Tulis yang kamu cari

Adv

Cegah Osteoporosis untuk Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang Lebih Aktif


Siapa yang masih suka MaGer (dibaca: Malas Gerak)?
Pasti semua menjawab “SAYA”

Cegah Osteoporosis sejak dini

          Perilaku MaGer ini dikenal dengan istilah perilaku sedentari alias kurang beraktivitas (sedentary lifestyle). Dari data Riset Kesehatan Dasar 2013 menyatakan proporsi penduduk Indonesia yang tergolong kurang aktif sebesar 26,1%. Sebanyak 42,0% penduduk kelompok umur > 10 tahun menjalankan perilaku sedentari selama 3-5,9 jam per hari; dan 1 dari 4 penduduk Indonesia melakukan sedentari selama > 6 jam per hari.

Perilaku sedentari bisa jadi momok kebiasaan buruk lintas generasi. Biasanya orang-orang yang lebih banyak menghabiskan waktu di depan televisi atau tidur seharian alias leyeh-leyeh di atas kasur bisa disebut memiliki perilaku sedentari. Lama-kelamaan kesehatan kamu terancam karena perilaku tersebut bisa menyebabkan pengecilan masa otot, diabetes, ginjal, hipertensi, dan osteoporosis. Hal ini disebabkan kurang olahraga akan menghambat proses pembentukan massa tulang sehingga mengakibatkan berkurang kepadatan massa tulang. Waspada yaa bagi kamu yang jarang berolahraga karena Osteoporosis bisa mengintai siapa saja!

Cegah Osteoporosis Sejak Dini

RPTRA Borobudur menjadi tempat umum untuk senam kebugaran

Setiap tanggal 20 Oktober diperingati sebagai "Hari Osteoporosis Sedunia". H-1 peringatan tersebut, Blogger Eksis hadir dalam media briefing ‘Hidup Aktif Cegah Osteoporosis Mulai dari Saya’ di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Borobudur di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Ada 3 pembicara yang hadir di hari itu, drg. Kartini Rustandi, M.Kes, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga (Kementerian Kesehatan RI), dr. Ade Tobing, SpKO, Pengurus Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI), dan dr. Iskandar Z. Adisapoetra, MSc, Anggota Dewan Pakar Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI). Semua pembicara yang hadir mengajak masyarakat Indonesia untuk hidup aktif cegah osteoporosis.

Penyakit osteoporosis adalah kondisi tulang menjadi lebih tipis, rapuh, keropos, dan mudah patah akibat berkurang massa tulang dalam jangka waktu yang lama. Maka, peringatan Hari Osteoporosis dilakukan untuk meningkatkan kesadaran pada semua orang terhadap pencegahan dan pengobatan penyakit tulang secara global. Kita harus hidup aktif dengan beraktivitas fisik dan rutin berolahraga dalam upaya pencegahan osteoporosis yang menyenangkan.

Penyakit osteoprosis menjadi perhatian pada 16 wilayah yang ada di Indonesia. Hasil analisa data Pusat Penelitian dan Pengembangan (PusLitBang) Gizi Departemen Kesehatan RI mencatat prevalensi osteopenia (osteoporosis dini) mencapai 41, 7% dan prevalensi osteoporosis mencapai 10,3%. Berarti, 2 dari 5 penduduk Indonesia memiliki risiko terkena osteoporosis, yang mana 41,2% dari keseluruhan responden berusia kurang dari 55 tahun terdeteksi menderita osteopenia. Dipastikan juga Osteoporosis tidak mengenal jenis kelamin karena menyerang secara bersembunyi tanpa ada tanda-tanda khusus, hingga seseorang mengalami patah tulang. Itulah alasan penyakit osteoporosis juga dikenal dengan istilah The Silent Epidemic Disease.

Cara Menjaga Kesehatan Tulang

Menjaga kesehatan tulang itu penting. Oleh sebab itu, usahakan latihan fisik secara teratur dan olahraga beban yang menguatkan otot. Hal-hal sederhana juga bisa kita lakukan dengan jalan kaki atau jalan cepat, naik turun tangga, bersepeda dan olahraga apa saja yang disesuaikan dengan usia. Hal terpenting yaitu kita melakukan semua secara rutin.

Peringatan Hari Osteoporosis 2018
 Dijelaskan lebih lanjut oleh dr. Ade, “Latihan fisik atau olahraga yang dimulai sejak dini dapat secara efektif mencegah penyakit osteoporosis. Adapun untuk mencegah osteoporosis, dianjurkan untuk melakukan latihan bersifat weight bearing exercise, yaitu latihan pembebanan khususnya pada area lumbal (tulang belakang bagian bawah pinggang), pangkal paha, dan pergelangan tangan. Meski begitu, olahraga harus dilakukan dengan prinsip Baik, Benar, Terukur, dan Teratur (BBTT). Sebelum berolahraga pastikan menggunakan perlengkapan yang sesuai ukuran dan jenis olahraga, bila perlu menggunakan pelindung. Lalu lakukan pemanasan atau peregangan, ditutup dengan pendinginan. Untuk mencapai hasil maksimal, lakukan olahraga secara rutin, yaitu 3-5 kali dalam seminggu.”

Jangan abaikan juga keluhan nyeri tulang yang kadang kita rasakan. Terutama nyeri tulang di bagian tengkuk, punggung, tangan dan diberbagai sendi kaki. Nyeri itu bisa jadi salah satu indikasi atau gejala dari penyakit osteoporosis. Segera cek kondisi tulang saat merasakan nyeri yang tidak kunjung hilang selama satu minggu. Biasakan cek kesehatan minimal setiap 6 bulan sekali.

Hindari pula gaya hidup tidak sehat, yaitu dengan menjaga berat badan, tidak mengonsumsi alkohol dan zat adiktif lain, tidak merokok atau membiarkan diri terpapar asap rokok, pengelolaan stres secara normal, budayakan buang air besar pada tempatnya,  dan biasakan diet sehat serta berimbang.

Untuk makanan, konsumsilah santapan dengan asupan protein, kalsium, mineral serta perbanyak minum air putih alih-alih minuman bersoda atau bergula. Perhatikan pola makan yang memenuhi asupan kalsium per hari sesuai usia dan vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium. Contoh makanan sehat yang bisa dikonsumsi untuk membuat kepadatan tulang terjaga, seperti ikan (ikan teri dan ikan salmon), telur, kacang-kacangan (kacang hijau, kacang almond, dan kacang kedelai), sayuran (brokoli), buah kurma, wijen, keju, susu, dan yogurt.

Ciptakan Gaya Hidup Sehat Aktif

    Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan masyarakat Indonesia untuk melakukan olahraga rekreasi bersama keluarga, sahabat, dan kolega. Apalagi di masa kecil dan masa remaja, tubuh terus-menerus merusak tulang lama dan membangun kembali tulang baru, ini dilakukan melalui proses yang disebut "renovas". Selama ini, tubuh lebih sering membangun tulang daripada menghilangkan, dan ketika tulang tumbuh, kekuatan tulang akan semakin kokoh.
Penyakit Osteoporosis harus dicegah sejak dini

Oleh karena itu, pencegahan Osteoporosis sejak dini bisa dilakukan orangtua dengan mulai mengajak anak-anak untuk olahraga rekreasi bersama di RPTRA terdekat. Anak-anak bisa langsung melakukan 4L (Lari, Lompat, Loncat, dan Lempar), misal mereka melakukan olahraga ringan menggunakan skipping.

Olahraga lain yang disarankan bagi penderita osteoporosis yaitu jalan sehat dan jogging. Kedua olahraga tersebut baik bagi penderita osteoporosis dan menjadi langkah pencegahan sejak dini. Dengan melakukan olahraga tersebut secara rutin, tulang akan menjadi padat dan kuat sehingga terhindar dari bungkuk. Lakukan aktivitas fisik dimana saja dan kapan saja mulai dari lingkungan rumah, saat dalam perjalanan, di lingkungan sekolah, tempat kerja, dan tempat-tempat umum lain.

GERMAS merupakan singkatan dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Dalam peringatan Hari Osteoporosis tahun 2018, keterlibatan FORMI juga terlihat konsisten untuk memberi pemahaman bahwa aktivitas fisik tidak hanya sebatas olahraga saja. Masyarakat Indonesia harus mengenal berbagai macam olahraga rekreasi dengan prinsip 5-M (Mudah, Murah, Meriah, Menarik, dan Manfaat). Contohnya, senam kebugaran.
Pencegahan dan pengendalian Osteoporosis dengan senam kebugaran tersebut sangat menarik perhatianku. Aku dan rekan-rekan media diajak untuk senam kebugaran seperti Sajojo, Maumere, dan Poco-Poco. Setiap gerakan yang diiringi musik terasa membuat tulang-tulang didalam tubuhku menjadi lebih kuat. Senam rekreasi bersama yang dilakukan dengan penuh kesenangan ini juga menjadi fokus GERMAS dalam kampanye aktivitas fisik 30 menit setiap hari.

       Lebih lanjut drg. Kartini mengatakan, “Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). GERMAS merupakan penguatan upaya promotif dan preventif yang ditujukan untuk menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, kematian maupun kecacatan; menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk; dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan”.

Jadi, ayo mulai cintai tulang kita dari sekarang. Terapkan gaya hidup sehat aktif dimulai dari diri sendiri hingga menjadi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GerMas). 
Waktunya bergerak*

Artikel Kesehatan untuk dukung GERMAS

14 komentar:

  1. Alhamdulillah, masih rajin gerak, He He.. Minimal buat nguber kereta atau naik tangga busway. Karena osteoporosis masih bisa dicegah kok

    BalasHapus
  2. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Sehat2 sejak dini, jangan sampai sudah tua eh masuk rumah sakit. Jangan malas olah raga ya. Yuk terus gerak...

    BalasHapus
  3. Osteoporosis ini penyakit diam yang enggak bisa dianggap remeh ya. Aku pernah baca. Ternyata berdasarkan data, osteoporosis itu diproyeksikan meningkat sebanyak 240% di Indonesia pada 2050. Hiii... ngeri banget deh dengarnya! Tapi bagiku enggak ada kata terlambat kok. Makanya penting banget nih bagi kita untuk mencegah osteoporosis sedini mungkin melalui kegiatan Germas. Yakin deh Indonesia akan terhindar dari osteo di masa depan!

    BalasHapus
  4. Jalan kaki 30 menit aja bikin kaki kita kuat ya. Tapi ya gitu deh kadang banyak magernya dari pada gesitnya.

    BalasHapus
  5. Huhuhu... aku nih masih kurang olahraga. Ayo insyaaaaf! Biar gak osteoporosis! :(

    BalasHapus
  6. Jaga kesehatan emang penting, sekarang saya lakukan olahraga yang termudah saja. Jalan kaki minimal 10,000 langkah perhari. Lari minimal 2 km per minggu, dan gerak ala-ala aerobik setiap pagi. semampunya yang penting gerak badan :)

    BalasHapus
  7. Saya jalan kakinya masih moody-an.. Tergabung jarak dan suhu harinya huhu.. Sering lihat tetangga yg sudah 60 kemana mana jalan kaki jadi tersentil 😅 harus dibiasakan dari sekarang nih

    BalasHapus
  8. Selain olahraga yang cukupemang perlu juga makanan dan minuman yang dipenuhi sepanjang waktu.akupun sekarang sudah mulai 10rb langkah sehari. Beneran usaha keras nih

    BalasHapus
  9. Judulnya menohok aku yang doyan mager. Hihihi ....

    Iya, bener nih. Aktif bergerak itu salah satu bentuk mencintai kesehatan tulang.

    BalasHapus
  10. Sayaaa juga doyan mager wkwkwk. Duh jadi malu. Mau ikutan jadi bagian GERMAS ah, biar jadi masyarakat yang sehat soalnya biaya RS memang mahal sih jadi kudu sehat ya.

    BalasHapus
  11. Saya juga jawabnya sama, SAYA. Klo sudah asyik duduk ataunngerumpi, iiihh.... rasanya paling malas bergerak. Program Germas ini inspiratif banget. Semoga kembali aktif bergerak hehehee

    BalasHapus
  12. aku ga suka yang sedentari, apalagi kalo di rumah, nonton sukanya duduk sih, tapi maunya sambil makan yang pedas dan minum. itu bisa berjam2 sih

    BalasHapus
  13. alhamdulillah..saya termasuk nggak malas gerak..tiap hari lari pagi 2 km..lumayan lah ya

    BalasHapus
  14. kalau jalan kaki saya masih oke, kalau rutin jogging kayanya nggak. nggak sanggup lawan malesnya :'D

    BalasHapus