Tulis yang kamu cari

Adv

Hydration Talk Bersama Danone untuk Kebutuhan Minuman Sehat

Apa jadinya manusia tanpa air. Mungkin perlahan-lahan bisa meninggal karena tubuhnya mengalami dehidrasi akibat kurang cairan. Begitu penting air bagi kehidupan manusia membuat air menjadi salah satu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi manusia.
Perlu kita ketahui, air mempunyai fungsi sebagai pembangun tubuh seperti halnya pada protein, lemak, dan mineral. Sel yang berisi air merupakan komponen tubuh paling kecil dan sel akan bergabung membentuk jaringan organ. Jadi tanpa air maka sel tidak bisa dibentuk.
Peran Air bagi tubuh dalam Hidrasi Sehat



Salah satu perusahaan minuman terbesar dunia, Danone mengajak masyarakat Indonesia untuk turut mengenali kebutuhan nutrisi minuman harian yang lebih sehat. Ajakan ini ditegaskan oleh dr. Tria Rosemiarti, Hydration Science Director PT. Tirta Investama (Danone-AQUA) dalam Hydration Talk di Ocha & Bella Resto, Hotel Morissey, Jakarta Pusat, Kamis (18/10).
“Danone ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih cermat dalam memperhatikan dan memahami nutrisi yang dikonsumsi tiap harinya terutama yang terkandung pada minuman kemasan untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan memulai polai hidup yang lebih sehat. Untuk itu diperlukan edukasi terkait hal ini, agar masyarakat dapat secara cerdas mengetahui alternatif makanan dan minuman mana yang sebaiknya mereka konsumsi" kata Tria dalam rilisnya.
Ia percaya bahwa setiap kali kita makan dan minum, akan menentukan dunia yang kita inginkan. Selama bertahun-tahun Danone menjalankan bisnisnya, semakin disadari bahwa tanggung jawab sebagai perusahaan makanan dan minuman semakin besar. Untuk itu, perusahaan Danone-Indonesia selalu memiliki misi memberikan edukasi kesehatan kepada sebanyak mungkin orang agar kesadaran akan pentingnya minum air untuk nutrisi tubuh bisa diterapkan dalam pola hidup keseharian. Selain itu, kita juga dihimbau untuk membaca label informasi nilai gizi pada kemasan dalam memilih minuman kemasan yang baik agar memiliki pola hidup sehat.
Event Hydration Talk bersama Danone
Para pembicara dalam Hydration Talk

          Kesehatan kita dimulai dengan apa yang kita minum! Tentu kita pernah melihat fenomena dalam kehidupan, saat acara pesta pernikahan banyak tersedia minuman kaleng yang disuguhkan. Sebenarnya mengonsumsi minuman tersebut tidak begitu layak karena kandungan nutrisi yang berada didalam komposisinya tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh kita.
Grafik Kebiasaan Konsumen dalam Konsumsi Minuman

      Seharusnya kita lebih memperbanyak minum air mineral untuk metabolisme dalam tubuh. Ahli Consumer Behaviour dari Institut Pertanian Bogor, Profesor Ujang Sumarwan mengingatkan “Kita cenderung minum berdasarkan rasa minuman yang disukai sehingga tidak memperhatikan kandungan nutrisi terutama gula.”
     Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa di Indonesia asupan pola minum air putih meningkat dari tahun 2012 dibanding tahun 2016. “Namun ternyata pola minum yang mengandung gula seperti minuman dalam kemasan juga meningkat sehingga perlu untuk melakukan edukasi kepada masyarakat agar menjaga pola makan dan minum yang lebih baik” lanjutnya.
Data grafik perkembangan penyakit tidak menular di Indonesia
Grafik pertumbuhan penyakit tidak menular

         
Kondisi demikian sejalan dengan frekuensi kita dalam meneguk minuman seperti teh, susu, kopi, isotonik, dan jenis air kemasan lain. Perilaku konsumsi sangat terkait situasi. Memang pola konsumsi ini berbeda setiap individu, tapi saat kita dehidrasi bukan berarti seenaknya saja bisa minum air apapun tanpa memperhatikan nilai gizi. Jika hal itu terus dilakukan, maka ketidakseimbangan asupan gizi akan memicu ragam masalah kesehatan di Indonesia.

          “Beragam keluhan kesehatan seperti stunting, obesitas, diabetes, keluhan fungsi ginjal dan jantung, diantaranya dipicu oleh tidak seimbang konsumsi nutrisi tubuh, yang bisa berasal dari makanan atau minuman sehari-hari,” kata Profesor Ujang.

Anjuran Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak setiap hari

Sebagai konsumen cerdas dari produk minuman, kita harus memahami komposisi yang terdapat dalam setiap produk. Ingat, ada bahan seperti gula, garam, dan lemak atau yang dikenal dalam akronim GGL telah terlarut dalam produk minuman kemasan. Ternyata, ada batas komposisi untuk mengonsumsi 3 bahan tersebut setiap hari.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah memberi anjuran konsumsi gula, garam, dan lemak yang ideal bagi individu per hari dalam metode G4, G1, dan L5. Anjuran G4, G1, dan L5 adalah konsumsi dengan takaran gula sebanyak 4 sendok makan (50 gram), garam sebesar 1 sendok the (5 gram), dan lemak sejumlah 5 sendok makan (67 gram) setiap harinya. Selayaknya konsumsi GGL harus dijaga agar tidak berlebihan dan menimbulkan risiko berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, stroke, dan serangan jantung.
Anjuran batas konsumsi gula, garam, dan lemak per orang untuk setiap hari harus mulai kita perhatikan sejak dini. Semua ini perlu untuk mengontrol index mass body alias proporsionalitas tubuh. Maka, sebelum membeli produk minuman coba pahami lagi kadar komposisi 3 bahan didalamnya agar asupan nutrisi tetap terjaga.

Komposisi Zat Gizi dalam tubuh mempengaruhi proporsionalitas

Salah satu yang patut diperhatikan oleh perusahaan makanan dan minuman adalah kemasan. Dalam kemasan tersirat peran penting perlindungan manfaat gizi dan kualitas produk sehingga dapat dikonsumsi dengan aman. Setiap kemasan produk diharap dapat menyajikan informasi nilai gizi, takaran saji, dan jumlah sajian yang terkandung didalamnya. Dengan nutrition labeling seperti itu, konsumen bisa lebih cerdas dalam memilih produk yang sehat.
“Sesuai anjuran Kementerian Kesehatan RI, pada saat memilih makanan dan minuman siap saji, konsumen dapat memperhatikan takaran saji, angka kecukupan gizi, serta kandungan nutrisinya, terutama kandungan Gula, Garam,, dan Lemak. Sebenarnya masyarakat dapat dengan mudah menemukan informasi ini, dalam box Informasi Nilai Gizi yang ada pada kemasan makan dan minuman,” tegas Dr. Rimbawan sebagai ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor.
Ia juga menambahkan bahwa konsumen akan terbiasa lebih cermat dalam memilih minuman kemasan yang akan dikonsumsi sehingga penyakit-penyakit tidak menular dapat dicegah. Dengan mewaspadai batas-batas kadar konsumsi gula, garam, dan lemak, kita bisa lebih aware terhadap pemenuhan gizi harian. Memilih makanan dan minuman siap saji diluar makanan pokok juga menambah kandungan kalori yang tinggi bagi tubuh kita. Oleh karena itu, penting bagi kita dalam membaca dan mengerti label nutrisi terutama dalam minuman siap saji yang sering disebut sebagai minuman ringan namun tak sesuai dengan kebutuhan cairan dalam tubuh kita.

Blogger Eksis menerapkan gaya hidup sehat
3 langkah sederhana untuk pola hidup sehat

Jadi, mulai dari sekarang mari kita biasakan diri untuk:
1. Perhatikan gaya hidup dalam pola makan dan minum karena semua itu berpengaruh pada kondisi kesehatan. Jangan lupa juga untuk tetap membagi waktu antara aktivitas fisik dan istirahat sehingga tercipta generasi yang lebih sehat dan produktif.

2. Semua zat gizi perlu dikonsumsi secara cukup dan berimbang. Ikuti anjuran Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk mengetahui berapa banyak kalori yang dibutuhkan sesuai usia dan jenis kelamin. Apalagi Kementerian Kesehatan juga telah mengeluarkan panduang “Isi Piringku” yaitu komposisi 2/3 porsi karbohidrat, 1/3 porsi protein dan lemak dalam lauk pauk, serta ½ sayur maupun buah.
Komponen Isi Piringku sebagai panduan makan bergizi seimbang
panduan makan bergizi seimbang

3. Pemahaman tentang label pangan dapat membantu konsumen cerdas seperti kita untuk memilih dan memilah pangan sebagai salah satu cara menjaga kesehatan dimulai dari diri sendiri.

            You are what you drink. Salam Sehat!

Rekomendasi produk Danone sebagai Minuman Sehat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar