Tulis yang kamu cari

Analytics

Adv

Tampilkan postingan dengan label Movie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Movie. Tampilkan semua postingan

Vidio Hadirkan Orisinal Series Terbaru, Suka Duka Berduka

Original-Series

     Perusahaan penyedia layanan Over The Top (OTT) streaming berlangganan, Vidio sudah menghadirkan orisinal series terbaru bagi para penikmat komedi satire. Tepat bulan Juli tahun ini, Suka Duka Berduka sudah bisa dinikmati siapapun melalui situs web Vidio atau aplikasi Vidio di ponsel pintar, baik berbasis android maupun iOS. Konten orisinal series ini merupakan kolaborasi dari duo sutradara, Andri Cung dan Nia Dinata.

Ulas Film KKN di Desa Penari yang Jauh dari Ekspektasi

 

Aulia-Sarah

     Blogger Eksis bukan termasuk netizen +62 yang latah untuk ikut tren viral. Begitu tahu ada utas viral dari tahun 2019 yang diangkat ke layar lebar, aku menanggapi secara biasa saja. Beberapa sepupuku sudah bilang “Kok lo gak ikut hype film horor Indonesia yang viral itu deh? Gue aja udah nonton 3x”. Aku pun baru sempat menonton film KKN di Desa Penari pada Sabtu, 21 Mei 2022 di bioskop Cinepolis Plaza Semanggi. Nyatanya, film yang aku tonton membuat kecewa sebab memang jauh dari ekspektasi. Berikut ulas film KKN di Desa Penari!

Ulas Film Ali & Ratu Ratu Queens yang Tayang via Netflix

Ulas-Film

     Sebagai penonton Netflix, Blogger Eksis bagai diajak merantau ke New York dengan Ali. Meski cerita cukup mengena, tapi sesungguhnya film Ali & Ratu Ratu Queens overrated. Penonton seperti tak diajak menikmati New York dengan glamournya, melainkan hanya dari sudut pandang kaum urban.

Nonton Netflix via IndiHome demi Akses Hiburan Tanpa Batas

Netflix-IndiHome

     Sudah terpikir mau nonton apa untuk isi libur lebaran nanti? Mataku sudah mulai melirik platform streaming Netflix. Aku buat watchlist jelang libur lebaran yang sudah di depan mata. Aku pun mulai memilih untuk habiskan waktu libur dengan nonton Netflix via IndiHome di kamar sendirian. Ya gak masalah, paling penting itu hiburan tanpa batas bisa menemani kesepianku yang ditinggal mudik mama dan abangku.

   Eits, tunggu dulu! Kamu pasti bingung, kenapa harus nonton Netflix via IndiHome? Scroll down terus ya tulisan ini sampai bawah. Nanti, kamu akan menemukan jawabannya di sana.

   Sebelum Blogger Eksis nonton di Netflix, aku memang terbiasa membuat jadwal nonton berikut film-film apa saja yang bakal ditonton. Biasanya sih, aku pasti memasukkan film-film Indonesia. Mengapa? Karena aku cinta banget sama film lokal. Sekaligus tentu saat nonton lewat situs legal, kita sudah bisa mengapresiasi karya anak bangsa.

Program Televisi “Jelajah Makki Ungu” Persembahan Belantara Studio

      

Belantara-Studio
    Debut produksi program televisi dari Belantara Studio punya kekuatan ide unik yang merangkai visual dan audio menarik terlihat lebih istimewa. Dengan pengambilan lokasi di gunung, konsep program televisi ini tersusun rapi sebagai bentuk pengembangan Intellectual Property (IP) yang penuh kreasi. Sosok musisi yang sudah dikenal seperti Makki Ungu menghadirkan perspektif baru tentang pemusik yang hobi naik gunung (hiking), suka otomotif (riding), dan punya kepedulian sosial yang tinggi terhadap pendidikan serta lingkungan alam sekitar. Kearifan lokal yang ditampilkan berhasil dibingkai melalui program televisi “Jelajah Makki Ungu” yang tayang sejak 23 April 2022 di NET TV.

Peringatan Hari Film Nasional Ke-72 “101 Tahun Usmar Ismail”

Usmar Ismail
Patung Pahlawan Nasional di Museum Penerangan

    Blogger Eksis begitu antusias saat komunitas film Kompasiana yang bernama KOMiK berencana menggelar perayaan Hari Film Nasional (HFN) tahun 2022 meski masih pandemi. Sebagai bagian dari Mimin KOMiK, konsep awal komunitas KOMiK ingin membuat IG live selama 3 hari berturut-turut dengan membahas buku-buku perfilman Indonesia yang pernah ditulis KOMiKer dengan menghadirkan satu orang penulis buku tersebut tiap hari. Semua rencana berubah sejak ada penawaran kolaborasi dari Museum Penerangan dan Usmar Ismail Cinema Society.

Mimpi Penggemar Bertemu KAI EXO

 

KAI-EXO

     Lagu “Peaches” terngiang di telingaku. Suara merdu KAI EXO seolah terdengar riang dalam ruang itu. Olah tubuh seiring irama musik bak tarian yang menggelegar pekat malam.

  Aku terbelalak seketika. Tak ada siapapun di dalam kamar. Pertemuan dengan KAI EXO mustahil terjadi. Nyatanya, aku hanya mimpi bertemu dengan salah satu personil dari boyband k-pop ternama. Supaya Blogger Eksis tidak halu, ada baiknya aku membeberkan perjalanan karir KAI dari waktu ke waktu.

Film Ben & Jody, Sahabat Sejati sampai Mati


Ulas-Film

Tak pernah kita pikirkan ujung perjalanan ini

Tak usah kita pikirkan ujung perjalanan ini… .

         Jody sempat menghibur diri di atas sebuah losbak saat Ben berada dalam pangkuannya terlihat sekarat. Entah kisah persahabatan sejati mereka bakal berakhir atau ada kejutan lain untuk sekuel selanjutnya. Blogger Eksis berharap Visinema Pictures akan membuat kisah film Ben & Jody yang lebih bromance untuk film berikutnya.

Karakter Nussa yang Dewasa Sebelum Usianya

 

Film-Nussa

Dari awal trailer film dan posternya rilis, netizen sudah heboh terhadap kemunculan film Nussa. Film animasi anak-anak ini menuai polemik kebudayaan. Konten cerita versi layar lebar dianggap ada korelasi terhadap aliran agama Islam tertentu. Padahal, tidak sama sekali!!

Daftar Lengkap Nominasi dan Pemenang Festival Film Bandung ke-34

 Halo, pencinta film Indonesia!!

Festival-film
Piala FFB

     Festival Film Bandung (FFB) 2021 terasa tak semarak lantaran kategori film Indonesia versi bioskop dan film televisi (FTV) terpuji dihapuskan tahun ini. Regu pengamat berasumsi hanya beberapa judul film panjang yang bisa tayang di bioskop dan hanya dua judul film televisi yang layak masuk nominasi.

Oke, fine! Blogger Eksis tetap tak mau ketinggalan untuk hadir dalam perhelatan tahunan ini. Apalagi, aku mendapat undangan dari panitia seminggu yang lalu. Rasanya, tak sabar untuk menjejakkan langkah pada kegiatan yang mengapresiasi industri kreatif negeri ini, terutama film dan televisi.

Serial Mahram untuk Najwa, Antara Jodoh dan Takdir yang Masih Rahasia

Mahram-Untuk-Najwa
Najwa sedang berdoa disepertiga malam

Jangan sampai kita menyakiti orang lain karena tidak bisa mengelola perasaan kita sendiri. Alan & Alika itu masa lalu, masa depan hanya milik Fadlan & Jihan

Bulan Muharam saat pandemi dimanfaatkan Blogger Eksis untuk menonton serial religi. Daripada keluar rumah tanpa tujuan pasti atau berkerumun dalam kondisi yang tak pasti, nonton daring masih jadi opsi hiburan terkini. Pilihan platform streaming favoritku ialah Genflix. Aku sudah menyaksikan serial religi terbaru, Mahram untuk Najwa yang tayang sejak tanggal 30 Juli 2021.

Reka Ulang dan Rasa Trauma pada Film "Kemarin"

Kau jaga selalu hatimu

Saat jauh dariku

Tunggu aku kembali

     Lagu “Jaga Selalu Hatimu” pernah dinyanyikan oleh Herman Sikumbang dengan mata yang berkaca-kaca. Lagu itu terdengar saat sebelum manggung, Ia kangen dengan anak-anaknya di rumah.

Nonton-Film

     Banyak lagu dari Seventeen yang juga Blogger Eksis dengar kembali setelah pulang dari bioskop Cinema XXI Daan Mogot, Jakarta Barat. Sejak aku menonton film “Kemarin” awal pekan lalu. Aku coba nikmati lagi lagu “Masih Harus Disini”, “Selalu Mengalah”, “Lelaki Hebat”, “Cinta Jangan Sembunyi”, “Hal Terindah”, dan “Kemarin”. Lagu-lagu berirama syahdu tersebut membuka ingatan atas kejadian yang pernah terjadi dua tahun silam.

Harmoni Musik dari Pesisir yang Mengalun Asyik

Ulas-Film

Musik dan film menjadi karya seni estetis. Elemen pada musik bisa dianalogikan dengan unsur pembentuk film. “Musik dari Pesisir” merepresentasi kehadiran musik sebagai bunyi-bunyian bervariasi. Suara, nada, ritme, notasi, dan melodi berupaya membentuk harmoni. Ibarat pesan “Meski selalu ada halangan dalam menuruti kemauan. Kita masih punya semangat untuk menggapai impian

Film Tilik dan Bu Tejo yang Viral di Media Sosial

         
Film-Tilik

       Sejak gala premiere melalui akun YouTube Ravacana Films, film pendek berjudul Tilik sangat viral di media sosial. Perbincangan yang menjadi topik pergibahan antar netizen tak hanya membicarakan cerita yang relate akan keseharian. Karakter-karakter yang bermain dalam film Tilik juga mengingatkan pada kebiasaan berdebat warga +62, seperti Bu Tejo, Yu Sam, Yu Ning, Bu Tri, dan karakter lain.

   Sampai artikel ini ditulis oleh Blogger Eksis, film Tilik sudah berhasil ditonton lebih dari 20 juta viewers. Film Tilik memang dirilis sejak 2018, namun film pendek ini baru tayang di YouTube pertama kali pada 17 Agustus 2020. Film ini lebih dahulu beredar untuk festival-festival film, seperti Official Selection Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2018, Official Selection World Cinema Amsterdam 2019, dan Film Pendek Terpilih untuk Piala Maya 2018.

Suara Doraemon Kini Tinggal Kenangan

   

Suara-Doraemon

  

     Sosok Doraemon kembali viral di media sosial setelah ada sepasang pengantin yang mengadakan lamaran dengan nuansa serba Doraemon. Mulai dari dresscode yang dikenakan sampai seserahan terlihat karakter kucing gendut yang menggemaskan itu. Netizen pun mulai membayangkan saat pesta pernikahan nanti, tamu undangan akan disuguhi dorayaki (kue kesukaan Doraemon). 😀😁

    Jauh sebelum pasangan itu viral, tema pernikahan Doraemon sudah sering digunakan. Biasanya pernak pernik Doraemon menjadi dekorasi sampai aksesoris terkecil dalam suatu konsep pernikahan. Mereka yang menggunakan konsep pernikahan tersebut sudah pasti penggemar berat Doraemon. Jika Blogger Eksis menikah sih, konsepnya tak perlu serba Doraemon yang penting ada warna biru langit saja karena warna itu menjadi favoritku. Lagipula selain Doraemon, aku juga suka dengan tokoh kartun Crayon Shinchan.

      Karakter-karakter kartun tersebut sering menemaniku pada hari Minggu. Tingkah yang lucu begitu seru untuk dilihat. Namun, aku jadi teringat pada hari Minggu kelabu tanggal 12 Juli 2020 lalu. Berita duka datang dari pengisi suara (dubber) karakter Doraemon. Suara Doraemon yang biasa terdengar dari layar televisi kini tinggal kenangan.

10 Film Anak Indonesia Terbaik Sepanjang Masa

Film-anak

            Cerita film Indonesia yang mengangkat kisah tentang anak-anak masih sangat minim terhitung dari awal tahun 2000an. Kisah anak-anak berusia 6-11 tahun jarang terbingkai dalam film. Padahal film anak Indonesia bisa sangat kaya karena lebih banyak pesan berharga dan nilai norma yang mampu disampaikan dalam format audio visual.

         Blogger Eksis telah mencatat hanya ada sekitar 47 judul film anak yang diproduksi pada era milenium ini. Tahun 2011 tercatat ada 11 judul film anak yang berhasil diproduksi. Tapi, cuma 1 atau 2 judul film anak yang tayang pada tahun lain. Bahkan ada tahun yang tak menayangkan film anak sama sekali.

Kejujuran Berawal dari Ketahanan Keluarga

Pemain Film Sebelum Pagi Terulang Kembali
Keluarga Yan dalam Film Sebelum Pagi Terulang Kembali
(sumber: media sosial @SPTKthemovie)

Apa jadinya jika dalam keluarga kita ada yang terlibat korupsi? 
Kehancuran atau kebaikan yang akan didapat ke depan??

Film Perahu Kertas 2 yang Melarung Kebebasan Hati

Ulas Film Perahu Kertas 2

Konon hati itu tak perlu memilih karena hati akan tahu kemana harus berlabuh
     Sejak Film Perahu Kertas 1, Kugy si mahasiswi Fakultas Sastra sudah hadir sebagai sosok pemimpi yang cukup eksentrik. Imajinya begitu brilian. Ia suka melarung perahu kertasnya yang berisi harapan hatinya yang ingin disampaikan terhadap Neptunus. Dengan menempelkan dua jemari di kepalanya yang seakan menjadi radar, Ia selalu menyebut dirinya agen Neptunus.
     Cerita mengalun berupaya dekat dengan novelnya. Kugy dan Keenan hanya tertarik melalui ekspresi wajah dan bahasa tubuh saat bertatap muka. Konektivitas hati hadir seketika itu juga. Kedekatannya yang sering bersama membuat mereka jatuh cinta tanpa mengungkap rasa.

Laju Film Perahu Kertas 1 yang Serba Ajaib

Ulas Film Perahu Kertas 1

     Perahu dan air menjadi dua elemen yang tidak dapat dipisahkan ibarat perasaan dan cinta. Demi mendeskripsikan filosofi tersebut Perahu Kertas dibuat oleh Hanung Bramantyo dalam bentuk audio visual. Cerita diadaptasi dari novel laris karya Dewi Lestari.

Kebebasan Berbicara lewat Film Istirahatlah Kata-Kata

Istirahatlah Kata-kata
 Jangan nyembur-nyembur  
           Orang-orang bisu 
        Kembalilah ke dalam rahim 
        Segala tangis dan kebusukan 
        Dalam dunia meringis 

       Tempat orang-orang mengingkari
       Menahan ucapannya sendiri
       Tidurlah kata-kata
       Kita bangkit nanti”


Ulas film Indonesia berjudul Istirahatlah Kata-Kata

Blogger Eksis sangat suka dengan film yang diadaptasi dari kisah nyata. Biasanya, film tersebut memiliki cerita yang autentik. Dibalik orisinalitas, kita bisa melihat ada riset yang harus dilakukan sebelum film diproduksi lebih lanjut.