Popular Posts

LIFE MUST GO ON

Rabu, 14 Februari 2018

Pertaruhan Kehidupan Keluarga Atas Nama Cinta Dua Kodi

Harapan kadang tidak sesuai dengan kenyataan. Namun, ketika ada hal yang sesuai dengan apa yang kita inginkan, terkadang hal itu justru tidak bisa membuat kehidupan lebih bahagia.


      Tika Kartika (Acha Septriasa), sosok bunda yang terlalu cinta terhadap usahanya harus rela kehilangan keluarga karena Ia lalai menjadi istri dan ibu bagi kedua anaknya. Sekuat apapun ketegaran Tika, Ia bisa rapuh saat mengembangkan usaha dan menjalani hidup yang tak seindah mimpinya.
         Pengunduran diri dari perusahaan ternama membuat Tika harus menghadapi berbagai persoalan di depan mata. Mulai dari suami yang bernama Fahrul Farid (Ario Bayu) belum mendapat pekerjaan, anak-anak Shaquilla Nugraha dan Arina Mindhisya) yang harus tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dan kehidupan sehari-hari yang harus tetap berjalan meski pasang surut kehidupan kapan saja bisa datang.   

      Babak awal mengisahkan bahwa Tika tidak diizinkan keluar dari perusahaan oleh bosnya, Ibu Ria (Wulan Guritno). Tika pun menjelaskan alasan logis karena Ia ingin agar bisnis dan hubungan dengan keluarga dapat jalan berdampingan tanpa harus mengorbankan salah satunya.
Keputusan diambil saat Tika mulai membuka usaha Keke Collection dan mempopulerkan brand busana muslim khusus anak-anak ke publik. Tika mulai berjualan di Pasar Tanah Abang sejak tahun 1998. Ia selalu bertekad agar barang dagangan yang dijual bisa laku meski harus pulang larut malam sekalipun. Sampai ada adegan lucu saat Tika juga berani berjualan di dalam commuter line hingga diciduk oleh petugas.
Lama-kelamaan kesuksesan berhasil dicapai sebagai akibat dari kekuatan dalam mengembangkan industri rumahan. Tika mampu membuktikan bahwa wanita juga bisa menjadi mandiri dalam menjalani bisnisnya. Menjadi woman entrepreneur mengharuskan Tika bersaing dengan para kompetitor baik pria maupun wanita. Tapi, selama ada kemauan, disitu akan ada jalan. Pola pikir ini yang terus terpatri dalam diri karena Tika menjadi bagian dari wanita yang ingin mandiri secara finansial.
Hingga pada suatu titik sukses yang diraih membuat Ia lupa dengan keluarganya. Padahal Ia pernah sadar bahwa tidak seharusnya pekerjaan menganggu kedekatannya dengan keluarga. Ada kenyataan pahit yang juga harus dihadapi Tika saat suami yang menjadi tulang punggung keluarga memutuskan untuk bekerja di luar kota.
Farid bertemu dengan Alina (Sheila Dara) saat mengerjakan proyeknya. Alina tidak hanya hadir sebagai rekan kerja, tetapi juga sebagai wanita pilihan Ibu Farid atas wasiat sebelum Ibunya meninggal dunia. Anak-anak Farid kabur dari rumah dan ikut ayahnya ke luar kota. 


Tika murka saat mengetahui prestasi anak-anak yang menurun drastis di sekolah. Anak-anak pun kurang mendapat perhatian dari Farid dan Tika sebagai orangtua yang sibuk dengan urusannya masing-masing. 

Kesuksesan Tika justru membuat hidupnya sebatang kara. Ia mulai merenungi apa saja yang telah terjadi selama ini. Hanya pembantu yang bernama Ncus (Inggrid Widjanarko) setia menemani. Perjuangan Tika terus berlanjut tak hanya mempertahankan kelangsungan hidup keluarga, tapi juga mengembalikan cinta keluarga kepadanya.
Lantas seperti apa kisahnya? Temukan inspirasi dari Tika Kartika di bioskop kesayangan Anda.

Kamis, 25 Januari 2018 lalu Blogger Eksis hadir di acara screening film “Bunda Kisah Cinta 2 Kodi” di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan. Sebagai sosok yang memang suka dengan film Indonesia berdasarkan kisah nyata, film ini mampu memberi inspirasi bagi siapa saja yang menontonnya. 
Apalagi aku suka dengan sosok wanita mandiri. Mereka tidak terkungkung pada pribadi yang hanya mengharap dari orang lain. Dengan kemandirian yang dimiliki oleh setiap wanita, mereka bisa ikut serta mendidik generasi bangsa yang berkarakter hakiki.


Soundtrack film yang dinyanyikan oleh Hanin Dhiya dengan lagu berjudul Yang Terbaik mampu menyayat hati. Nilai-nilai woman empowerment dari Tika Kartika juga menjadi daya tarik selama durasi 1 jam 37 menit. Seorang pejuang mimpi, istri, sekaligus ibu harus menghadapi problematika keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Sekelumit kisah tentang hiburan bagi keluarga muda untuk saling menjaga dan menata kembali komunikasi di rumah. Impresi pesan yang layak dipertahankan.

                                     “Tidak ada hasil yang mengkhianati usahanya”

1 komentar: