Tulis yang kamu cari

Analytics

Adv

Saya Berani, Saya Sehat

saya berani, saya sehat


Ingat, kamu jangan sampai terjebak pergaulan bebas. Kalau kamu sudah kenal dengan narkoba dan sex, bukan gak mungkin kamu bisa terinfeksi virus HIV!

Nasehat dari mama terus terngiang ditelingaku. Ia selalu mengingatkan agar aku harus pandai dalam bergaul. Pergaulan bisa menentukan nasib masa depan. Semua kekhawatirannya timbul sejak keluarga besar terkejut karena sepupu aku ada yang divonis HIV positif.

Sepupu yang tinggal di kota Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara itu termasuk sosok yang introvert. Intensitas pertemuan aku dengan dia terbilang jarang sekali. Ia memutuskan rantau ke Bandung dari kuliah hingga bekerja disana. Tak ada yang mengira dibalik sosok pendiam itu justru terlibat pergaulan bebas. Saat daya tahan tubuh lemah, Ia tes darah dan dinyatakan terinfeksi virus HIV.

Lantas, siapa yang harus disalahkan? Tentu tak ada. Meski kondisi keluarga belum sepenuhnya menerima ODHA (Orang Dengan HIV Aids).

hari AIDS sedunia diperingati setiap tanggal 1 Desember


Sebagai milenial, kita penting menerapkan gaya hidup sehat. Hidup di Indonesia bukan tak mungkin pola pikir dan cara hidup mudah terkontaminasi bangsa lain. Nyatanya, HIV AIDS telah menjadi ancaman bagi generasi bangsa.
Virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) bisa menjangkit tubuh tanpa disadari karena gejala masih sulit dikenali. HIV terdapat di dalam darah dan cairan tubuh lain, seperti sperma, vagina, dan Air Susu Ibu (ASI). Virus ini mengakibatkan si penderita mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh seiring berjalan waktu. Perkembangan virus yang menyebar akan dikenal dengan penyakit AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome).
Semua informasi tentang HIV AIDS telah Blogger Eksis dapatkan pada acara “Temu Blogger bersama Kementerian Kesehatan” dalam rangka Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember. Hadir sebagai pembicara yaitu dr. Wiendra Waworuntu, M. Kes (Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung) dan Neneng Yuliani (ODHA yang tergabung dalam Yayasan Syair untuk Sahabat dan Yayasan Hidup Positif). Acara ini diadakan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen terhadap ODHA sehingga pengendalian HIV bisa menjadi fokus utama dari berbagai pihak.

kementerian kesehatan mengadakan temu blogger dalam peringatan hari AIDS sedunia

HIV AIDS didiagnosa sebagai penyakit menular. Hal utama yang harus kita lakukan yaitu mengenal penularan HIV, seperti:
1. Melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi HIV. Risiko akan semakin besar jika melakukan hubungan seksual dengan banyak orang atau berganti pasangan seks tanpa menggunakan kondom. Semua tindakan seksual seperti oral, vaginal, dan anal memiliki tingkat risiko yang sama.
2. Menggunakan jarum bersama yang terkontaminasi HIV. Misal alat suntik, alat tindik dan alat tato.
        3. Dari ibu yang terinfeksi HIV ke bayi yang dikandungnya. Penularan dapat terjadi selama kehamilan, saat melahirkan, dan ketika menyusui.
4. Melalui transfusi darah dan produk darah lainnya (yang terkontaminasi HIV). Maka perlu pemeriksaan HIV sebelum darah kita didonorkan kepada yang membutuhkan.

HIV ada Obatnya

Stigma yang berkembang pada masyarakat selalu menganggap bahwa virus HIV bisa menyebabkan penyakit yang mematikan seperti AIDS. Padahal jika HIV bisa dikenali secara cepat, maka penyebaran virus ini bisa diperlambat waktunya untuk berkembang merusak tubuh. Intinya, kita harus melakukan deteksi dini.

Obat HIV itu disebut ARVPengobatan yang dilakukan ODHA juga harus rutin. Mereka harus rajin mengonsumsi ARV (Anti Retro Viral) yang dapat mengendalikan jumlah pertumbuhan HIV dalam tubuh dan meningkatkan kualitas ODHA. ARV harus dikonsumsi ODHA seumur hidup sehingga mereka tetap bisa berkarya dan produktif dalam menjalani aktivitas keseharian.
Perawatan ODHA merupakan program berkelanjutan yang menempatkan keluarga dan masyarakat sebagai suatu bentuk dari dukungan dan pengobatan berkala yang dibutuhkan seperti perawatan penyakit kronis lain. ODHA juga membutuhkan dukungan psikologis, perilaku hidup bersih dan sehat, serta informasi lain yang berkaitan dengan kondisinya. Seperti aku sebagai anggota keluarga yang memiliki sepupu dengan status ODHA. Aku perlu memberi ketenangan kepada sepupuku tersebut dan memberi edukasi kepada anggota keluarga lain agar tidak terjadi kekhawatiran yang berlebihan karena ODHA masih bisa bertahan hidup.

            Jangan ada Diskriminasi terhadap ODHA!

Kita semua sama maka jangan diskriminasi ODHA
Stigma yang berkembang pada masyarakat terhadap ODHA masih memberi ruang dalam kesenjangan. Seorang wanita bernama Neneng Yuliani pernah dikucilkan dalam keluarganya sejak tahun 2003 divonis HIV. Ia terinfeksi HIV AIDS dari suaminya. Anggota keluarga lain tak ada yang mau menerima keberadaannya, “Mereka tidak mau makan masakan saya!”, ujar Neneng saat bercerita tentang pengalaman hidupnya.
Dengan konsistensi mengonsumsi ARV selama 15 tahun, Neneng masih berjuang sehat sampai sekarang. Walau suaminya telah tiada, Ia telah menikah lagi dengan sesama ODHA. Mereka berkomitmen dalam menjalankan gaya hidup sehat. Alhamdulillah, anak dari Neneng yang telah lahir saat ini justru terbebas dari HIV alias negatif.
Untuk menghapus justifikasi yang dilakukan oleh keluarga dan masyarakat bagi ODHA, Neneng selalu memberi edukasi kepada masyarakat awam tersebut. Sosialisasi secara langsung maupun buku-buku tentang HIV AIDS yang ditulis dari orang-orang yang berkompeten turut menyadarkan lingkungan sekitar akan keberadaan dirinya yang sama dengan manusia lain. Lama-kelamaan Neneng diterima dan diakui dalam kondisi yang tidak lagi menyentuh diskriminasi.


Cegah AIDS sejak dini

Mencegah lebih baik daripada mengobati”. Penyebab seorang terinfeksi virus HIV tertinggi yaitu penyalahgunaan narkoba dan sex bebas.  Hal demikian telah dipengaruhi oleh pola pergaulan yang salah. Maka, kita sebagai generasi milenial harus selektif untuk melakukan interaksi dan sosialisasi dalam gaya hidup (life style) yang lebih modern. Peranan dari orangtua juga diperlukan dalam membina akhlak serta moral agar seorang anak dapat menempatkan dan mengembangkan diri melalui kegiatan-kegiatan positif sebagai pengembangan minat dan bakat yang menjadikan seorang anak memiliki kepercayaan diri.

Tes HIV mulai dari sekarang! Tes HIV itu cepat, mudah, dan murah (bahkan seringkali gratis). Hal ini menjadi cara untuk mengetahui dengan pasti apakah kita telah terinfeksi atau tidak. Pengujian awal untuk tes HIV lebih membantu kita untuk berpikir tenang dan mengurangi kecemasan karena mengetahui status hasil tes sejak dini. Lebih baik mengetahui saat ini juga sehingga kita dapat melanjutkan hidup atau memulai pengobatan jika diperlukan. Ingat, menjadi ODHA masih punya harapan untuk tetap menjaga kesehatan. Tes HIV? Siapa takut!



22 komentar:

  1. Aku jadi inget cerita ibu terkena HIV di mata Najwa, sedih banget dia kena dari suami yg selingkuh, dia kena pas lagi hamil akhirnya anaknya skrg juga kena HIV. Penting banget edukasi HIV ini 😥

    Semoga kita selalu dilindungi dan sehat-sehat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin.

      Edukasi seputar HIV memang harus terus dilakukan baik bagi ODHA, keluarga, maupun lingkungan sekitar.

      Intinya,kita harus saling mengingatkan demi kesehatan*

      Hapus
  2. kalau sudah terkena memang yang perlu dijauhi penyakitnya. bukan orangnya. karena semua orang pasti gak mau terkena HIV/AIDS. mereka juga butuh support dari orang sekitar, jangan sampai dikucilkan. dan berujung pada depresi yang semakin mendalam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak.

      Lebih waspada juga dengan pergaulan bebas. Semoga kita tidak terjebak didalamnya. Semoga sehat selalu yaa kak*

      Hapus
  3. Sosialisasi ini harus sampai kepada seluruh lapisan masyarakat. Khususnya di daerah seperi kampung saya. ABG disini sudah ikut2an gaya kota. Padahal mereka ga tahu yang dicari apa. Kalau masyarakat sudah mendekat sosialisasi, mungkin peran orang tua akan sedikit membantu. Tapi kalau misalkan orang tuanya saja tidak tahu bagaimana mereka bisa atau mau mendidik anak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Orangtua dan anak sama-sama harus mendapat edukasi tentang HIV. Semoga saja sosialisasi tak berhenti sampai disini. Mari terus kita sebarkan berita baik ke setiap penjuru negeri*

      Hapus
  4. Keteguhan hati dengan pondasi agama dan lingkungan yang baik, setidaknya bisa pula menekan laju gaya hidup "bebas",dengan begitu angka penderita AIDS semoga bisa berkurang yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Lebih baik mencegah daripada mengobati yah*

      Hapus
  5. Nggak boleh takut lagi dengan ODHA dan kita harus sebarkan ini seluas luasnya biar masyarakat paham ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Jika masyarakat paham niscaya gaya hidup sehat bisa berlaku di Indonesia*

      Salam sehat!

      Hapus
  6. Diskriminasi timbul krn ketakutan dan ketidaktahuan jdnya memang hrs disosialisasikan ya...setuju banget mencegah lbh baik daripada mengobati...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sila disebar Mak artikel ini supaya lebih banyak orang yang menginspirasi.

      Sehat, mulai dari kita*

      Hapus
  7. Iya dukungan terhadap penyandang HIV ini perlu bangat, jangan justru dijauhi, kasihan ya mereka butuh dukungan dan semangat padahal ya.

    Tapi kubaru tahu loh ada obat untuk HIV ini, telapi setuju sih kebih baik mencegah daripada mengobati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul kak.

      Waktu itu kakak kan juga datang ke KemenKes toh. Akhirnya, kita tau kalau HIV sudah ada obatnya*

      Hapus
  8. Aku tuh setiap baca kisah tentang AIDS rasanya pilu. Suka sedih kalau denger curhatan mereka.
    Biar bagaimana pun mencegah lebih baik daripada mengobati, itu juga nasihat ODHA beberapa tahun lalu yang aku dengar. Meski ada obatnya untuk menjaga imunitas, tapi ketergantungan obat yang harus minum tepat waktu itu enggak enak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak Dian. Aku juga terenyuh apalagi sepupu sendiri yang terkena HIV..

      Betul kak. Obat itu juga ada efek sampingnya*

      Hapus
  9. Ternyata HIV sdh ada obatnya? Tp ttp pentimg disosialisasikan terutama pada generasi muda agar menghindari HIV. Penyakit yg mematikan ni

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mak.

      Lebih baik menghindari pergaulan bebas jika tidak ingin terkena penyakit yang mematikan seperti ini*

      Hapus
  10. semoga kita bisa melindungi anak , keluarga , suami kita dari penyakit ini yah, bahaya kalo sdh ada yang terjangkit. semoga Allah melindungi kita semua. aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin yaa robbal alamin.

      Perbanyak ibadah yaa Mak supaya bisa terhindar dari godaan syetan yang terkutuk*

      Hapus
  11. Apa HIV sudah bisa disembuhkan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah ada obat yang menambah kekuatan sistem imun tubuh tinggal bagaimana kita menerapkan gaya hidup sehat setelahnya.

      Percayalah,kuasa Tuhan itu tetap ada*

      Hapus