Tulis yang kamu cari

Analytics

Adv

Konsekuensi Nikah Muda dalam Film Teman Tapi Menikah 2

Konsekuensi nikah muda dalam Film Teman Tapi Menikah 2

Menikah bukan hanya menyatukan dua hati untuk selalu bersama, tetapi ada konsekuensi yang harus dilalui demi membina rumah tangga.

         Film Teman Tapi Menikah 2 sudah tayang di bioskop sejak 27 Februari 2020. Namun, Blogger Eksis sudah menonton film ini terlebih dahulu pada 24 Februari 2020 bersama komunitas DMovie dari media daring, Detikcom. Kami mendapat kesempatan untuk menonton di studio eksklusif yang dimiliki oleh rumah produksi Falcon Pictures di daerah Duren Tiga, Jakarta Selatan. 

         Ada kenangan yang tak tergantikan karena aku harus menonton film tersebut dengan salah satu teman terbaik yang akhirnya menghadapi kematian setelah pertemuan hari itu. Kenangan terakhir itu bakal aku tulis untuk postingan selanjutnya. Sekarang kita lanjut untuk bahas film berdurasi 1 jam 40 menit ini.
         Siapa yang tidak mengenal Ayudia Bing Slamet dan Muhammad Pradana Budiarto alias Ditto Percussion. Pasangan muda ini seolah menjadi ikon relationship goals kids zaman now. Kisah malu-malu tapi mau berawal dari friend zone di masa SMP sampai SMA. Mereka tak menyangka bisa memiliki kisah kasih di sekolah pada masanya. Keseruan bersama di masa sekolah membuat benih asmara ada diantara keduanya. Semua itu bisa disaksikan dalam film Teman Tapi Menikah yang telah rilis tahun 2018 silam dan disaksikan oleh 1,65 juta pasang mata penonton.
        Sementara kehidupan setelah menikah mulai terkuak pada film sekuelnya, Teman Tapi Menikah 2. Banyak rencana setelah pernikahan yang ingin  mereka lakukan. Sayangnya, mimpi bersama itu hancur berantakan karena mereka punya momongan. Mereka terjebak antara sedih dan bahagia.
       Sejak dua garis biru itu muncul, perubahan emosi mulai timbul. Pasangan muda berusia 24 tahun yang berharap bisa hidup indah, nyatanya masing-masing merasa lelah. Rasa saling mencintai kadang luntur karena mas bayi belum keluar ke permukaan bumi. Ada gejolak emosi terhadap diri sendiri sampai diluapkan tanpa disadari saat pasangan tersebut ingin melakoni jalan hidup pilihannya.
      KZL. Apa yang kita harapkan tak sesuai dengan kenyataan. Perbedaan karakter membuat Ayudia dan Ditto bertolak belakang. Mereka merasa tak siap untuk terima kenyataan karena minim pengalaman dan pengetahuan dalam menata rumah tangga. Kehidupan pengantin baru terlihat tak bisa intim di atas ranjang. Emosi yang labil kadang membuat ruang berpikir bahwa menikahlah pada waktu yang tepat bukan harus cepat.
         Bagaimana kedua pasutri itu melalui nikah muda? Sanggupkah mereka berperan sebagai suami dan istri sekaligus orangtua bagi buah hatinya?! Cerita selengkapnya bisa disaksikan melalui layar bioskop terdekat dari rumahmu.
Film Indonesia berjudul Teman Tapi Menikah 2

         Sama seperti banyak film yang diadaptasi dari novel, Film Teman Tapi Menikah 2 terasa tak begitu epik karena hanya sedikit momen yang bisa dinikmati. Para pembaca yang menjadi penonton rasanya tak terpuaskan meski tak ada kisah yang berlebihan. Ekspetasi tinggi pun tak aku anjurkan saat kamu harus melangkah ke bioskop dan menonton film ini.
         Aku juga terkejut saat pasangan Ayudia dan Ditto sering viral di media sosial. Bagiku, kisah cinta mereka sama saja dengan pasangan muda lainnya. Belum ada sesuatu yang spesial dan belum pantas disematkan sebagai pasangan legendaris sepanjang masa. Entah apa yang merasuki generasi muda sampai rela mengidolakan mereka.
         Cerita Film Teman Tapi Menikah 2 dibuat Titien Wattimena begitu santai dan terasa datar. Tidak ada konflik yang membuat lika liku grafik naik turun yang bisa dirasakan oleh penonton. Semua hanya berputar pada masalah ranjang dan kehamilan. Padahal ada pergulatan batin yang seharusnya bisa ditransformasikan dalam visual atas pilihan mereka dalam memilih nikah muda.
      Sayang, masalah ranjang tak berhasil memberi sentuhan sex education didalamnya. Masa kehamilan juga tak memberi ruang pada istilah yang disebut ngidam. Kecemburuan Ditto terhadap janin yang dikandung Ayudia juga tak dibuat berkembang. Persiapan untuk menyambut sang buah hati hanya dilakukan saat pemilihan nama saja, tanpa ada drama didalamnya.
      Kisah kehamilan hanya memperkuat premis supaya ibu senang, bayi tenang. Selebihnya penonton akan diajak untuk memahami bahwa sosok istri yang sedang bunting harus diberi asupan tak hanya sekadar gizi, melainkan ada asupan cinta dari seorang suami. Yup, persiapan mental memang dikoneksikan bagi para pasangan muda melalui film ini.
         Dari sisi pembentukan karakter terlihat tak begitu menonjol. Ncip tampil dengan mood swing dan crancky karena harus siap menjadi sosok bumil. Sementara Ditto tampak luar biasa cuek dan masih tidak percaya bahwa Ia yang telah menghamili istrinya.
    Pergaulan Ditto dan kawannya terasa mengambang. Tak ada obrolan yang bisa mencerminkan kehangatan seolah ada sekat bahwa mereka bertemu hanya sebatas rekan kerja saja. Padahal bisa diselipkan relasi pertemanan yang mampu mengundang kelucuan tanpa harus terpaku pada ketegangan.
         Film Teman Tapi Menikah 2 masih disutradarai oleh Rako Prijanto yang juga membuat  prekuel film ini. Ia membuat film dengan konsep sederhana dan menyampaikan adegan secara to the point. Latar tempat dipilih kota Jakarta dan pulau Dewata untuk menghadirkan romansa. Kemasan film dibungkus untuk mengungkap teman rasa pacaran, pacar rasa teman, dan isteri rasa serigala.
         Tidak ada momen spesial selama 9 bulan kehamilan yang memanjakan mata. Hanya ada scene stealer yang menguras emosi jiwa saat Ncip marah terhadap Ditto dihadapan teman-temannya. Padahal Ncip dan mas bayi yang masih berada dalam kandungan sangat butuh istirahat malam itu. Adegan ini mampu menyiratkan emosi labil yang berujung pada amarah besar.
       Tak ada dialog memorable yang terlontar dari masing-masing karakter. Kedua pemeran utama hanya dibentuk untuk mempertahankan ego masing-masing supaya bisa relate dengan keseharian. Pernyataan hanya diperkuat bahwa apa yang dilakukan hanyalah bawaan dari orok alias hormon.

         Untung saja akting para pemain masih bisa dinikmati. Pembawaan Adipati Dolken sebagai sosok kepala rumah tangga yang masih hobi nongkrong dengan teman-temannya berhasil memainkan ekspresi dan gestur tubuh yang pas dalam setiap adegan. Sementara Mawar Eva De Jongh tampil lebih baik dibanding Vanesha karena mampu melakukan eksplorasi akting sebagai ibu hamil yang mager dan super sensitif. 
      Ada pergerakan karakter dari Ayudia yang agresif di awal menuju semakin tak bersemangat untuk menemani Ditto saat menabuh perkusi. Perubahan sikap juga ditunjukkan Ditto secara perlahan sampai menemukan sudut pandang cintanya secara bijak. Adipati dan Mawar mampu memperlihatkan akting yang menggemaskan seperti itu. Semoga saja chemistry mereka bisa menjadi ansambel favorit penonton.
       Waspadalah sebelum berumah tangga! Coba pelajari lagi karakter pasangan yang harus siap menerimamu apa adanya bukan ada apanya. Jangan sampai ada emosi yang berujung pada perpisahan semata. Landasi cinta dengan pengertian, keterbukaan, dan komunikasi sehingga masing-masing bisa mengungkap perasaannya.
       Drama percintaan dewasa yang disadur dari kisah nyata dalam film Teman Tapi Menikah 2 setidaknya mau mengajarkan bahwa ketika dua makhluk sudah dipersatukan dalam ikatan pernikahan, maka siap atau tidak siap akan memiliki peran yang berbeda ketika masih pacaran. Bagi kamu yang menikah muda, coba saja tonton film ini untuk merasakan senyum yang mengembang karena mungkin kamu juga pernah mengalami adegan-adegan di dunia nyata seperti yang tertera dalam film. Selamat belajar membina rumah tangga dan jangan lupa bahagia!! 
film yang bercerita pengalaman rumah tangga di masa muda

         Oia, buat loe yang masih mencari pasangan seperti gue. Jangan lupa nikmati hidup single loe sekarang juga sebelum dipenuhi drama rumah tangga yang akan menguras emosi jiwa..

36 komentar:

  1. Wah, aku baru nonton yang TTM 1 waktu masih sama Vanisha, yang mana kebanting banget karena waktu itu Dilan lagi nge-heits banget hehe.

    Ternyata yang ke 2 biasa aja yah filmnya, tapi tetep kepo pengen nonton filmnya sih hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setidaknya ada cerita berbeda antara prekuel dan sekuelnya. Hhe

      Hapus
  2. Belum sempet nonton sih film nya, tapi dengan baca ini jadi penasaran hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga rasa penasarannya bisa terjawab segera ya!!

      Hapus
  3. Drama rumah tangga memang gak bisa dihindari tapi disisi lain selalu membuat kita lebih dewasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Mak Uli atas advice'a.

      Udah berpengalaman pasti tentang rumah tangga mah..

      Hapus
  4. Ini kalau gak nonton bagian satu,apa bakaln nyambung gitu kalau langsung nonton bagian dua?
    Jomblo atau tidak, nikmati saja. Setuju banget itu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku bukan penonton film bagian 1 kok. Jadi, masih relate karena unsur cerita beda..

      TTM 1: Kisah pacaran

      TTM 2: Kisah rumah tangga

      Hapus
  5. Kehidupan rumah tangga tidak se simple yang dibayangkan, tapi kalau kita bahagia insya Allah bisa melewati berbagai rintangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin tergantung siapa orang yang berada disamping kita ☺

      Hapus
  6. ga kebayang sih sama aku kalo harus menikah muda seperti Ayudya tapi waktulah yang akhrinya mendewasakan mereka berdua dan bisa sukses serta keren seperti sekarang ya. Btw, aku ngefans sama Ayudya karen produktif dan juga penulis!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah.. fans'a Ayudya mampir kemarih...

      Terima kasih!!

      Hapus
  7. Yang pertama sama kedua blm nonton si, tapi udah ada bayangan cerita filmnya

    BalasHapus
  8. aku blum nonton semuanya hahaha.. tapi dr tulisan ini kok sdah bisa membayangkan ya. jadi gak pengen nonton hehehe... kadang, memang film yg diadaptasi dari novel itu mengecewakan. cerita di novel lebih 'heroik'. eh pas difilmkan jadi picisan. tp, ditto n ayu emg jd icon relationship goal sih menurutq. siapa sih yg gak mau punya kisah romansa dr sekolah sampai bisa keliling dunia sekeluarga. :-) thanks for sharing :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo kakaknya pasti penggemar novel nih bukan film 😂

      Hapus
  9. Aku belum sempat nonton film ini. Nunggu tayang di tv aja deh hahaha 🤣 Baca tulisan mas juga udah seru...TFS.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum ada tanda-tanda tayang di TV sih.

      Trims sudi mampir 😊

      Hapus
  10. Saya nonton yang pertama. Dan yang kedua ini dengan pergantian pemain, membuat filmnya makin menarik. Dan gal cuman liatin Sisi percintaannya doing, tapi masalah kehidupan sehari2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuhuu.. relate lah buat yang mau keluar dari friend zone jadi love zone.

      Hapus
  11. Pas banget beberapa pekan lalu baru menamatkan TTM1 dan suka sama film itu. Jadi penasaran dengan TTM2, lebih lebih ke pesan moral sial pernikahan dari film tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cocok buat para penonton yang niat nikah muda 👌

      Hapus
  12. Yup! Rumah tangga memang gak selamanya manis. Harus siap dengan dramanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga selalu siap untuk menghadapi dramanya yah biar happy ending 😃

      Hapus
  13. Belum nonton nih film TTM2. Waktu nonton TTM1 aku pun merasa Vanessa biasa aja. Pas lihat trailer TTM2 kayaknya sosok Ncip lebih cocok dan lebih mirip saat diperankan oleh Mawar, ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup. Netizen juga banyak yang setuju dengan pergantian pemeran ini..

      Vanesha sudah terlanjur lekat karakter Milea..

      Hapus
  14. Biasanya Titien Watimena bikin script bagus, meski beberapa banyak yg cerita serius. Klo film remaja seru itu yg cocok jd sutradaranya Upi rock, kece

    BalasHapus
  15. Dari bberapa banyak yg bilang bagus. Saya baru nonton yg pertama. Btw, buat saya nikah muda/tua itu persoalannya ada pada kedewasaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tua itu pasti.

      Dewasa hanya bisa dipantaskan oleh diri sendiri..

      Hapus
  16. Wahhh aku belum pernah nonton nih, yanh pertama aja belum nonton. Mau cari filmnya ahhh ��

    Karena aku juga menikah muda ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga relate dengan kisah kakaknya ya 😉

      Hapus
  17. Aku belum nonton yang ke 2nya nih. pasti makin seru ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuhuu.. sepertinya bakal ada lanjutan yang ke 3 dan cerita tentang anaknya, Sekala...

      Hapus
  18. yg pertama aja aku belum nonton, ini udah ada yang keduanya ya. hehehe.. drama rumah tangga gak semenguras emosi itu, btw :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung setiap orang yang menjalaninya karena berbeda karakter dan harus tinggal 1 atap butuh pondasi yang kuat 😎

      Hapus