Tulis yang kamu cari

Analytics

Adv

Pasar IdEA, Pasar Digital Pertama di Indonesia

Pasar idEA hadir sebagai pasar digital pertama dan terbesar di Indonesia

Saat di bangku sekolah dahulu, kita selalu membaca pengertian dari pasar. Biasanya dalam pelajaran IPS atau ekonomi, pasar dikenal sebagai tempat bertemu penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi, baik barang atau jasa. Dari definisi dasar tentang pasar tersebut semakin berkembang sejak kehadiran internet di era digital.
Kegiatan ekonomi dilakukan di pasar digital yang sering dikenal luas dengan sebutan marketplace atau ecommerce. Jumlah permintaan dan penawaran yang berlangsung dalam platform daring tersebut membuat suatu bentuk kolaborasi untuk meraih kepuasan antar kedua belah pihak, baik produsen dan konsumen.
konsep booth Tokopedia di Pasar idEA
Blogger Eksis berada di stan Tokopedia yang instagramable
Para pelaku ecommerce di Indonesia mulai berkomitmen untuk memberdayakan produk lokal sehingga bisa bersaing di kancah global. Hal ini harus dilakukan secara berkelanjutan karena Indonesia memiliki potensi bisnis yang mampu menguasai tren. Oleh karena itu, produk lokal dengan rasa global harus dicapai agar produk lokal bisa dikenal lebih luas sampai ranah internasional.
Ungkapan tersebut merupakan cermin dari produk lokal di Indonesia yang terus berani meningkatkan daya saing ditengah produk impor yang ingin menguasai pasar Indonesia. Melihat kenyataan ini, produk lokal sebenarnya layak unjuk gigi karena diproduksi di negara kita sendiri. Produk lokal yang dihasilkan oleh UMKM juga punya peran penting untuk mendukung perekonomian nasional, baik dalam penyerapan tenaga kerja sampai penyumbang devisa bagi negara kita.

Seperti apa disampaikan oleh Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahuddin, MEM sebagai Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Dalam kata sambutannya, Ia menyatakan bahwa “Visi Pemerintah pada 2020, Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan memfokuskan pengembangan ekonomi digital berbasis lokal, yakni akselerasi UMKM dan bisnis rintisan (startup). Sektor UMKM sebagai pilar ekonomi kreatif harus mendapat perhatian lebih agar mereka mampu mengambil peran dalam perdagangan global melalui e-commerce.”
Ketimbang mendominasi pusat belanja, sebagian besar produk lokal memang  lebih mudah ditemui secara daring. Hanya saja para produsen produk lokal kadang tak memperhatikan sisi branding. Padahal product branding menjadi kunci utama diterima label lokal oleh masyarakat.
        Hal itu yang Blogger Eksis rasakan saat hari kemerdekaan ke-74 lalu. Aku mengunjungi sebuah festival belanja yang disebut dengan Pasar Idea. Festival belanja online to offline ini berlangsung di Hall A dan Hall B Jakarta Convention Center (JCC). Festival yang berlangsung dari tanggal 15-18 Agustus 2019 diinisiasi pertama kali oleh Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) yang berkolaborasi dengan PT. Traya Eksibisi Internasional.
      Tentu festival hadir sebagai wadah untuk menjalin hubungan yang baik antar pelaku bisnis ecommerce secara berkesinambungan. Selain itu, festival juga berhasil mempertemukan pelanggan yang selama ini bertransaksi online sehingga dalam festival bisa melakukan transaksi secara tatap muka. Semoga saja dengan loyalty program yang ditawarkan bisa tercipta customer engangement yang berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan.
      Kehadiran lebih dari 250 eksibitor mampu menciptakan peluang untuk kerja sama yang sinergis ke depan. Beberapa perusahaan besar e-commerce Indonesia membawa mitra usaha yang menggunakan platformnya dalam berdagang. Sebut saja Tokopedia, Blibli, Lazada, BukaLapak, dan masih banyak lagi.
      Beberapa pelaku UMKM yang berada di bawah binaan Pemerintah juga turut mengisi stan yang telah disediakan. Ada Paviliun Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. UMKM binaan instansi tersebut membawa produk lokal yang telah tersebar di seluruh Indonesia.
stan pelaku UMKM binaan dari Kementerian Koperasi & UMKM
Suasana pameran semakin meriah saat perusahaan logistik atau jasa pengiriman barang memberi banyak promo kepada para pengunjung. Misal, Ninja Express, J & T, Lion Parcel, JNE, Tiki, Paxel, dan beberapa lainnya. Keberadaan industri logistik tersebut memang jadi tonggak bisnis e-commerce di Indonesia.
        4 hari bazar di JCC seperti harbolnas rasanya tak cukup untuk melihat semua produk lokal yang berkualitas unggul. Aku ingin selalu kembali setiap hari ke pameran ini karena tergoda dengan ragam aktivitas yang digelar selama pameran berlangsung. Ada workshop dengan ragam tema bisnis, kompetisi retro games dan e-sport, live doodle, karaoke, battle dance, kuliner ala food truck, dan masih banyak kegiatan lain yang sayang untuk dilewatkan.
area games pada event Pasar idEA 2019
Arena Games


Pengunjung yang sedang bermain virtual reality (VR) dalam bazar
Salah satu pengunjung sedang bermain VR (Virtual Reality)


konsep food truck indoor untuk bazar

          Dari rumah, aku sudah punya rencana untuk ikut dalam workshop “Jualan Untung di Marketplace”. Workshop tersebut menghadirkan praktisi bernama Dedy Liem untuk menyampaikan materi riset kata kunci dan tips posting yang efektif. Namun, rencana tak sesuai ekspetasi sehingga aku beranjak ke ruang workshop lain.
         Aku justru melipir ke acara “Ngobrol bareng Influencer” yang membahas bisnis make up di ruang A. Bukan karena aku mau jadi MUA (make up artist) loh, aku ikut acara tersebut. Hal yang membuat aku kepo yaitu terhadap sosok pembicara yang dihadirkan. Siapa lagi kalau bukan Tasya Farasya sebagai celebritypreneur.
Dalam workshop tersebut dijelaskan bahwa keberhasilan bisnis ecommerce tidak hanya ditentukan dari kualitas produk yang dijual, tetapi juga ada kekuatan dari industri logistik yang mendukung. Jasa kurir yang mulai bangkit menjadi ladang bisnis diprediksi terus mengalami peningkatan pada tahun mendatang. Kondisi demikian bisa bertahan asal beberapa komponen pendukung mampu memenuhi standar, seperti bea cukai (customs), infrastruktur, pengiriman internasional, kompetensi logistik, ketepatan waktu, dan pelacakan maupun pencatatan setiap pengiriman. Materi tersebut disampaikan langsung dari perwakilan Ninja Xpress sebagai salah satu perusahaan logistik terpercaya di Indonesia.

       Setelah ikut workshop berfaedah, aku bergegas menuju area pintu masuk. Aku ingin sekali berkeliling di pameran ini dari depan pintu sampai area belakang. Saat masuk, pengunjung disambut dengan booth raksasa dari e-commerce terbesar di Indonesia seperti BliBli dan Tokopedia.
       BliBli menawarkan banyak promo travel fest. Mulai dari tiket pesawat, tiket kereta api, hotel, sampai paket tour dengan diskon super besar mencapai 80%. Berhubung aku belum ada rencana liburan, aku memutuskan untuk melihat produk lain dari Blibli.
Sepatu Brodo merupakan produk lokal yang dikenal di BliBli
         Aku mulai tertarik pada sepatu Brodo. Sepatu yang berasal dari Bandung ini memiliki model terbaru yang bisa dibeli. Dompetku terasa terpanggil karena harganya pun pas di kantong. Namun, ukuran yang aku inginkan tidak tersedia. Mereka hanya membawa produk yang display saja.
        Dari situ, aku mulai beralih ke produk Blibli yang lain. Dengan konsep Galeri Indonesia, Blibli juga membuka rangkaian booth khusus kuliner. Semua rasa kuliner tersaji dan membuat aku membeli beberapa cemilan yang enak.
       Pesta diskon gede-gedean juga hadir dari marketplace yang hits seperti Tokopedia. Dengan tagline #MulaiAjaDulu, booth TokPed langsung memberi voucher diskon sebesar 90% setelah para pengunjung mau berfoto dan menuliskan mimpinya. Tokopedia juga tak mau kalah karena berhasil memboyong top sellernya untuk menjajakan barang dagangannya.



AME Raincoat hadir sebagai produk lokal dari Tokopedia
Produk AME Raincoat yang menjadi top seller TokPed dengan diskon 50%
         Sebelum pulang, aku sempat mengunjungi area khusus LokalGood. Area ini merupakan produk lokal yang telah melalui proses kurasi. Kualitas produknya tak perlu diragukan lagi. Begitu juga dengan harga karena bazar selalu punya harga yang lebih murah dibanding pasaran.


Blogger Eksis mencoba produk lokal dari seller Tokopedia


Jam tangan karya produk asli Indonesia


produk sulaman ini menjadi potensi kerajinan tangan yang unik

produk lokal berupa sepatu dengan motif asli Indonesia

     Kepedulian untuk membeli produk lokal harus kembali digalakkan seiring dengan para pelaku UMKM yang juga mampu meningkatkan kualitas terhadap wirausaha yang dikelola. Ajang kopi darat para pelaku ecommerce tersebut berhasil memberi pengalaman belanja yang luar biasa. Banyak penawaran menarik lain yang berhasil membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal.
      Setelah mengunjungi bazar ini, aku juga terbesit ide yang inspiratif untuk membangun bisnis kreatif digital yang populer. Aku masih datang sebagai buyer pada tahun ini. Siapa tahu, aku bisa datang ke tempat ini sebagai seller untuk tahun depan. Semoga saja bursa belanja seperti ini bisa hadir setiap tahun sehingga bisa dinikmati para pencinta produk lokal yang memiliki rasa global.


Blogger Eksis menggunakan produk lokal fashion dari tenun jepara
Produk lokal tenun jepara yang kental budaya Indonesia

12 komentar:

  1. itu buku tulisan blogger pengin banget kupunyai, dan tas rajutnya juga lucu, aihh ini ada aja ya pasar digital

    BalasHapus
  2. Menyenangkan sekali bisa dateng ke pasar Idea. Pasti banyak belanja hal hal menyenangkan dan dapet banyak diskon. Sekalian kenalan ama e commerce yang biasanya dunia maya lalu ketemu di dunia nyata

    BalasHapus
  3. Asyik banget neh, pasar idea. Ini jadi kayak pasar offlinenya marketplace ya Kak

    BalasHapus
  4. Buka toko online aja udah cukup bikin khilaf. Apalagi kalau datang langsung! Hahaha. Borong apa aja itu?

    BalasHapus
  5. Cantik-cantik banget produk lokal.
    Aku naksir jas hujannya. Berasa tetap stylish yaa...meskipun huhujanan.

    "Karena sebagian besar kenangan, berada di waktu hujan."
    Eaaa~

    BalasHapus
  6. Dengan adanya pasar idea ini membuktikan bahwa produk lokal Indonesia jauh lebih berkualitas ya. Aku juga kemaren belanja beberapa produk lokal.

    BalasHapus
  7. Duh nyesel deh pas minggu terakhir abis ke unbox gak mampir sana ternyata banyak banget yang dijual yak :D
    Trus gak cuma jualan printilan kebutuhan dr para pelaku usaha/ penjual OS ternyata ada WS2 yang menarik jg. Kapan ada lagi yaa :D

    BalasHapus
  8. Banyak banget produk yang cucok ya kak, kemarin aku juga sempat mampir kesana dan berhasil bawa pulang tunik sm hijab. Padahal masih pengen keliling pasar idEA, tapi sayang waktunya terbatas. Semoga tahun depan bisa ada lagi acaranya dan bisa main kesna.

    BalasHapus
  9. Perjalanan di pamerannya seru banget, kak. Saya jadi ingin ke sana juga. Apalagi lihat deretan jam tangan, sepatu Brodo, dan anyaman2 itu. Diri ini tergoda ingin belanjaa...

    BalasHapus
  10. Aku kalau datang ke pameran seperti ini yang membuat histeria adalah hasil karya Indonesia sendiri kayak anyaman, batik, tenun dll

    BalasHapus
  11. Saya senang sekali kalau bisa lihat pameran seperti itu, banyak barang bagus hasil karya anak bangsa. Apalagi ada workshopnya juga ya...

    BalasHapus
  12. Mantap,, bahan baru sensasi baru.. Untuk aspek profit bisa sambilan nysul.

    BalasHapus