Tulis yang kamu cari

Analytics

Adv

Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Punya Website yang Bisa Dikunjungi


Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan


Ada yang pernah mendengar atau mengunjungi Kampung Betawi, Setu Babakan? Kalau Blogger Eksis sudah tak asing dengan objek wisata perkampungan yang dipenuhi tradisi betawi tersebut. Namun, beberapa kali aye hanya lewat depan gerbang aje. Belum pernah menginjakkan kaki ke kampung Betawi yang berada di selatan Jakarta ini. Padahal Kampung Betawi ini sudah diresmikan sejak masa gubernur Jakarta, Sutiyoso.

Sungguh rasanya malu. Kenapa tak dari dulu, aye masuk ke kampung ini. Sebagai anak keturunan Betawi seharusnye aye mau melestarikan tradisi. Dari tempat ini, kita bisa berwisata sambil mengenal budaya betawi lebih dekat. Wajar saja karena Setu Babakan menjadi pilihan wisata yang tepat dengan bertahan pada kearifan lokal yang khas.
rumah adat Betawi

   Sesuai dengan namanya, kawasan ini juga memiliki setu atau danau buatan yang cukup luas. Biasanya danau ini ramai dikunjungi oleh anak-anak dan orang dewasa jelang waktu berbuka alias ngabuburit termasuk pada akhir pekan. Beberapa fasilitas yang ada di Kampung Betawi sudah terbilang lengkap karena kita bisa dengan mudah menemukan musala dan toilet yang bersih. Ah, rasanya aye ingin berlama-lama di sini karena begitu pertama kali menginjakkan kaki sudah merasa betah.

               Kampung yang asri hari itu tampak ramai. Ada acara launching dan serah terima website Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan dari Frances Caitlin Triguna kepada Unit Pengelola Kawasan (UPK) PBB Setu Babakan. Rilis dan penyerahan situs daring yang telah dibuat juga dihadiri oleh Ibu Hj. Rofiqoh Mustofa (Ketua UPK PBB Setu Babakan), perwakilan Lembaga Kebudayaan Betawi, perwakilan forum JIBANG (Pengkajian dan Pengembangan Perkampungan Budaya Betawi), dan Bang Indra Sutisna serta Bang Yahya Andi Saputra (Budayawan Betawi).
serah terima website Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan
            Sebagai destinasi wisata yang menyenangkan, Kampung Betawi Setu Babakan memang jarang terjamah oleh wisatawan. Minim informasi seputar Betawi membuat kampung ini kadang terlihat sepi pengunjung. Padahal, kita bisa menghabiskan waktu di Kampung Betawi dengan hal-hal yang berfaedah.
               Seperti apa yang dilakukan Frances Caitlin Tirtaguna tahun lalu. Demi menulis buku yang berjudul Ondel-Ondel Galau dalam bahasa asing, Ia melakukan riset mengenai kebudayaan Betawi di PBB Setu Babakan. Ia melihat kawasan ini memiliki potensi untuk digali dan dikembangkan. Baik dari sisi informasi yang dapat dipercaya hingga pengembangan sub sektor ekonomi kreatif yang bisa membuat maju kotanya, bahagia warganya.
penulis buku Ondel Ondel Galau
Gadis 16 tahun sebagai inisiator situs web

          Beranjak dari hal itu, Gadis yang masih belia ini mulai berinisiatif membuat sebuah portal website yang diberi nama www.setubabakanbetawi.com. Bujug buneng! Situs web ini tidak hanya berisi hal-hal apa saja yang bisa kita temui di Kampung Betawi. Banyak informasi bemanfaat lain seputar tradisi betawi yang bisa kita kenali.
           Aye mulai penasaran berkunjung ke situs web tersebut. Saat aye buka kecepatan akses situs web terbilang stabil. Tampilan depan situs web juga terlihat menarik perhatian dengan desain warna mencolok. Hal ini akan berpengaruh pada keseruan yang bisa dinikmati oleh warga net yang haus akan informasi lengkap tentang kebudayaan Betawi saat mengunjungi situs web tersebut.

website atau platform tentang budaya betawi
             
            Apa saja yang bisa kita lihat dalam platform digital tersebut?
          Dari menu bar yang ada di atas, kita bisa melihat ada pilihan beranda, tentang kami, ragam budaya, wisata, acara, editorial, dan mitra pedagang. Rasanya semakin senang karena dibawah menu bar itu ada opsi untuk mencari fokus informasi yang kita inginkan. Sungguh lengkap dan memberi kemudahan bagi siapapun yang mengunjungi websitenya.
          Aye mulai tertarik pada kolom editorial dan mitra pedagang. Dua kolom ini sengaja dibuat untuk membantu peningkatan ekonomi warga Betawi, khususnya masyarakat sekitar PBB Setu Babakan. Sepertinya kolom ini bisa dikembangkan lebih lanjut untuk membuka interaksi dengan para pengunjung web.
Pada kolom editorial tampak sudah memiliki dua artikel yang ditulis oleh budayawan betawi. Aye berharap kolom ini juga bisa ditulis oleh netizen yang ingin mengirimkan artikelnya seputar budaya betawi. Dengan proses moderasi, nantinya kolom ini bisa berkembang sebagai wadah citizen journalism yang akan membuat lebih kaya wawasan para pengunjung web.
         Sementara untuk kolom mitra pedagang, beberapa kontak yang ditampilkan sudah cukup banyak. Para pengunjung web bisa mencari pelaku usaha makanan dan minuman, kerajinan dan batik, penyedia jasa kesenian betawi, dan layanan dekorasi atau seputar Betawi yang tersebar di Jakarta. Kondisi demikan akan membuka kesempatan kolaborasi yang bisa dilakukan berbagai pihak untuk selalu melestarikan budaya betawi.
            Situs web ini bisa menjadi panduan bagi warga net yang tersebar di seluruh Indonesia secara umum. Lebih khusus, situs web juga mampu menjadi petunjuk bagi wisatawan asing yang ingin belajar kebudayaan betawi atau mengunjungi Perkampungan Budaya Betawi, Setu Babakan. Sungguh terobosan yang layak diapresiasi karena mampu melakukan promosi wisata dalam pendekatan digital.

        Acara hari itu berlangsung dengan lancar. Selain peluncuran web, ada juga penyerahan santunan kepada anak yatim piatu yang telah diundang. Para tamu juga dihibur penampilan kesenian Betawi yang dikenal dengan Rebana Biang.
Kesenian dari Betawi yang disebut Rebana Biang
           
           Acara berakhir dengan buka puasa bersama. Alhamdulillah, aye madang kolak. Terus makan beratnye pake sayur asem kunyit dan asinan betawi. Pokoknye ajib deh. 
kuliner betawi yang disebut asinan betawi


Pengalaman pertama ke Perkampungan Budaya Betawi begitu penuh kesan. Selanjutnye, aye ingin kembali lagi liburan di tempat yang adem seperti ini lain waktu. Sebelum berpisah, Aye mo pantun dulu nih:
 
Kalau ada sumur di ladang
Boleh kita menumpang mandi
Kalau ada umur panjang
Sampai jumpa di cerita lain lagi

Blogger Eksis di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan
Lets talk about betawi culture, now or never*

2 komentar:

  1. Jadi ingin ikut berpartisipasi menulis artikel nih. Biar saya tambah teman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyok Bang!!

      Menulislah selama masih bisa berbagi informasi berfaedah*

      ~ semangat berkarya ~

      Hapus