ke dalam berbagai nuansa. Jika sebagai blogger diminta untuk menuliskan tentang perjalanan, maka kita bisa menceritakan apa saja. Mau yang mengarah pada perjalanan hidup atau perjalanan wisata. Bisa dalam rana yang mendekati hubungan pribadi maupun saat harus berinteraksi dengan sesama. Banyak pilihan yang dieksekusi melalui rangkaian kata.

Setiap blogger pasti tidak akan sama. Mereka berada dalam kepala yang berbeda. Ada kesimpulan yang didapat dari reaksi masing-masing perjalanan yang belum dilakukan atau sudah dilaksanakan. Mungkin saja ada yang bergaya sesuai kondisi hati, pengaruh komunikasi dengan yang lain, atau bertahan pada tulisan ala kadarnya.

So, How to create a feature?

Mungkin pertanyaan ini yang masih sulit untuk direalisasikan. Padahal, membuat feature sama saja dengan mengolah kata. Gugah hati para pembaca hingga tersentuh tanpa limitasi. Kelihaian dalam membuat setiap kalimat memaksa diri kita untuk mengakui bahwa storytelling is important!.

Biarkan pembaca orgasme dengan sendirinya. Bantu mereka untuk menikmati kalimat yang enak dibaca. Blogger itu harus pintar mengambil alih perhatian. Tetapkan objek tulisan agar bisa dikonsumsi hingga titik terakhir. Intinya, buat tulisan yang sederhana tanpa berlebihan sehingga siapapun yang membaca bisa terpuaskan.

Dengan begitu tulisan akan memiliki impact yang jelas. Melalui aliran rasa yang terkuras maka semua bisa diulas. Misal, bahas produk dari segi fungsi yang jarang diketahui. Para pembaca butuh informasi yang menancap di hati. Buat mereka untuk mencoba dan merasakan saat memakai produk terkini.
Bumbui tulisan yang kita buat dengan taste. Relate pada kisah keseharian yang happening. Saat produk harus didapat dengan cepat, maka kita harus mengaitkan dengan industri bisnis online yang sedang berkembang pesat. Gali potensi yang tidak basi. Cari referensi yang juga mampu menghasilkan impresi.

Dalam mengolah rasa, tidak perlu bahasa yang berbelit-belit. Cukup buat kalimat-kalimat yang mengundang rasa penasaran. Bisa diawali dari kalimat pembuka. Aku pun sering mengawali tulisan dari kutipan-kutipan yang ada dalam dialog untuk mereview suatu film.

Setelah itu, pembaca juga butuh penghayatan. Beri sedikit jeda waktu untuk menstimulasi pikiran pembaca dengan hal-hal yang telah dibaca. Maka value diperlukan agar tulisan lebih mengalir. Misal, jika blogger ingin review film maka harus menonton terlebih dahulu, ingin ulas resensi buku maka wajib baca bukunya, ingin cerita tentang perjalanan wisata berarti sudah pernah travelling ke tempat itu, atau ingin memberi informasi terhadap produk maka coba pakai terlebih dahulu produknya.

Next, Teknik Menulis Feature

Belajar teknik menulis bukan menjadi kesulitan berarti yang harus dihadapi. Masing-masing sudah memiliki potensi. Tinggal mengasah kemampuan agar bisa menulis setiap hari. Dengan begitu ada sisi unik yang menghasilkan kesegaran tersendiri.

Sebagai penulis, sisipkan lead in angle pada posisi yang berani beda dengan penulis lain. Tetapkan rasa melalui point of view (sudut pandang) yang ingin diungkap. Menulis juga harus punya karakter. Maka penulis tersebut bisa memiliki daya pikat. Seperti aku yang menulis di blog ini dan menjuluki diri sebagai Blogger Eksis. Semua ini aku lakukan demi personal branding yang membuktikan kompetensi.

Kita juga harus memperhatikan kaidah bahasa yang rapi dan terjaga. Jangan hanya sekedar copy-paste tulisan penulis lain. Amati, tiru, dan modifikasi itu perlu tapi bukan berarti tidak bisa menjadi diri sendiri. Duplikasi apalagi plagiasi terkadang tidak bisa membuat pada sesuatu hal yang baru. Jika kita tidak lihai bermain kata, maka gaya tulisan kita pun akan jadi seperti yang kita ikuti. Ingat, referensi itu perlu bukan untuk dijiplak atau diklaim sebagai hasil karya kita.

Sering membaca justru memperkaya kita untuk punya banyak diksi. Apalagi kita akan berhadapan dengan beragam klient dan pembaca yang berbeda. Tempatkan tulisan untuk lebih peka terhadap bentuk narasi, esai, opini, atau reportase. Melalui diksi yang teratur, maka edukasi juga bisa lebih terpadu. Realisasikan tulisan kita hingga bersifat edutainment. Ada kalanya hanya ingin beri informasi atau sampai jadi inspirasi.

Full of value pun akan didapat dengan mudah. Pembaca lebih menyukai hal-hal yang tidak banyak ditawarkan oleh penulis lain. Libatkan hati dan jiwa, niscaya kita bisa mendapat teknis menulis rasa dalam feature stories penuh cinta.


Pembahasan semakin mendalam. Dini Fitria sebagai pembicara mulai berkontemplasi dengan para peserta workshop. Semua saling mencerna, “lebih baik mana, curhat daripada menulis?.” Intinya semua sama curhatlah dengan menulis agar bisa mendapat bahagia yang seutuhnya.

Menuangkan rasa dalam setiap tulisan yang kita buat akan membawa pada kesenangan yang hakiki. Apalagi yang dialami oleh para blogger. Mereka mengawali menulis di dunia maya dengan rasa suka, lalu tumbuh benih-benih cinta, dan akan sampai pada waktu dimabuk asmara.

Banyak cara menggigit yang bisa dilakukan oleh blogger dalam menulis konten secara soft selling. Memang butuh waktu karena tulisan itu bisa saja mengendap di kepala atau harus dibaca berulang kali hingga mendapat revisi yang maksimal. Dibalik itu, kita akan memahami kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam menulis.

Segera saja tuliskan ide kreatif yang sudah menari di kepala. Percayai bahwa tulisan bisa bermanfaat bagi siapa saja. Sampai pada satu titik, pembaca akhirnya menemukan rasa dari penulis. Put your dreams on paper. Benang merah pun akan mengikat kalimat dari setiap paragraf menjadi kesatuan utuh dalam tulisan yang kita tulis.

In Blogger Eksis wish,

Jangan takut untuk mulai menulis. Pertahankan kontinuitas agar setiap tulisan bisa berkesinambungan dan membuat aku semakin eksis. Rasa itu tidak perlu diungkap bertele-tele. To the point and enjoy writing!. 
Semoga di tahun 2018 ini, aku bisa menerapkan langkah-langkah menulis dengan rasa seperti ini:
1. Tentukan tema
2. Tuliskan premise
3. Buat lead in dengan diksi menarik
4. Tetapkan value atau goal
5. Siapkan the good point of view.

#HappyBlogging


Terima kasih untuk para sponsor yang telah mendukung workshop penulisan ini. Ada Zoya Cosmetics yang telah memberi produk sehingga aku bisa menghadiahkan produk tersebut untuk mama tercinta. Mama juga langsung senang dan tertarik untuk membeli produk lainnya. Untuk BliBli Corner yang juga telah menyediakan tempat dan memberi informasi kepada seluruh peserta terkait program My Big Wish. Sungguh program promo yang menarik di bulan Maret ini. Setiap melakukan pembelanjaan secara online, para pelanggan bisa langsung mendapat 1 wish token yang bisa ditukar dengan grand prize impian. Ada Mitsubishi Xpander, Nonton Final Kompetisi Sepakbola terbesar dunia di Rusia, gratis liburan sepanjang tahun, dan masih banyak lagi hadiah gadget terbaru untuk kamu dan orang-orang tercinta disekitarmu. Info lebih lanjut klik http://blib.li/bigwish-blog  .

Tak lupa, rasa terima kasih juga aku sampaikan kepada komunitas ISB yang diketuai oleh Ani Berta atas kesempatan belajarnya. Begitu juga terima kasih tak terhingga untuk Dini Fitria yang memberi ilmu kepenulisan agar bisa bermanfaat untuk masa mendatang. Tunggu review tentang novel trilogi cinta (Muhasabah Cinta, Hijrah Cinta, dan Islah Cinta) dipostingan blog berikutnya yaa*

Hingga akhirnya, menulis dengan cinta butuh jari-jari tangan untuk meninggalkan jejak kenangan rasa di masa silam.

Cinta itu tentang peduli pada orang, selfless not selfish. Cinta adalah soal penyerahan, bukan pemaksaan. Dia juga tidak pernah membedakan siapa saja yang datang ke tempat ini. Baginya, setiap manusia berhak dicintai dan mencintai karena hanya Tuhan yang pantas menghinakan manusia. 
                                                                                  (Novel Islah Cinta, 283).


12 komentar:

  1. Belajar langsung dari isi novelnya Mba Dini lebih asyik ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Te' Ani.

      Isi novelnya memperkaya diksi*

      Hapus
  2. Balasan
    1. Ilmunya dijamin bisa menghilangkan galau karena menulis...

      Hapus
  3. Hi mas.. terima kasih sudah mampir ke kantor Blibli.com. semoga workshopnya dapat memberi manfaat kedepannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak.

      Sukses selalu untuk Blibli.com

      ^^

      Hapus
  4. Balasan
    1. Terima kasih atas kunjungannya yaa Mas Ilman*

      Hapus
  5. Asyik deh tulisan blogger eksis ini. Semoga lancar menulisnya dan big wishnya tercapai bisa nonton bola ke Rusia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin.

      Terima kasih mba Nurul. Semoga semua Blogger semakin lancar dan rajin menulisnya*

      Hapus
  6. waini sang blogger eksis, seger ya ilmu dari workshop sama Dini Fitria... smeoga makin eksis dengan tulisan yang be-rasa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Devy.

      Ilmu yang didapat dari workshop harus kita terapkan bersama yaa supaya lebih terasa bermanfaat dan bisa semakin eksis*

      - salam kenal -

      Hapus