Takkan kecewakah kau pada diriku?
Takkan menyesalkah kau hidup denganku, nanti?
‘Aku gpp sih kalau kamu nggak mau ikut peduli sampah. Tapi, setidaknya kamu bertanggung jawab dong sama sampah yang kamu hasilkan sendiri. Minimal, buang sampah pada tempatnya dan kalau makan atau minum dihabiskan. Jangan sampai sisa!’
Kalimat itu terlontar dari mulutku untuk mantan yang akhirnya aku putuskan saat dia masih belum bisa mengubah gaya hidup untuk lebih sehat dan peduli lingkungan. Aku sadar bahwa lingkungan sekitar sudah mulai tercemar. Bicara tentang sampah, bukan lagi kita menyerahkan kepada Pemerintah untuk menanganinya. Kita juga harus ambil bagian demi menciptakan lingkungan yang sehat untuk warisan anak dan cucu nanti.
Kamu pernah menghitung nggak, berapa banyak sampah yang kamu hasilkan dalam 1 hari? Baik itu sampah plastik, sampah kertas, dan masih banyak sampah lain.
Coba deh hasilnya kamu kali 365 hari alias 1 tahun. Berarti, kamu telah menimbun banyak sampah. Beberapa diantara jenis sampah masih banyak yang sulit terurai. Sementara sampah yang didaur ulang paling hanya sekian persen saja dari yang kita hasilkan. Lama-kelamaan, kamu bisa disebut sebagai sampah masyarakat!!
Pengelolaan sampah itu berat. Bukan tanggung jawab pribadi saja. Semua pihak harus berkolaborasi demi kelestarian lingkungan. Bukankah kita bisa melihat dengan bijak bahwa lingkungan harus tetap lestari agar bisa dinikmati lintas generasi.
Semakin banyak sampah yang tersebar, maka kamu akan menambah beban kerusakan lingkungan. Nggak mau kan, tiba-tiba negara Indonesia viral di mata Internasional karena memiliki gunung sampah tertinggi di dunia.
Bayangin aja! Sampah plastik itu memerlukan waktu yang lebih lama untuk terurai. Bisa saingan nih sama ingatan yang selalu terngiang karena kenangan mantan.
Mumpung masih punya banyak kesempatan dan kita masih diberi akal sehat, maka kita harus bergerak aktif untuk memulai langkah-langkah sederhana dalam menjaga kelestarian bumi.
Tenang!! Kamu nggak perlu harus berubah jadi super hero ala Kapten Marvel untuk menyelamatkan bumi. Nggak penting juga nunggu kamu dinobatkan sebagai aktivis lingkungan baru ikut peduli. Nyatanya, banyak cara sederhana untuk menanggulangi sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya:
1. Diet kantong plastik
Beberapa minimarket dan supermarket sudah jarang menyediakan kantong plastik untuk menaruh barang belanjaan kita. Sekarang saatnya kita belanja dengan menggunakan reusable bag atau tote bag (tas jinjing). Tolak dengan tegas jika ada penjual yang masih menggunakan plastik saat memberikan barang dagangannya.
Alat sedot yang selalu menjadi perantara saat kita dahaga ternyata memberi ancaman bagi air, tanah, dan udara. Sedotan dikenal sebagai tabung yang dimaksud untuk transfer minuman dari wadah ke mulut dengan penerapan kekuatan indera mulut yang mampu mengisap.
Setelah memakai sedotan plastik, kamu tanpa sadar langsung membuang begitu saja. Ujung-ujungnya numpuk di tempat pembuangan sampah, berserakan di tanah, dan bisa masuk ke laut.
Setelah memakai sedotan plastik, kamu tanpa sadar langsung membuang begitu saja. Ujung-ujungnya numpuk di tempat pembuangan sampah, berserakan di tanah, dan bisa masuk ke laut.
Sedotan plastik susah dihancurkan apalagi didaur ulang. Daripada terus mengancam para pemakai dan lingkungan sekitar, aku lebih sering menggunakan sedotan stainless, bambu, akrilik, atau silikon. Kamu juga bisa kok gabung dengan tim kokop alias seruput langsung dari bibir gelas biar tambah nikmat!!
3. Selalu bawa bekal
Bawa bekal dari rumah membuat kita tak perlu membungkus makanan dengan styrofoam. Kemasan dari styrofoam ternyata mengandung zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Lebih baik, kita bawa tupperware atau rantang sebagai bekal sehat.
Alat makan yang kita gunakan juga bisa dibawa dari rumah. Tolak sendok atau garpu yang sekali pakai. Bawa kemanapun sendok atau garpu yang berbahan baja maupun bambu karena lebih ramah lingkungan
Alat makan yang kita gunakan juga bisa dibawa dari rumah. Tolak sendok atau garpu yang sekali pakai. Bawa kemanapun sendok atau garpu yang berbahan baja maupun bambu karena lebih ramah lingkungan
Begitu juga saat bawa minum. Kalau pakai botol plastik, kita bisa cepat kehabisan airnya. Mulai deh bawa tumblr. Dijamin kita bisa lebih hemat karena tumblr bisa langsung isi ulang. Apalagi sudah banyak tumblr kekinian dengan rupa-rupa warna dan model yang bisa dipadu padan menyesuaikan penampilan.
4. Ubah sampah disekelilingmu jadi produk berfaedah
Sudah pernah dengar banyak pihak yang berkolaborasi untuk kegiatan daur ulang sampah? Ternyata, ada beberapa ide kerajinan dari plastik yang bisa kita coba, misal:
Kita bisa memanfaatkan botol plastik bekas untuk menjadikan pot tanaman. Caranya, potong sebagian badan botol plastik untuk memasukkan tanah dan tanaman. Bolongi bagian bawah pot tanaman agar air yang berlebih bisa turun dengan mudah. Beri tambahan pada sisi luar botol bekas tersebut dengan warna atau cat yang memberi kesan ceria.
Potong bagian tengah botol bekas. Lalu, lem masing-masing botol sehingga melekat jadi kesatuan. Letakkan hasil prakarya tersebut didalam lemari dan tempatkan pakaian, aksesoris, atau perlengkapan lain sejenis yang bisa memudahkan kamu dalam mengambilnya.
⇒ Ubah jadi wadah
Kamu pernah dengar, ada yang bilang sampah bisa menjadi berkah. Memang demikian adanya jika kita mampu memilah sampah dengan bijak. Kita bisa membuah sampah itu sebagai modal untuk menjalani wirausaha sosial.
Caranya sederhana yaitu kita membuat botol plastik yang bisa diubah menjadi tempat lilin, tempat make up, atau tempat pensil. Ada juga botol kaca bekas tempat selai, kita bisa jadikan botol tersebut sebagai tempat menyimpan bumbu dapur. Dengan mengubah sampah menjadi wadah, maka sampah akan lebih berfaedah karena bisa digunakan dalam kegiatan sehari-hari.
Caranya sederhana yaitu kita membuat botol plastik yang bisa diubah menjadi tempat lilin, tempat make up, atau tempat pensil. Ada juga botol kaca bekas tempat selai, kita bisa jadikan botol tersebut sebagai tempat menyimpan bumbu dapur. Dengan mengubah sampah menjadi wadah, maka sampah akan lebih berfaedah karena bisa digunakan dalam kegiatan sehari-hari.
Ecobrick itu balok bangunan pakai ulang yang dibuat dengan mengemas plastik bersih dan kering ke dalam botol plastik sehingga mencapai kerapatan tertentu. Ecobrick mampu menjadi daya tarik tersendiri dan punya daya jual yang lebih tinggi karena butuh proses untuk membuatnya.
Langkah cara membuatnya, yaitu:
a. Kumpulkan botol minuman kemasan dan pisahkan sesuai tinggi serta bentuk botol.
b. Cari sampah-sampah yang berserakan dan bersihkan sampah tersebut. Lalu, potong atau hancurkan sampai kecil.
c. Isi potongan sampah plastik yang berkeping-keping itu ke dalam botol minuman yang kita siapkan di awal. Pastikan isi dengan padat agar Ecobrick bisa terbuat kokoh secara tepat.
d. Jika sudah banyak botol yang terisi, kita tinggal menjadikan satu botol-botol tersebut dan gabungkan untuk membentuk kursi, meja, atau dinding yang ramah lingkungan.
Darurat sampah plastik bisa diatasi dengan 4 hal di atas. Jika zaman old, kita hanya mengenal pola hidup untuk membuang dan membakar sampah. Zaman now, kita harus bisa mulai mengelola dan mengolah sampah sehingga lebih bernilai. Tak perlu menunggu hewan laut lain mati karena plastik, kan? Yuk, mulai dari sekarang kurangi penggunaan sampah plastik.
Nyatanya membuat hidup tanpa sampah itu bisa dilakukan dengan cara sederhana. Sudah siap hijrah untuk membuat Indonesia bebas sampah? Mulai dari diri sendiri dan sebarkan manfaat hidup sehat bagi yang lain*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar