Tulis yang kamu cari

Analytics

Adv

Asuransi Syariah yang Mewujudkan Kebajikan Penuh Berkah

Prinsip asuransi syariah yaitu selalu berbagi, selamanya berarti


Jika sebelumnya Blogger Eksis pernah membahas tentang Berkah Wakaf untuk Kemaslahatan Dunia dan Akhirat. Pada tulisan kali ini, aku mau mengajak para pembaca untuk kembali meluruskan niat dalam menjalani ibadah wakaf agar mendapat pahala yang lebih banyak. Melalui wakaf, asuransi syariah sudah termaktub dalam mushaf.

          Syariah bertumpu pada iman dan akhlak serta memiliki balasan di dunia dan akhirat. Syariah mengacu pada Al-Quran dan As-Sunnah Nabi Muhammad SAW, begitu juga aturan yang diterapkan dalam asuransi syariah. Dalam konteks bisnis khususnya asuransi berbasis syariah, ketentuan dalam Al-Quran dan As-Sunnah serta pendapat ulama (fiqih) diterjemahkan dalam produk asuransi.
Dalam konteks syariah, asuransi merupakan usaha kerjasama untuk saling melindungi dan tolong-menolong diantara sejumlah orang dalam menghadapi musibah atau bencana melalui perjanjian yang disepakati bersama sesuai dengan ajaran Islam. Hubungan peserta dengan perusahaan asuransi saling menanggung resiko, di mana peserta bersama-sama dan sukarela mengumpulkan dana dalam bentuk iuran melalui polis sehingga kepemilikan dana iuran tetap melekat pada peserta. Jika timbul resiko, maka peserta yang akan membayar klaim atas resiko tersebut. Inilah yang disebut dengan asas risk sharing (saling menanggung risiko).

Atas dasar hal itu, sejak masuk di segmen asuransi jiwa syariah pada 2007, Prudential Indonesia terus berinovasi untuk menjadi pemimpin pasar ekonomi dengan produk asuransi jiwa rawat inap komprehensif yang berbasis syariah atau yang sering dikenal dengan PRUsyariah. Tak hanya sekadar untuk pembayaran biaya rumah sakit sesuai tagihan, maka Prudential terus memegang teguh komitmennya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia akan penting perlindungan keuangan dalam hal ini yang berbasis syariah.
Prudential percaya bahwa prinsip-prinsip syariah berlaku universal sehingga dengan konsep 'Syariah untuk Semua’, perusahaan ini turut mengedukasi masyarakat melalui literasi keuangan. Prudential mengajak peran serta media dan blogger untuk menyebar berita kebaikan atas program-programnya yang menyentuh pemberdayaan umat. Lebih dari itu, Prudential telah mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk “Sosialisasi Wakaf Asuransi Peserta Terbanyak”. Pelatihan tentang wakaf telah diikuti lebih dari 9.000 tenaga pemasar Prudential dan masyarakat sejak 17 sampai 28 Januari 2019.
rekor MURI diraih oleh Prudential sebagai Sosialisasi Wakaf Asuransi Peserta Terbanyak
 
Melihat potensi industri asuransi syariah tanah air terus berkembang membuat sejumlah perseroan berlomba-lomba menghadirkan program yang baik untuk menjangkau halal lifestyle di Indonesia. Tepat tanggal 1 Februari 2019, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menghadirkan Prudential Wakaf dengan memanfaatkan asuransi PRUsyariah. Acara ini berlangsung di rumah Maroko dan dihadiri oleh perwakilan lembaga pengelola wakaf (nazhir) yang bekerja sama dengan Prudential Indonesia.
Dengan keutamaan wakaf, nasabah dapat berwakaf menggunakan manfaat asuransi dan manfaat investasi yang dimilikinya. Presiden Direktur Prudential Indonesia, Jens Reisch menjelaskan bahwa peluncuran program wakaf akan memberi solusi terhadap kebutuhan nasabah dalam melaksanakan wakaf dan membantu mereka mewujudkan kebajikan secara berkelanjutan. “Kami sangat senang menghadirkan Program Wakaf dari PRUsyariah sebagai wujud dari komitmen Prudential yang baru yaitu, ‘WE DO GOOD’ atau ‘Kami Mewujudkan Kebajikan’.
Lebih lanjut, Nini Sumohandoyo, Director Corporate Communication & Sharia Prudential Indonesia menjelaskan program ini juga akan mendukung nasabah yang sedang mencari solusi modern dan cedas untuk menunaikan wakaf, sekaligus memastikan diri dan keluarganya memperoleh proteksi dan perencanaan investasi yang tepat. "Sejalan dengan slogan ‘Selalu Berbagi, Selamanya Berarti’ yang mengajak kita untuk terus berderma demi manfaat yang abadi, program ini menjadi bagian dari komitmen Prudential untuk turut mengatasi tantangan sosial ekonomi Indonesia saat ini" ucapnya.
Melalui Prudential Wakaf, peserta asuransi dapat mewakafkan manfaat asuransi dengan 3 pilihan penawaran dari PRUsyariah:
1.   Wakaf Santunan Asuransi Meninggal Dunia:
a)  Mewakafkan sampai dengan 45%. Berlaku untuk pengajuan polis baru produk PRUlink Syariah Generasi Baru (PSGB) dan PRUlink Syariah Investor Account (PSIA), serta polis existing PRUlink Syariah Assurance Account (PSAA).
b)  Mewakafkan sampai dengan 95%. Berlaku untuk pengajuan polis baru PSGB dan PSIA dengan syarat peserta memiliki polis existing (konvensional dan/atau syariah) yang masih aktif.
2.   Wakaf Nilai Tunai
      Nasabah mewakafkan dengan maksimal 1/3 dari jumlah nilai tunai yang terbentuk ketika peserta yang diasuransikan meninggal dunia (jika ada). Berlaku untuk pengajuan polis produk PSGB dan PSIA, serta polis existing PSAA, PSIA, dan PSGB.
3.  Wakaf Santunan Asuransi Meninggal Dunia dan Nilai Tunai
   Nasabah mewakafkan dengan santunan asuransi manfaat meninggal dunia (sampai dengan 45% atau 95%) dan nilai tunai (maksimal 1/3). Ketentuan selanjutnya mengikuti pilihan 1 dan 2.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengumpulan dana wakaf. Untuk itu ketiga pilihan di atas mampu menjadi penawaran terbaik untuk mengumpulkan dana wakaf sehingga nilai harta wakaf tetap terjaga. Hal terpenting pengelolaan dana wakaf juga bisa dimanfaatkan dengan membuat fasilitas umum agar pahala dari wakaf tidak terputus.
“Oleh karena itu, Prudential Indonesia bermitra dengan tiga lembaga wakaf atau nazhir yang terpercaya, yaitu Dompet Dhuafa, iWakaf, dan Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (LW-MUI). Nasabah dapat memilih nazhir diantara ketiga lembaga tersebut,” ujar Dr. Irfan Syauqi Beik, SP, M.Sc.EC, Pengamat Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor serta Director Center for Islamic Business and Economic Studies (CI-BEST).

Program Prudential Wakaf yang Mewujudkan Kebajikan

Mengenal Lembaga Pengelola Wakaf yang Berkolaborasi dengan Prudential Indonesia

Tantangan mendasar dalam optimalisasi program wakaf di Indonesia yaitu belum dipahami makna wakaf dengan baik dan benar oleh sebagian besar masyarakat. Sosialisasi mengenai manfaat wakaf bagi masyarakat terus dilakukan agar dapat menjadi solusi. Prudential Indonesia turut memberi kemudahan dalam penyaluran dana wakaf dengan menggandeng lembaga pengelola aset wakaf (nazhir) yang terdiri dari:

1.   Dompet Dhuafa
Dompet Dhuafa hadir sebagai pengelola aset wakaf
Program wakaf merupakan salah satu pilar penting di Dompet Dhuafa. Yayasan Dompet Dhuafa yang diresmikan pada tanggal 4 September 1994 tidak hanya menerima dan mencatat aset wakaf, tetapi juga mengelola amanah wakif bagi mauquf alaih (penerima wakaf). Setelah itu semua pihak berupaya untuk memaksimalkan potensi aset agar bermanfaat bagi umat.
Sebagai contoh, pengembangan layanan kesehatan yang dilakukan dengan pengelolaan rumah sakit dan usaha kesehatan penunjang lain. Setidaknya ada 7 rumah sakit di bawah naungan Dompet Dhuafa yang telah menangani lebih dari 400.000 pasien hingga Januari 2018. Pengelolaan secara profesional untuk layanan kesehatan tersebut bersumber dari dana wakaf yang tentu memberi dampak bagi banyak orang untuk hidup sehat.
Dompet Dhuafa juga aktif berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur dan mengelola rumah ibadah, layanan pendidikan, dan usaha produktif. Perwakilan dari Yayasan Dompet Dhuafa pun mengapresiasi program Prudential Wakaf bagi pemegang polis PRUsyariah. Mereka optimis bahwa program tersebut mampu menggenjot jumlah target wakaf nasional.

2.   Yayasan Inisiatif Wakaf (iWakaf)
Lembaga Kemanusiaan Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) mendirikan yayasan ini pada Juni 2016. Dengan berpedoman pada 2 manfaat wakaf, yaitu dana wakaf tidak habis serta tidak berkurang dan hasilnya dapat bermanfaat terus menerus, iWakaf mengukuhkan diri sebagai nazhir. Maka, visi dari iWakaf yaitu menjadi lembaga wakaf profesional terpercaya yang menginspirasi dan multi manfaat.
Yayasan Inisiatif Wakaf percaya bahwa PRUsyariah mampu adil terhadap kepentingan ekonomi
Pengelolaan wakaf yang diterima akan disalurkan untuk Wakaf Ekonomi Produktif, Wakaf Program Sosial, dan Wakaf Uang. Melalui program fitur wakaf bagi pemegang polis asuransi PRUsyariah diyakini mampu membangun pilar ekonomi. Hal ini tentu bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang hasilnya bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seperti pembangunan pesantren dan rumah Quran, perkebunan Sereh Wangi, dan pembangunan masjid maupun mushola.

3.   Lembaga Wakaf – Majelis Ulama Indonesia (LW-MUI)
Lembaga ini dibangun sebagai nazhir wakaf sehingga ke depan tren wakaf bisa bangkit di Indonesia untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Dalam membangkitkan wakaf, Lembaga Wakaf MUI bukan bertindak sebagai regulator, tapi sebagai fasilitator. Hal ini dikarenakan regulator perwakafan telah ditunjuk yaitu Badan Wakaf Indonesia (BWI).
Berbagai program yang bisa membangkitkan wakaf di Indonesia terus diupayakan dengan kerja sama mitra objek wakaf. Tak hanya untuk menyentuh ranah sosial dan pendidikan saja, wakaf dapat diprodukifkan untuk sektor properti, transportasi, pasar modal, pertambangan, dan perkebunan. Hal ini dilakukan agar potensi wakaf masyarakat Indonesia terhimpun secara menyeluruh.
Program yang paling menarik dari lembaga ini yaitu skema Wakaf Sapu Jagat. Wakaf ini disebut dengan wakaf musytarak dengan 2 akad (akad sedekah dan akad sedekah jariah) untuk mengambil alih utang riba. Sebagai contoh, setiap dana yang terhimpun dari Wakaf Sapu Jagat bernilai Rp 1 milyar. Maka, 50% tidak boleh diganggu gugat. Artinya, 500 juta akan dijadikan sedekah untuk operasional dan micro finance yang membebaskan masyarakat dari transaksi riba. Melalui wakaf, bisa dibuktikan bahwa transaksi riba segera bersih dan lunas.
Dengan potensi yang besar, Lembaga Wakaf MUI berinovasi bersama menjadi mitra Prudential Indonesia sehingga tidak bekerja secara parsial. Mereka berharap kolaborasi tersebut dapat dijadikan titik balik kebangkitan ekonomi umat Islam. Hal ini diyakini akan berdampak besar pada perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia.
Lembaga Wakaf dari Majelis Ulama Indonesia berafiliasi dengan Prudential Indonesia

Mari, kita sambut baik program wakaf dari PRUsyariah yang bekerja sama dengan ketiga lembaga yang telah berpengalaman tersebut. Prudential Wakaf sudah pasti akan menggali potensi wakaf di Indonesia yang sedemikian besar. Hasilnya bisa disalurkan ke berbagai sektor kemaslahatan umat seperti operasional masjid, beasiswa, pembangunan infrastruktur publik, pengelolaan layanan pendidikan dan kesehatan, pengentasan kemiskinan, serta bantuan sosial. Dengan begitu setiap nasabah pemegang polis asuransi PRUsyariah mampu menggerakkan kehidupan ekonomi kemasyarakatan. 

salam wakaf dari penggerak ekonomi umat
Yuk, jalanin bareng!
 Wujudkan kebajikan untuk raih keberkahan.

5 komentar:

  1. Alhamdulillah sudah ada PRUsyariah yang membuat kita menyadari bahwa pentingnya perlindungan keuangan yang berbasis syariah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Semoga hidup kita tambah berkah yaa Mak :)

      Hapus
  2. Alhamdulillah, sekarang tambah mudah

    BalasHapus
    Balasan
    1. insya allah Mas kalau kehidupan mau dipermudah bisa hidup sesuai syariah ^^

      Hapus
  3. Beribadah jadi lebih mudah dengan program Prudential Wakaf. Mantap!

    BalasHapus