Tulis yang kamu cari

Analytics

Adv

Saatnya Bergerak Bersama Selamatkan Lingkungan


Alam merupakan sahabat bagi manusia dalam mencurahkan berbagai macam bentuk emosi atau perasaan. Lingkungan juga dianggap sebagai rumah kita yang harus tetap terawat dan terjaga dari segala macam bentuk ancaman. Hal ini dikarenakan alam yang terjaga dengan baik akan memberi manfaat bagi manusia secara lahiriah dan batiniah.

   Pada hakikatnya, makhluk hidup dan lingkungan merupakan suatu kesatuan yang saling berhubungan. Berarti, lingkungan hidup adalah suatu media interaksi makhluk hidup (biotik) dengan segala macam sumber daya alam (abiotik), seperti tanah, air, udara, dan benda-benda mati lain. Proses ini disertai hubungan timbal balik. Oleh sebab itu, pola interaksi tersebut diharap dapat menciptakan keseimbangan lingkungan yang selaras, serasi, dan dinamis sehingga lingkungan akan tetap lestari.

Film Pendek Hujan Tanpa Awan



Ide cerita Hujan Tanpa Awan The Movie berawal dari brainstorming yang dilakukan oleh tim produksi atau bisa dikenal dengan Sap7a Production. Kita berusaha menghadirkan sebuah film dengan tema lokal namun rasa internasional. Tercetuslah sebuah kasus narkoba dan pergaulan bebas yang telah merajalela di seluruh pelosok negeri ini yang dibalut dengan unsur-unsur adegan action tembak-menembak, yang jarang sekali ada di film-film Indonesia.

CB150R Streetfire, Produk Honda Masa Kini untuk Teknologi Modern nan Ramah Lingkungan

Motor CB150R Streetfire

Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan makhluk hidup lain. Dengan kesempurnaan yang dimiliki manusia mampu berinovasi untuk melahirkan karya-karya yang bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun lingkungannya. Kehadiran berbagai jenis alat-alat transportasi menjadi salah satu bukti nyata dari kegiatan inovasi yang dilakukan manusia.

Pemberantasan Korupsi dari Generasi ke Generasi Menjadi Cermin Diri dalam Film Kita VS Korupsi


Film Omnibus berjudul Kita VS Korupsi
    Korupsi merupakan masalah paling krusial bagi bangsa Indonesia. Tukar menukar kekuasaan atau jabatan dengan uang hampir menjadi kegiatan rutin di semua tingkatan penyelenggara negara, baik eksekutif, yudikatif maupun legislatif. Hal tersebut menjadi gambaran distrust public (ketidakpercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga negara). Sedemikian sistemiknya korupsi terjadi sehingga sistem birokrasi, politik, ekonomi, dan hukum hampir tidak bisa berjalan tanpa ada uang pelicin atau koneksi. Dari penyakit kekuasaan, korupsi menjalar hingga ke jantung kehidupan masyarakat. Praktek suap-menyuap pun menjadi bagian dari realitas kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Anti Korupsi, Harga Mati bagi Aktivis Peduli


Sebagai aktivis, Blogger Eksis pernah mengikuti aksi anti korupsi di tahun 2009 bersama BEM SI
Aksi Tugu Rakyat BEM SI Tahun 2009


“Kepada rekan-rekan ku yang masih mencari identitas diri”
“Kepada rekan-rekan ku yang memendam potensi diri dalam hati”
“Kepada rekan-rekan ku yang menghambakan diri untuk illahi”
“Kepada rekan-rekan ku yang hendak membangun prestasi dunia dan akhirat"

Menjadi Yang Terdepan

Ketika berpikir bahwa kita harus keluar dari rutinitas yang membosankan, itulah kebangkitan dari orang-orang terdepan di masa akan datang. Kita tidak ingin hidup dan mati layaknya bayangan yang tidak pernah dilihat dan dikenang orang, bukan? Kita harus menjadi history maker dengan apa yang bisa kita lakukan bagi diri sendiri maupun orang-orang disekitar kita. Kelak, nama kita akan tersimpan abadi dalam hati orang-orang yang mengenal kita. Maka, mulailah menjadi yang terdepan dan buatlah perubahan bagi bangsa ini.
Menjadi yang terdepan merupakan proses menjadi seorang yang memiliki satu titik kemampuan dengan sejuta fungsi bukan menjadi seorang yang memiliki jutaan titik yang tak memberikan manfaat bagi lingkungannya. Inilah peranan yang harus dihayati jika kita ingin menjadi seorang wakil rakyat. Program kerja yang kita buat harus direalisasikan dengan skala prioritas profesional nan proporsional. Adapun program kerja yang akan saya wujudkan seandainya menjadi anggota DPD-RI melalui 6S (Studi, Strategi, Sosialisasi, Subsidi, Standarisasi, dan Stabilisasi) meliputi :
1.      Studi aspirasi yang merata melalui media internet, video, dan foto di berbagai pelosok kota. Setiap orang bebas mengemukakan aspirasi yang bertanggung jawab kepada Pemerintah melalui media tersebut untuk melaksanakan kehidupan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
2.    Strategi kajian pendidikan untuk semua melalui aplikasi infrastruktur terhadap pembangunan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Didukung pula apresiasi terhadap guru-guru berprestasi yang mumpuni.
3.     Sosialisasi permasalahan terkait hak penyandang cacat dan kesehatan masyarakat semisal AIDS, narkoba, dan penyakit lainnya sebagai upaya kontrol sosial hak asasi manusia di setiap daerah.
4.      Subsidi rutin terhadap anak-anak yatim piatu dan anak-anak jalanan yang berada dalam lingkup rumah singgah/yayasan sosial berkredibel sesuai peraturan perundang-undangan berlaku.
5.      Standarisasi budaya dan wisata sebagai upaya pengelolaan sumberdaya alam serta sumberdaya ekonomi yang menjunjung tinggi konservasi nilai pelestarian kearifan lokal. Diharapkan program ini mampu membentuk mentalitas bangsa modern, tangguh dan adaptif terhadap dinamika perkembangan zaman tiap-tiap daerah yang memiliki kekayaan kebudayaan yang harus diakui statusnya sebagai identitas bangsa.
6.   Stabilisasi lingkungan sehat yang layak untuk keseimbangan alam melalui pengembangan rancangan kebijakan (perundangan) yang relevan untuk mengatur tata ruang tiap-tiap daerah. Hal ini berguna untuk alokasi pemanfaatan potensi sumber daya geografis dan sumber daya ekonomi yang mencakup atmosfir ramah untuk bumi dan ramah untuk lingkungan demi terselamatnya bumi untuk anak cucu.

Program 6S di atas akan dilaksanakan secara berkelanjutan sesuai polemik yang terjadi dalam bingkai kehidupan bangsa Indonesia. Hal ini bertujuan memberikan pertanggungjawaban moral dan politis kepada pemilih dan daerah pemilihan anggota DPD-RI. Dalam menjalankan program tersebut, jargon saya ‘Menjadi Yang Terdepan’ akan konsisten dipegang teguh sesuai etika dan norma adat daerah yang saya wakili serta kode etik maupun peraturan tata tertib DPD itu sendiri.

Menjadi yang terdepan bukan soal seberapa hebat dan seberapa besar bakat yang kita miliki, melainkan bagaimana kita bertindak dan memberikan perubahan bagi sekitar kita. Menjadi yang terdepan tidaklah sulit dilakukan. Dibutuhkan tekad, kerja keras, dan kemauan tinggi untuk keluar dari belenggu hidup yang biasa saja. Kecamkan pada bangsa tercinta ini, siapapun kita di bumi pertiwi, entah penguasa ataupun rakyatnya, kita adalah sama dalam memikul tanggung jawab bersama untuk keutuhan bangsa.
Menjadi yang Terdepan; Never Ending Contribution!