Tulis yang kamu cari

Adv

Kafe BCA 9 Menyambut Indonesia Knowledge Forum 2018


         
Blogger Eksis hadir dalam forum Kafe BCA 9


         Kafe BCA sebuah tempat yang berada di Breakout Area Menara BCA Lantai 22, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta selalu menjadi wadah berkumpul untuk saling berbagi informasi terkini. Tahun lalu Blogger Eksis pernah nongki di Kafe BCA VI sambil membahas tentang budaya batik. Bagi teman-teman yang belum sempat membaca tulisannya, bisa langsung baca liputan Kafe BCA VI.

Sebagai upaya mendukung pengembangan inovasi dan kreativitas digital untuk ekonomi Indonesia, PT. Bank Central Asia tbk (BCA) kembali mengadakan Indonesia Knowledge Forum (IKF) untuk ketujuh kalinya. IKF VII ini akan membawa tema utama “Fostering Innovation and Creating Value Through Digital Transformation”, yang akan diselenggarakan pada 9-10 Oktober 2018 mendatang di The Ritz Carlton Hotel, Pacific Place Mall, Jakarta. Konsistensi BCA dalam mengadakan event tahunan ini tercermin dari ragam tema yang diangkat sehingga mampu memberi wawasan secara berkelanjutan bagi lintas generasi.

Semangat mengusung IKF VII dipaparkan dalam Forum Kafe BCA 9 yang diadakan pada Rabu (27/09) lalu, Komisaris Independen BCA, Cyrillus Harinowo mengungkap dari sisi perbankan, BCA menyadari bahwa inovasi berbasis teknologi mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui layanan keuangan yang mudah, cepat, dan murah. BCA senantiasa melakukan berbagai inovasi dalam rangka meluncurkan berbagai solusi dan layanan perbankan berbasis digital yang memberi kepraktisan layanan dan transaksi kepada nasabah. Kontribusi terus digulirkan untuk memperkuat kondisi fiskal dan perekonomian digital di Indonesia.

            Forum Kafe BCA 9 Membahas Transformasi Digital

Forum Kafe BCA 9 membahas tentang transformasi digital

            Diskusi yang dimulai sekitar pukul 11:00 WIB menghadirkan pembicara seperti Lena Setiawati selaku Executive Vice President Learning and Development BCA, Onno W. Purbo selaku Pakar Teknologi Informasi, dan Setiaji selaku Head of Jakarta Smart City. Diskusi dipandu oleh moderator Slamet Edi Santosa. Semua obrolan berlangsung santai namun tetap fokus pada materi pembahasan pentingnya transformasi digital sebagai potensi besar yang dapat dimanfaatkan untuk bertahan atau memperbaiki kondisi perekonomian di tengah gejolak tantangan global.
       Bicara tentang era digital sudah pasti mengulik segala hal tentang teknologi. Ada transformasi yang hadir dalam berbagai layanan di lini kehidupan. Semua bidang dituntut untuk terus berinovasi agar kita bisa berpikir secara platform karena antara produsen dan konsumen sudah menjadi kesatuan bagi dunia industri.
          Hakikat zaman now yang serba digital memaksa kita untuk beradaptasi melihat hal-hal yang viral. Tak terkecuali industri perbankan yang berperan dalam lingkup perekonomian nasional. Setiap masyarakat dari Sabang sampai Merauke memiliki kesempatan yang sama untuk akses ekonomi digital secara merata. Maka, potensi ekonomi digital terus dikembangkan agar terjadi pembaharuan atau inovasi yang berkelanjutan.
Apalagi layanan perbankan ke depan sudah menerapkan digital identity. Sebagai contoh untuk verifikasi pembukaan rekening, nasabah tak perlu lagi antri di bank. Melalui fitur video call dan menggunakan finger print serta face unlock semua verifikasi bisa dilakukan hanya dengan sentuhan dua jari. Dengan begitu tingkat pengamanan akun nasabah bisa terpenuhi secara penetrasi.

Dibalik teknologi yang maju, kita juga akan bertemu dengan tantangan yang mencengangkan. Belakangan kita sudah disuguhi dengan teknologi Artificial Inteligence (AI) yang memadu antara koding dan statistik. Melalui teknologi ini segala aktivitas yang kita lakukan dengan menggunakan ponsel akan mudah terekam menembus batas-batas privasi.
        Media sosial seperti facebook dan google bisa menjadi saksi hal apa saja yang kita cari saat berselancar di dunia maya. Dengan begitu interaksi seintim apapun kita ternyata akan terlihat oleh sistem, meski semua proses berlangsung dengan cepat. Misal, saat kita sedang melakukan percakapan topik terbaru melalui aplikasi instant messaging WhatsApp tentang kurs dollar yang terus naik. Saat itu juga topik kita akan terekam otomatis dan saat kita membuka google atau aplikasi media sosial facebook pada smartphone yang sama, maka akan muncul iklan-iklan yang berhubungan dengan keuangan atau topik yang telah kita bahas sebelumnya.
     Sebenarnya Pemerintah sedang mensiasati kemajuan teknologi dengan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) agar privasi kita tidak terbaca oleh sistem. Namun, undang-undang tersebut masih dalam tahap rancangan dan cakupannya juga masih terbatas. Sepertinya peraturan negara yang dibuat hanya mengarah untuk menanggulangi kasus eKTP yang sampai sekarang belum tuntas” ujar Onno W. Purbo.
       Maka dari itu, untuk keamanan teknologi dalam berinternet kita harus menjadi smart user. Semua hal yang kita lakukan dengan penggunaan teknologi harus kita sendiri yang membatasi, seperti untuk saring sebelum sharing atas informasi yang belum tentu kebenarannya (cross check validity), tidak melakukan instalasi pada aplikasi yang tak memiliki sistem verifikasi, dan jangan mudah percaya akan berita-berita hoax atau tindak penipuan (cyber crime).

Komisaris Independen Bank Central Asia bersama para pembicara forum Kafe BCA

        Transformasi digital juga merambah dalam hal tata kota. Setiaji selaku Kepala dari Jakarta Smart City (JSC) menjelaskan pengembangan platform digital sejak tahun 2015. Platform Jakarta Smart City berada di bawah unit Manajemen Komunikasi, Informatika, dan Badan Statistik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Platform ini berjalan dengan sistem kerja yang menggabungkan budaya birokrasi pemerintah dan startup di bidang TI. Ada proses pengambilan keputusan yang berangkat dari data yang diambil di lapangan dan dikumpulkan dengan data besar kemudian dianalisis oleh para ahli hingga menyimpulkan hasil dalam kesimpulan
       Jakarta Smart City memiliki operasional sistem untuk melakukan pengawasan atau monitor segala hal tentang ibukota. Mulai dari perwujudan pemerintahan yang transparan, informatif, dan responsif (smart governance), menumbuhkan produktivitas dengan kewirausahaan dan semangat inovasi (smart economy), peningkatan kualitas sumber daya manusia dan fasilitas hidup layak (smart people), penyediaan sistem transportasi dan infrastruktur (smart mobility), manajemen sumber daya alam yang ramah lingkungan (smart environment), dan mewujudkan kota sehat serta layak huni (smart living). Konsep ide atau gagasan dipadu dengan kecerdasan teknologi yang mampu merancang Jakarta menjadi lebih baik dalam hal optimalisasi pelayanan publik, solusi efektif, dan dukungan pembangunan nasional yang berkelanjutan.
         Jakarta Smart City juga menjadi manajemen hubungan warga ibukota. Melalui aplikasi mobile dan web untuk tingkat Provinsi (agensi, departemen, dan biro), dan tingkat administrasi kota (kabupaten, kota, dan sub-agen), platform ini mampu mengkoordinasikan dan menangani laporan warga dengan efektif dan efisien. Semua pengaduan atau keluhan seputar kota Jakarta terintegrasi melalui layanan media sosial twitter @DKIJakarta, facebook Pemprov DKI Jakarta, sms ke 0811-1272 206, LAPOR 1708, email dki@jakarta.go.id, dan kantor kecamatan yang tersebar di masing-masing wilayah ibukota.
       Seluruh data dari Jakarta Smart City telah dilengkapi time trend for completion of citizen reports. Seluruh laporan yang masuk akan mudah terpantau dalam sistem perangkat teknologi informasi. Untuk lebih jelas tentang platform tersebut, semua akan dibahas mendalam pada Indonesia Knowledge Forum 2018, yang mana Setiaji akan menjadi pembicara kembali bersama narasumber lain dari berbagai bidang ekonomi digital.

           Indonesia Knowledge Forum VII, Inisiasi Inovasi Teknologi Terkini

Inovasi teknologi dalam bidang ekonomi digital

Yayasan Bakti BCA melalui BCA Learning Service akan mengadakan acara Indonesia Knowledge Forum (IKF) VII-2018 Moving Our Nation to the Next Level:Fostering Innovation and Creating Value Through Digital Transformation”. IKF VII akan menghadirkan jajaran menteri dan tokoh publik sebagai keynote speaker. Sebut saja, Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan), Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan), dan Prof. Dr. Bambang P.S. Brodjonegoro (Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional). Nama-nama tersebut masih dalam tahap konfirmasi kehadiran.
Tak perlu khawatir karena selain ketiga tokoh penting di atas, selama dua hari ada sekitar 17 pembicara berkompeten yang turut berpartisipasi untuk berbagi ilmu, pengalaman serta inspirasi dalam mengembangkan dunia bisnis berbasis digital. Beberapa tokoh yang akan hadir diantaranya Managing Director at Nielsen Indonesia Agus Nurudin, CEO & Co Founder Koinworks Benedicto Haryono, Director PT. Telekomunikasi Indonesia David Bangun, Country Manager and Human Resource at IBM Indonesia Husein Samy, CEO Glair Michell S. Handaka, Founder & CEO Bambu Ned Phillips, dan masih banyak lagi. Mereka akan menyampaikan pentingnya transformasi seluruh pemangku kepentingan dalam memajukan ekonomi digital yang inklusif di Indonesia.

        IKF VII 2018 diharapkan menjadi ajang pertukaran ide antar peserta yang hadir. Semua kalangan mulai dari eksekutif, profesional, dan masyarakat umum bisa berbagi pengetahuan maupun pengalaman. Forum ini tentu menjadi bentuk kontribusi bagi siapa saja yang turut memajukan ekonomi Indonesia, khususnya dalam era digital.
 Sebagai sebuah “Pesta Akbar Pengetahuan” terbesar di Indonesia, IKF VII selalu berpegang teguh pada konsep “one stop knowledge solution”. Berarti, event ini akan merangsang generasi milenial untuk berpacu dan berlomba dalam mewujudkan ide, inisiatif, inovasi, dan kreasi demi memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menjadi entrepreneur. Komitmen ini sejalan dengan BCA yang memiliki strategi digital dengan memberi ruang pada pelaku bisnis demi melakukan transformasi secara berkelanjutan menuju Indonesia maju.
       Semangat membangun negeri melalui pengetahuan tak hanya didapat melalui talkshow yang digelar. Serangkaian expo dan exhibition yang didukung oleh sponsor-sponsor terpercaya akan turut serta memeriahkan acara IKF VII. Kerja sama seluruh pihak dari berbagai bidang dibutuhkan untuk memperkuat perekonomian yang sedang dihadapkan dengan melemahnya rupiah. Jadi, kesempatan ini akan menjadi wadah pertukaran informasi real time seputar ekonomi digital demi menyongsong perkembangan dunia usaha di Indonesia yang lebih sehat.

Seru kan untuk ikut serta dalam acaranya? Kamu jadi bisa ambil bagian dari perubahan dan kebangkitan ekonomi Indonesia. Banyak inspirasi dan pengetahuan terkini yang bisa didapat sehingga kita bisa lebih aware dalam menanggapi transformasi digital dengan teknologi yang semakin mutakhir. Informasi lebih lanjut seputar IKF VII dan pendaftarannya, kunjungi situs resmi www.bcalearningservice.comKamu juga bisa telepon 021 – 2556 3000 ext. 35679 / 35611 / 35646 / 35613 (pada hari dan jam kerja).

            Bank Central Asia Fokus Pada Layanan Perbankan Digital
           
Indonesia selalu dikatakan sebagai suatu negara yang memiliki peluang untuk maju lebih pesat dengan bonus demografi yang melimpah. Oleh sebab itu, Pemerintah memiliki visi untuk menempatkan Indonesia sebagai negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020 dengan memberi segudang manfaat bagi pelaku usaha dan konsumen. Optimisme tersebut didasari karena potensi infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah mencakup sekitar 90% dari populasi dengan lebih 126% tingkat penetrasi mobile. Selain itu, tingkat pengguna internet juga telah mencapai 51,8 % dari total penduduk Indonesia.

Pengguna internet terbesar berada pada usia produktif antara 15-35 tahun. Usia tersebut dikenal dengan sebutan generasi milenial atau akrab disapa Gen Y. Mereka ini  lahir pada kurun waktu 1990 hingga 2000-an. Mereka dipercaya akan membawa perubahan dan menjadi kekuatan ekonomi baru di Indonesia maupun dunia. Millenials yang akrab dengan teknologi digital banyak membawa pengaruh pada perubahan gaya hidup, mulai dari cara berkomunikasi, cara berinteraksi melalui jejaring sosial, transaksi pembayaran, hingga model bisnis baru yang kreatif.

Seiring dengan kebiasaan generasi muda diberbagai platform aplikasi chatting, BCA mulai berinovasi dengan menghadirkan Vira (Virtual Assistant) pada layanan chat banking BCA yang dapat diakses melalui beberapa aplikasi chat populer seperti Facebook Messanger, LINE, Kaskus Chat, dan Google Assistant. Vira dapat membantu nasabah untuk mengetahui informasi dan promosi seputar BCA kepada pengguna aplikasi chat. Layanan ini dapat diakses kapanpun dan dimanapun sehingga ragam informasi dan promosi dari BCA bisa tersebar dengan cepat.

BCA Senantiasa di Sisi Anda

BCA Learning Services mengadakan Indonesia Knowledge Forum 2018

13 komentar:

  1. waaww..Indonesia Knowledge Forum VII tanggal berapa ka maidy? jadi penasaran..hohoho

    BalasHapus
  2. Enterpreneur muda memang luar biasa juga pada muncul nih banyak e-commers lahir dari tangan kreatif mereka. Harus di apresiasi juga kalau di balik event besar ini ada bank yang mendukung untuk kesuksesan acara ini buat kaum muda.

    BalasHapus
  3. Belum pernah mampir nih ke kafe bca. Ajak2 dong ke sini. Btw, ikf 2018 nanti tanggal berapa ya??? Pengen hadir deh.

    BalasHapus
  4. wah kayaknya asik nih kafe BCA, akhirnya BCA mulai gerak dan melirik potensi generasi Y. Btw saya malahan belum pernah mencoba fitur chat BCA, ke depannya sih lebih berharap BCA bisa ada rekening digital

    BalasHapus
  5. Nah iya, kapan tuh IKF 2018? Pengen liaaat. :D

    BalasHapus
  6. Berasa banget emang kemajuan di industri perbankan yang memang mengikuti perkembangan zaman. Btw.. Aku baru tau loh kak ternyata bca ada aplikasi yang namanya VIRA. Keren juga yaa.. Berlaku untuk nerima keluhan nasabah juga gak kak?

    BalasHapus
  7. Wah kafe BCA sudah sampe 9 aja ya. Jadi kepo deh. Ini kafe kayak apa. Btw itu IKF 7 nya kapan ya?

    BalasHapus
  8. Perkembangan zaman emang gak bisa dihindari ya ka. Semakin ke sini hal-hal yang berhubungan dengan digital marak bermunculan, termasuk di dunia perbankan. Makanya pas BCA ngadain IKF itu tepat banget karena sesuai dengan kebutuhan masyarakat jaman now.

    BalasHapus
  9. Industri perbankan sekarang pada berlomba membuat inovasi kece yah

    BalasHapus
  10. pemamaparannya keren yaa.. dunia digital terus berkembang dan merambah dunia perbankan.. harus siap neh

    BalasHapus
  11. Udah era teknologi msh bnyk aja yg antri di atm bca. Artinya nasabahnya emang banyak so msh ads persentase yg masih manual ngapa2in kudu ke atm

    BalasHapus
  12. Era digitalisasi bawa bnyk oerubahanm industrial Dan jasa terkena imbas positif

    BalasHapus
  13. Waaah penasaran dg Kafe BCA. Ini siapa saja bebas dtg ke kafe BCA atau hanya nasabah BCA saja?

    BalasHapus